Lelang 700 MHz Digeber, Apakah Bisa Tekan Tarif Internet?
- Lelang frekuensi 700 MHz masuk tahap akhir. Simak dampaknya bagi masyarakat, mulai dari sinyal yang lebih luas, percepatan 5G, hingga peluang tarif internet lebih kompetitif.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Lelang spektrum frekuensi 700 MHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memasuki tahap penentuan pemenang.
Meski terdengar sebagai proses teknis di industri telekomunikasi, hasil lelang ini berpotensi membawa dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari sinyal yang lebih luas di daerah terpencil, percepatan layanan 5G, hingga peluang tarif internet yang lebih kompetitif.
Tiga operator seluler nasional, yakni PT Indosat Tbk, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, telah lolos seleksi administrasi dan akan mengikuti tahap lelang harga (e-Auction) yang dijadwalkan berlangsung secara daring pada 7 Juli 2026 pukul 09.00 WIB.
"Tahapan Lelang Harga sebagaimana dimaksud dalam angka 6 akan dimulai pada hari Selasa, 7 Juli 2026 pukul 09.00 WIB melalui sistem e-Auction," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kemkomdigi, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.
Pemenang lelang nantinya berhak mengelola spektrum 700 MHz, salah satu pita frekuensi yang selama ini dinilai paling strategis untuk memperluas akses internet di Indonesia.
Baca juga : Indeks LQ45 Hari Ini Dibuka Lesu, Hanya 4 Saham yang Naik
Sinyal Berpotensi Menjangkau Lebih Banyak Daerah
Manfaat yang paling cepat dirasakan masyarakat dari penggunaan frekuensi 700 MHz adalah meningkatnya jangkauan jaringan seluler, terutama di wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan sinyal.
Frekuensi 700 MHz termasuk kategori low-band spectrum atau pita frekuensi rendah. Karakteristik ini membuat sinyal mampu menjangkau area yang lebih luas dibandingkan frekuensi menengah maupun tinggi.
Selain itu, sinyal pada pita ini juga memiliki kemampuan menembus berbagai hambatan fisik seperti gedung, pepohonan, perbukitan, hingga kawasan pegunungan.
Keunggulan tersebut menjadikan frekuensi 700 MHz sangat ideal untuk memperluas layanan internet di wilayah pedesaan, daerah perbatasan, kepulauan, hingga kawasan tertinggal yang selama ini masih menghadapi masalah blank spot.
Dengan cakupan yang lebih luas, masyarakat di berbagai daerah berpeluang memperoleh kualitas layanan internet yang lebih stabil untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar daring, bekerja dari rumah, mengakses layanan kesehatan digital, hingga komunikasi bisnis.
Karakteristik lain dari frekuensi 700 MHz adalah efisiensi pembangunan jaringan. Karena jangkauan sinyalnya lebih luas, operator tidak perlu membangun menara BTS sebanyak penggunaan frekuensi yang lebih tinggi untuk melayani area dengan cakupan yang sama.
Efisiensi tersebut dapat mempercepat pembangunan jaringan di wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal sekaligus menekan biaya investasi operator dalam memperluas layanan.
Bagi masyarakat, dampaknya adalah peluang hadirnya jaringan 4G maupun 5G di lebih banyak wilayah dalam waktu yang lebih cepat.
Baca juga : IHSG Lanjutkan Downtrend, Hari Ini Dibuka Turun 1,1 Persen
Membuka Peluang Ekonomi Digital di Daerah
Frekuensi 700 MHz juga dikenal sebagai digital dividend, yaitu spektrum yang tersedia setelah migrasi siaran televisi analog ke digital. Pemanfaatan spektrum ini dinilai memiliki dampak ekonomi yang besar karena mampu memperluas akses internet ke berbagai wilayah.
Semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses internet berkualitas, semakin besar pula peluang berkembangnya ekonomi digital di daerah.
Pelaku UMKM dapat memasarkan produk melalui marketplace maupun media sosial dengan koneksi yang lebih stabil. Sektor pendidikan memperoleh akses terhadap pembelajaran digital, sementara masyarakat juga lebih mudah memanfaatkan layanan keuangan digital, pemerintahan elektronik, hingga telemedicine.
Pemerataan akses internet juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan digital antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal.
Lelang frekuensi ini bukan sekadar memberikan hak penggunaan spektrum kepada operator. Komdigi juga menetapkan kewajiban pembangunan jaringan sebagai bagian dari komitmen pemenang lelang.
Operator yang memenangkan spektrum diwajibkan menghadirkan layanan 4G/LTE di desa atau kelurahan tertentu serta mengimplementasikan jaringan 5G di kota maupun kabupaten yang telah ditetapkan pemerintah.
Pemenuhan kewajiban tersebut akan dipantau secara berkala oleh Komdigi agar manfaat spektrum benar-benar dirasakan masyarakat, bukan hanya meningkatkan kapasitas jaringan di kota-kota besar.
Baca juga : Jangan Asal Ikut IPO, Cek 7 Hal Ini Sebelum Serok Saham Baru
Apakah Harga Internet Bisa Lebih Murah?
Pertanyaan yang banyak muncul adalah apakah lelang frekuensi 700 MHz akan membuat harga internet menjadi lebih murah. Jawabannya, peluang itu ada, tetapi tidak terjadi secara otomatis.
Dari sisi teknologi, penggunaan frekuensi 700 MHz memang membuat biaya pembangunan jaringan menjadi lebih efisien karena operator membutuhkan lebih sedikit infrastruktur untuk menjangkau wilayah yang luas.
Efisiensi tersebut berpotensi memberikan ruang bagi operator untuk menawarkan layanan dengan harga yang lebih kompetitif.
Salah satu peserta lelang, XLSMART, bahkan menyatakan akan tetap berupaya menghadirkan tarif layanan yang terjangkau (affordable) apabila memperoleh spektrum tersebut.
Namun demikian, tarif internet tetap dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti besarnya investasi jaringan, harga spektrum yang dibayarkan operator, tingkat persaingan industri, biaya operasional, hingga kebijakan pemerintah.
Karena itu, manfaat yang paling realistis dalam jangka pendek bukanlah penurunan harga internet secara langsung, melainkan peningkatan kualitas layanan, perluasan jangkauan sinyal, dan meningkatnya pilihan layanan bagi masyarakat.

Chrisna Chanis Cara
Editor
