Industri

Penjualan Rumah Tipe Menengah Jadi Favorit Saat Pandemi

  • Bank Indonesia (BI) melihat rumah sektor menengah menjadi properti yang dapat menunjukkan pertumbuhan selama 2020. Hal ini dibuktikan dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan risiko kredit yang menurun untuk rumah tipe 22 sampai dengan tipe 70.

<p>Suasana perumahan cluster di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 2 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Suasana perumahan cluster di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 2 Januari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat rumah sektor menengah menjadi properti yang dapat menunjukkan pertumbuhan selama 2020.

Deputi Direktur Kebijakan Makroprudensial BI Kurniawan Agung mengatakan hal ini dibuktikan dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan risiko kredit yang menurun untuk rumah tipe 22 sampai dengan tipe 70.

“Terlihat dari sisi pertumbuhan kredit, saat sektor lain turun dan secara keseluruhan turun 2,41 persen, untuk KPR segmen menengah justru meningkat. Di Q2 mencapai 5 persen (year on year/yoy) sekarang Q4 (2020) justru naik menjadi 7,1 persen (yoy),” kata dia dalam webinar Property Outlook 2021 oleh Rumah123.com, Rabu, 24 Februari 2021.

Kurniawan juga melihat rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) untuk properti sektor menengah juga semakin membaik. Tercatat, risiko kredit di Desember 2020 menjadi 2,2% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

BI yakin properti sektor menengah tetap menjadi favorit konsumen properti di 2021. BI melihat tidak hanya kelas menengah yang masuk ke sektor ini, tetapi juga kelas atas tertarik untuk masuk di sektor properti ini.

Dari sisi harga, BI melihat indeks harga properti residensial (IHPR) tumbuh terbatas pada kuartal IV 2020. BI mencatat ada kenaikan IHPR sebesar 1,43% (yoy) di kuartal IV 2020. Meski begitu, kenaikan IHPR ini masih lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 1,51% (yoy).

Penjualan rumah juga mengalami pertumbuhan di kuartal IV 2020 meski masih dalam kondisi kontraksi. Pertumbuhan penjualan rumah di kuartal IV 2020 tercatat minus 20,59% (quarter on quarter/qoq), lebih baik dari kuartal III 2020 yang mencatatkan minus 30,93% (qoq).

Untuk mendukung pertumbuhan sektor properti, BI sudah mengeluarkan tiga kebijakan yang mulai berlaku pada Maret 2021. Pertama adalah kebijakan uang muka (down payment/DP) 0 persen untuk pembelian rumah dan kedua adalah perubahan ketentuan KPR inden yang menghapus kewajiban pencairan bertahap untuk kepemilikan properti inden. (SKO)