Pasar Modal

Kinerja 2022 Diprediksi Mengendur, Analis Pangkas Target Saham Japfa (JPFA)

  • Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni memperkirakan pendapatan perseroan pada kuartal terakhir lalu sekitar Rp154 miliar, anjlok 51,5% secara kuartalan dan 70,2% secara tahunan.
<p>Kantor Japfa Comfeed / Shareinv.com</p>

Kantor Japfa Comfeed / Shareinv.com

(Istimewa)

JAKARTA – Emiten unggas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) diprediksi mencatat kinerja yang buruk sepanjang tahun lalu dan triwulan IV-2022. Secara garis besar, kondisi ini dipengaruhi oleh harga ayam broiler yang melemah.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni memperkirakan pendapatan perseroan pada kuartal terakhir lalu sekitar Rp154 miliar, anjlok 51,5% secara kuartalan dan 70,2% secara tahunan. 

Menurutnya, proyeksi ini akan membawa pendapatan kumulatif sebesar Rp1,58 triliun pada tahun 2022. Angka itu anjlok 18,5% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan perolehan perseroan pada tahun sebelumnya.

“Kondisi ini mencerminkan penurunan 24,5 persen dari proyeksi kami sebelumnya karena pemulihan harga broiler dan DOC yang lebih lambat dari perkiraan di tengah sedikit penurunan harga soybean meal,” ujarnya melalui riset yang dirilis Senin, 27 Februari 2023.

Emma mengungkapkan harga broiler yang melemah pada akhir kuartal III-IV tahun lalu berdampak pada pemusnahan yang lebih rendah sejak Oktober 2022 sekitar 7-17 juta final stock (FS) per minggu dari 20-7 juta per minggu.

Harga rata-rata broiler pada kuartal IV-2022 mencapai Rp15.700 per kilogram, anjlok 15,3% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya dan minus 18,1% dari periode yang sama tahun 2021.

Di sisi lain, bahan baku untuk segmen pakan melunak, dengan rata-rata harga soybean meal pada triwulan terakhir 2022 turun sebesar 7,4% secara kuartalan. Namun, Emma menilai penguatan marjin segmen pakan sepertinya tidak cukup untuk mengimbangi lemahnya harga broiler dan DOC.

Kendati begitu, ia yakin tahun 2023 akan memberikan prospek yang lebih baik untuk sektor perunggasan didukung oleh penurunan harga bahan baku seiring dengan normalisasi harga komoditas global. Sehingga marjin profitabilitas segmen pakan akan meningkat.

Menimbang kondisi itu, Emma memangkas perkiraan pendapatan perseroan pada 2023 sebesar 19,6% dari perkiraan sebelumnya, untuk memperhitungkan pemulihan harga broiler yang lebih lambat dan normalisasi harga bungkil kedelai di bawah perkiraan pada awal tahun ini. 

“Kami mengulangi rekomendasi Buy pada saham JPFA dengan target lebih rendah pada level Rp1.800 per lembar,” pungkasnya.

Melansir RTI Business, saham JPFA ditutup stagnan pada level harga Rp1.310 pada penutupan perdagangan awal pekan ini dengan kapitalisasi pasar senilai Rp15,36 triliun. Dalam sehari, saham JPFA bergerak pada level Rp1.305 – Rp1.320.