Menapaki Suasana Idulfitri Gaza di Tengah Kecamuk Palestina-Israel
- Komplek pertokoan di sepanjang wilayah Gaza biasanya terlihat ramai dengan orang-orang Palestina

Rizky C. Septania
Author
GAZA – Komplek pertokoan di sepanjang wilayah Gaza biasanya terlihat ramai dengan orang-orang Palestina. Di momen Idulfitri, biasanya meeeka menggunakan pakaian rapi, berbagi permen dan saling bertukar salam.
Namun, saat ini hal tersebut tak terlihat. Digantikan oleh suasana toko yang luluh lantak akibat di tembak bom oleh tentara Israel.
“Idulfitri kali ini berbeda karena disertai pengeboman,ketakutan, dan kengerian,” ujar Fahd Ramadhan, salah satu pengungsi dari Gaza Selatan sepwrti dikutip dari Reuters pada Jumat, 14 Mei 2021.
Pria 44 tahun ini meninggalkan kediamannya untuk bergabung menjalankan salat Idulfitri. Dalam perjalanan pulang, Ia berhenti sejenak untuk melihat puing puing banginan yang jadi sejarah pertempuran antara Palestina dan Israel.
- Ingin Bisnis Berkembang? Daftar OVO Merchant Sekarang
- Hore, Vaksin Mandiri Bisa Diberikan Akhir Mei 2021, Harganya Sejuta
- Respons Konflik Israel-Palestina, Gal Gadot Tuai Banyak Kritikan
Hal serupa dikemukakan oleh pengungsi lainnya, Basma Al Farra. Wanita berusia 20 tahun ini menceritakan bahwa biasanya mereka mengunjungi satu sama lain saat perayaan Idulfitri. Namun suasana perang tidak memungkinkan untuk melakukannya kali ini.
“Setiap tahun, kami akan berdandan dan melakukan kunjungan. Tahun ini kami tidak akan pergi ke mana pun,” kata Basma.
Idul Fitri menandai akhir Ramadhan, waktu perayaan bersama keluarga dan teman di seluruh dunia Muslim setelah berpuasa setiap hari selama bulan suci.
Namun bagi 2 juta penduduk Gaza, Palestina, kegembiraan tersebut yang berubah menjadi suasana berkabung. Minggu ini, 83 orang tewas atas serangan yang terjadi. Sedangkan Israel kehilangan tujuh anggota militer. (RCS)
