Per Maret, Livin by Mandiri Sudah Layani Lebih Dari 96 Persen Transaksi Nasabah
- Berbagai inisiatif transformasi digital tersebut berbuah positif terhadap kinerja perseroan. Tercermin dari total penyaluran kredit Bank Mandiri per Februari 2022 yang mencapai Rp 830,97 triliun secara bank only. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10,33% dibandingkan periode yang tahun lalu.

Yosi Winosa
Author


JAKARTA -Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kian dekat menjadi bank digital. Tercatat hingga 31 Maret 2022, melalui Super App Livin' by Mandiri sudah bisa melayani hampir seluruh layanan transaksi nasabah, tepatnya lebih dari 96% transaksi perbankan Bank Mandiri dapat dilakukan secara digital tanpa harus ke cabang.
Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas menyatakan, Livin telah disematkan fitur andal untuk memenuhi kebutuhan nasabah, mulai dari ewallet linkage, tarik tunai tanpa kartu, pembayaran lewat QRIS, transfer antar bank melalui BI Fast, pembukaan rekening secara online, top-up saldo e-money, intip saldo dan fitur unggulan lainnya.
Nantinya, Livin juga akan dilengkapi dengan layanan transaksi keuangan lain, termasuk layanan non keuangan lain seperti berinvestasi yang semakin terintegrasi ekosistem digital.
"Melalui sederet pembaharuan ini, Livin' by Mandiri telah mampu mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah. Tercatat hingga kuartal I 2022 lebih dari 96%," kata dia dalam website resmi, dikutip Rabu, 20 April 2022.
- Mengenal IDNFT Academy, Sekolah NFT Pertama di Indonesia yang Wadahi para Kreator
- BNI Salurkan Kredit UMKM untuk Diaspora Indonesia Senilai Rp2,49 Triliun pada 2021
- Daftar 20 Investasi Bodong yang Diblokir OJK pada Maret 2022, Ada yang Mengaku Platform Resmi
Ditambahkan, melengkapi Livin, perseroan juga makin mematangkan Kopra untuk nasabah wholesale. Melalui tiga varian solusi yaitu Kopra Host to Host, Kopra Portal dan Kopra Partnership nasabah wholesale Bank Mandiri sudah dapat menikmati beragam kemudahan yang terkonsolidasi dalam satu platform andal.
Untuk menunjang kebutuhan ekspansi, dari sisi kredit Bank Mandiri akan melakukan penajaman bisnis dengan peran teknologi didepan melalui integrasi ekosistem bisnis korporasi (wholesale) dan ritel. Kami ingin memaksimalkan potensi value chain pada ekosistem nasabah wholesale yang sudah ada.
Berbagai inisiatif transformasi digital tersebut berbuah positif terhadap kinerja perseroan. Tercermin dari total penyaluran kredit Bank Mandiri per Februari 2022 yang mencapai Rp 830,97 triliun secara bank only. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10,33% dibandingkan periode yang tahun lalu.
Searah, pdana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 10,34% secara year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 1.003,8 triliun (bank only) di akhir Februari 2022.

Rizky C. Septania
Editor
