Penemuan Baru, Amputasi Tertua di Dunia Ternyata Dilakukan di Kalimantan
- Amputasi atau pengambilan organ luar tubuh sudah dilakukan sejak 31.000 tahun yang lalu.

Rizky C. Septania
Author


Jakarta - Amputasi atau pengambilan organ luar tubuh yang sudah tak dapat digunakan merupakan sebuah tindakan medis yang dilakukan dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Lantaran penuh risiko, tindakan amputasi hanya dilakukan oleh kalangan medis yang telah dibekali dengan ilmu pengetahuan tingkat tinggi.
Baru-baru ini, sejumlah arkeolog mendapat temuan baru mengenai rekam jejak tindakan amputasi. Sekitar 31.000 tahun yang lalu, seorang ahli bedah prasejarah yang terampil diduga telah mengamputasi kaki bagian bawah seorang anak dari kumpulan pemburu di Kalimantan.
Bukti amputasi ditemukan lewat identifikasi sisa kerangka seorang pemuda yang terkubur di sebuah gua terpencil bernama Liang Tebo. Gua ini hanya bisa diakses dengan perahu di waktu tertentu.
Pada sisa kerangka, tulang kaki bagian bawah terlihat seperti sengaja dihilangkan melalui prosedur amputasi bedah. Bagian tulang yang dipotong tampak mengalami pertumbuhan yanng menunjukkan adanya proses penyembuhan.
Menurut para arkeolog, ini tak bisa terjadi jika putusnya bagian tubuh tersebut terjadi karena kecelakaan atau serangan binatang buas.
Para arkeolog menyimpulkan bahwa operasi kuno ini adalah amputasi medis paling awal yang pernah tercatat.
Tak disebutkan apa alasan anak tersebut harus diamputasi. Namun secara mengejutkan, arkeolog menemukan bahwa operasi yang dilakukan oleh penduduk Kalimantan yang diperkirakan hidup pada zaman batu itu berhasil.
Berdasarkan analisis yang dilakukan lewat pengujian radiokarbon, anak yang diamputasi berhasil mendapat tambahan hidup setidaknya enam hingga sembilan tahun.
"Ini adalah kejutan besar bahwa penjelajah purba ini selamat dari operasi masa kanak-kanak yang sangat serius dan mengancam jiwa, bahwa lukanya sembuh untuk membentuk tunggul dan bahwa mereka kemudian hidup selama bertahun-tahun di daerah pegunungan dengan mobilitas yang berubah," kata ahli bioarkeolog sekaligus rekan penelitian pascadoktoral di University of Sydney, Melandri Vlok dalam sebuah pernyataan yang dikutip TrenAsia.com dari Live Science Kamis, 8 September 2022.
Sebelum penemuan praktik amputasi pada masyarakat kalimantan kuno ditemukan, tindakang oemotongan bagian tubuh lantaran alasan medis pernah dilakukan oleh seorang oria yang diperkirakan hidup pada zaman batu, yakni kisaran 7000 tahun yang lalu. Kala itu, arkeolog menemukan tangan pria tersebut telah dipoting melalui prosedur bedah yang disengaja.
Ukir jejak sejarah kedokteran terbaru
Penemuan jejak tindakan bedah pertama di Kalimantan ini mengukir sejarah baru pada bidang kedokteran. Sebekumnya, para ahli berpikir bahwa manusia purba tidak memiliki pengetahuan dan alat yang dibutuhkan untuk melakukan operasi kompleks.
Alasannya, tindakan operasi membutuhkan pengetahuankompleks seperti navigasi jaringan pembuluh darah , saraf dan otot. Namun, temuan ini mengungkapkan bahwa manusia sudah memiliki pengetahuan rinci tentang anatomi tungkai dan sistem otot dan pembuluh darah untuk mengekspos dan menegosiasikan vena, pembuluh darah, serta saraf. Tak lupa, keahlian untuk mencegah kehilangan darah yang fatal dan infeksi.
“Temuan baru di Borneo menunjukkan bahwa manusia sudah memiliki kemampuan untuk berhasil mengamputasi anggota tubuh yang sakit atau rusak jauh sebelum kita mulai bertani dan tinggal di pemukiman permanen,” kata ahli lain sekaligus arkeolog dan ahli geokimia di Griffith University di Australia, Maxime Aubert.
Para peneliti memperingatkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah operasi di Kalimantan merupakan meruoakan tindakan medis yang biasa dilakukan oleh orang Kalimantan.
Namun yang jelas, amputasi bedah modern seperti yang kita kenal sekarang tidak menjadi praktik umum sampai Joseph Lister, seorang ahli bedah dan ilmuwan Inggris, menemukan antiseptik pada akhir 1800.
Meski begitu, temuan ini tetap membawa implikasi besar dalam sejarah dunia kedokteran.

Laila Ramdhini
Editor
