Nasional & Internasional

Nyari Duit Rp172,95 Miliar, MNC Vision Networks (IPTV) Gelar Private Placement

  • PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) akan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement dengan...

JAKARTA – PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) akan melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) alias private placement dengan membidik dana sekitar Rp172,95 miliar.

Berdasarkan pengumuman yang dirilis perseroan melalui laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 23 Juni 2021, disebutkan bahwa IPTV akan menerbitkan sebanyak 665,2 juta lembar saham saham baru dengan harga nominal Rp100 per lembar. Sedangkan, harga pelaksanaan senilai Rp260 per lembar.

Rencananya, aksi korporasi tersebut akan dilaksanakan perseroan pada tanggal 30 Juni 2021. Sementara itu, pengumuman hasil pelaksanaan PMTHMETD dijadwalkan pada 2 Juli 2021.

Ini merupakan private placement tahap kedua yang akan dilaksanakan oleh perseroan dan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan (RUPSLB) pada tanggal 7 Agustus dan 23 September 2020.

“Demikian pengumuman ini dibuat guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa keuangan No. 14/POJK.04/2019,” tulis manajemen MNC Vision Networks.

Sebelumnya, anak usaha IPTV, Asia Vision Network (AVN) dikabarkan segera melantai di Bursa Wall Street. Sejumlah dokumen telah disiapkan oleh perusahaan yang membawahi Vision+ dan MNC Play tersebut.

AVN diketahui telah menyerahkan draf laporan registrasi konfidensial kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (US Securities and Exchange Commission/SEC).

Hal ini berkaitan dengan kombinasi bisnisnya dengan perusahaan cek kosong alias Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang tercatat di Bursa Nasdaq, Malacca Straits Acquisition Company (MLAC).

Presiden Direktur IPTV, Ade Tjendra mengatakan bahwa kombinasi bisnis tersebut tunduk pada syarat dan kondisi penutupan yang berlaku, termasuk persetujuan dari pemegang saham MLAC, dan diharapkan akan rampung pada kuartal III-2021. Dengan begitu, AVN diharapkan segera terdaftar di Nasdaq.

“Perseroan bersama Malacca Straits bertekad membawa bisnis OTT dan streaming dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia untuk terdaftar di pasar modal terbesar di dunia, Nasdaq,” ujarnya melalui keterangan pers, Rabu, 16 Juni 2021. (RCS)