Korporasi

Kembangkan Bank Digital, MNC Bank Bakal Rights Issue dan Private Placement

  • JAKARTA – PT Bank MNC Internasional Tbk milik konglomerat Harry Tanoesoedibjo berencana melakukan dua aksi dalam rangka penambahan modal. Kedua aksi tersebut adalah penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa 4 […]

<p>PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo / Dok. MNC Bank</p>

PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo / Dok. MNC Bank

(Istimewa)

JAKARTA – PT Bank MNC Internasional Tbk milik konglomerat Harry Tanoesoedibjo berencana melakukan dua aksi dalam rangka penambahan modal.

Kedua aksi tersebut adalah penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue dan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Selasa 4 Mei 2021, kedua aksi ini baru akan dilaksanakan setelah mendapatkan lampu hijau dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 9 Juni 2021.

Rights Issue

MNC Bank berencana melakukan rights issue sebanyak-banyaknya 14.234.614.925 (14,23 miliar) lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp50 per saham atau sebanyak-banyaknya sejumlah 33,33% dari modal disetor setelah terlaksananya aksi ini.

Jangka waktu pelaksanaan aksi ini terhitung setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.

Merujuk pada ketentuan
Pasal 8 ayat (3) POJK 32/2015, jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran
tidak lebih dari 12 bulan.

Private Placement

Selain rights issue, perseroan juga bermaksud untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya sejumlah 2.533.329.631 (2,53 miliar) lembar saham Seri B dengan nilai nominal Rp50 atau sebanyak-banyaknya 10% dari seluruh saham yang telah disetor penuh per 18 Desember 2020.

Periode pelaksanaan private placement terhitung sejak 9 Juni 2021 sampai dengan 9 Juni 2023.

Adapun seluruh dana yang diperoleh dari masing-masing aksi tersebut akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan. Selanjutnya juga sebagai modal kerja, serta ekspansi kredit.

Tak ketinggala untuk mendukung transformasi MNC Bank menjadi bank digital. Termasuk pengembangan aplikasi perbankan digital “Motion” dengan pengintegrasian aplikasi tersebut dengan kartu kredit dan SPIN (platform pembayaran digital dari MNC Group).

Dengan adanya sejumlah saham baru yang diterbitkan dalam kedua aksi di atas, pemegang saham perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) kepemilikan saham secara proporsional.

Ini sesuai dengan jumlah saham baru yang diterbitkan yaitu sebanyak-banyaknya 33.33% setelah HMETD dan 37,07% setelah HMETD dan PMTHMETD.

Dilusi yang terjadi atas PMTHMETD terhadap jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sebelum penambahan modal dengan HMETD dan PMTHMETD relatif kecil, yaitu sebesar 9,09% (RCS)