Makna di Balik Lagu Sedia Aku Sebelum Hujan Karya Idgitaf
- Sedia Aku Sebelum Hujan menggambarkan komitmen seseorang untuk menjadi pelindung dan penyedia segala kebutuhan pasangannya.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Media sosial tengah dihangatkan lagu berjudul Sedia Aku Sebelum Hujan, dan kalian tentu tahu lagu itu, kan? Brigitta Sriulina Beru Meliala atau Idgitaf adalah sosok di balik kesuksesan lagu ini mampu menyusun dan mengekspresikan emosi hingga menjadikan lagu yang cukup fenomenal di Indonesia.
Ledakan popularitas lagu-lagu Idgitaf di media sosial menunjukkan bahwa audiens kini menginginkan karya yang autentik dan memiliki kedekatan emosional. Idgitaf berhasil menjawab kebutuhan itu dengan menjadi sosok yang apa adanya melalui melodi-melodi yang ia ciptakan. Lagu ini juga diproduksi Enrico Octaviano, dan menjadi kolaborasi pertama mereka.
Sedia Aku Sebelum Hujan menghadirkan nuansa musik pop suka cita dengan sentuhan country. Idgitaf mengungkapkan lewat lagu ini ia ingin mengekspresikan cara mencintai yang ‘ugal-ugalan.’
Dengan lirik yang puisi dan melodi yang lembut, Sedia Aku Sebelum Hujan menggambarkan bentuk cinta yang tulus dan penuh pengorbanan. Layaknya hujan yang bisa turun kapan saja, cinta dalam lagu ini digambarkan sebagai sesuatu yang membutuhkan kesiapan dan ketulusan hati.
Selain itu, diketahui Idgitaf mengidam-idamkan membuat lagu dengan pemain drum, dengan tujuan menambahkan nuansa yang lebih maskulin dalam karyanya.
Lagu ini dibuka dengan alunan harmonika dan biola yang berpadu dengan nuansa musik country. Idgitaf menyampaikan lirik yang seolah mengajak pendengar menelusuri kisah cintanya. Di bagian chorus, ia menekankan upayanya untuk selalu memastikan pasangannya baik-baik saja.
Sedia Aku Sebelum Hujan menggambarkan komitmen seseorang untuk menjadi pelindung dan penyedia segala kebutuhan pasangannya. Selalu siap sedia, bahkan rela mengorbankan kenyamanannya sendiri demi orang yang dicintai.
Idgitaf menyampaikan pesan yang hangat dan tulus, seakan mengingatkan kalau mencintai berarti memberi, bukan menuntut. Lagu ini juga mengajarkan bahwa cinta sejati justru diuji sebelum badai datang, saat segala sesuatunya masih tampak tenang.
Inti pesan lagu ini adalah penegasan bahwa cintanya mendalam dan tunggal, hal ini menunjukkan pasangan tidak akan menemukan dukungan serupa di tempat lain. Sehingga ia menjadi satu-satunya tempat perlindungan dari segala “peperangan” hidup yang dihadapi.
Melalui lagu ini, Idgitaf memasuki ranah seni yang baru, sebuah proses eksplorasi yang terus berkembang dalam dirinya sendiri maupun dalam hubungannya. Seperti tanaman yang terus tumbuh, ia terus menyerap pengalaman dari sekitarnya sambil menjadi lebih kuat dan tangguh.

Distika Safara Setianda
Editor
