Laba Naik Kala Pandemi, BUMN Semen Bagi-Bagi Dividen Rp1,12 Triliun
- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,12 triliun atau sekitar 40% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan...

Drean Muhyil Ihsan
Author
JAKARTA – Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp1,12 triliun atau sekitar 40% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2020 senilai Rp2,79 triliun.
Sementara, sebanyak 60% atau sekitar Rp1,67 triliun akan ditetapkan sebagai cadangan lainnya. Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2021 yang diselenggarakan pada Senin, 29 Maret 2021.
Diberitakan sebelumnya, holding semen pelat merah berkode saham SMGR ini mencatat peningkatan laba bersih menjadi Rp2,79 triliun sepanjang tahun 2020. Angka ini naik 16,74% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan realisasi laba bersih tahun sebelumnya Rp2,39 triliun.
- Rumor Akuisisi CENT, Digital Colony Malah Borong 4.000 Menara BTS Indosat Rp10,8 Triliun
- Dividen Himbara Menipis, Kantong Negara Kian Kempis
- Meski Susut, Samindo Resource Masih Raup Laba US$22,5 Juta
Sementara itu, laba per lembar saham (earning per share/EPS) SMGR per 31 Desember 2020 naik menjadi Rp471 per lembar. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, EPS saham produsen semen ini senilai Rp403 per lembar.
Berdasarkan laporan keuangan tahunan yang dirilis perseroan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), SMGR juga berhasil menekan beban pokok pendapatan selama masa pandemi.
Tercatat, beban pokok pendapatan perseroan turun 14,83% yoy menjadi Rp23,55 triliun pada 2020, dari Rp27,65 triliun pada tahun sebelumnya.
Hal ini dibarengi dengan penurunan yang terjadi pada pos beban penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban keuangan. Kendati begitu, pendapatan SMGR terkoreksi 12,88% secara tahunan dari Rp40,37 triliun pada 2019, menjadi Rp35,17 triliun pada tahun lalu.
Total liabilitas perseroan pada tahun lalu menurun 7,63% menjadi Rp40,71 triliun dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp43,92 triliun. Dana syirkah temporer perseroan menipis dari Rp2 triliun pada 2019, menjadi Rp1,78 triliun pada 2020. Sementara, ekuitas SMGR menebal 5,19% yoy dari Rp33,89 triliun menjadi Rp35,65 triliun
Di sisi lain, kas dan setara kas SMGR menciut dari Rp3,95 triliun pada 2019, menjadi Rp2,93 triliun pada tahun lalu. Total aset juga menurun menjadi Rp78,01 triliun pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp79,81 triliun. (SKO)
