Masih Kontraksi 3,3 Persen, Kredit ke Sektor Usaha Malah Dibayangi PPKM Darurat
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan kredit produktif pada April 2021 terkontraksi sebesar -3,3% year on year (yoy), membaik dari -4,8% yoy pada Maret 2021. Mayoritas provinsi sudah menunjukkan pertumbuhan kredit pada periode tersebut. Hanya ada tujuh provinsi yang mengalami penurunan penyaluran kredit produktif. “Provinsi Aceh menjadi provinsi dengan kinerja penyaluran kredit produktif […]

Ananda Astri Dianka
Author


Pekerja membuat makanan tradisional cireng di sentra UMKM pembuatan Cireng Crispy di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (10/4/2021). Foto : Panji Asmoro/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk melaporkan kredit produktif pada April 2021 terkontraksi sebesar -3,3% year on year (yoy), membaik dari -4,8% yoy pada Maret 2021.
Mayoritas provinsi sudah menunjukkan pertumbuhan kredit pada periode tersebut. Hanya ada tujuh provinsi yang mengalami penurunan penyaluran kredit produktif.
“Provinsi Aceh menjadi provinsi dengan kinerja penyaluran kredit produktif terendah pada April 2021, yaitu terkontraksi sebesar -11,5 persen yoy,” kata Head of Industry and Regional Research Bank Mandiri Dendi Ramdani dalam riset terbarunya, Rabu 7 Juli 2021.
Sebaliknya, Sulawesi Tengah menjadi provinsi dengan pertumbuhan kredit produktif tertinggi pada April 2021, yaitu sebesar 27,4% yoy.
Dari sisi kualitas kredit, provinsi dengan Non-Performing Loan (NPL) tertinggi adalah Lampung (8,1%). Sebaliknya, Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi dengan NPL terendah pada April 2021 (1,3%).
Adapun, NPL kredit produktif pada April 2021 sebesar 3,7%, cenderung tetap dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kredit Perbankan Membaik
Total penyaluran kredit perbankan pada April 2021 tercatat membaik, terlihat dari terkontraksi penyaluran kredit yang lebih kecil, yakni sebesar -2,3% yoy dibandingkan dengan -3,8% yoy pada Maret 2021.
Kontraksi penyaluran kredit menunjukan proses pemulihan perekonomian mulai berjalan yang mendorong permintaan kredit secara perlahan.
Sebagai tambahan, Bank Indonesia (BI) menyatakan penyaluran kredit perbankan kembali membaik pada Mei 2021 dengan kontraksi yang mengecil, yaitu sebesar -1,3% yoy.
Ke depan, laju pemulihan permintaan kredit kemungkinan besar terganggu akibat peningkatan pesat kasus COVID-19 yang selalu di atas 20.000 kasus per hari sejak Juni 2021.
“Pertumbuhan kredit kemungkinan bisa lebih rendah dari perkiraan awal kami yaitu sebesar 5 persen pada 2021,” kata dia.
