Tren Ekbis

Kajian Membuktikan Tengkulak Masih Jadi Masalah Besar Petani Tembakau

  • JAKARTA – Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memaparkan hasil kajian “Pola Kemitraan dalam...
Kajian Membuktikan Tengkulak Masih Jadi Masalah Besar Petani Tembakau

JAKARTA – Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerja sama dengan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) memaparkan hasil kajian “Pola Kemitraan dalam Pertanian Tembakau yang Berkelanjutan” di Ruang Serba Guna Apindo, Gedung Permata Kuningan, Jumat (17/1/2020).

Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2019 tersebut bertujuan untuk menggali lebih dalam dampak skema kemitraan terhadap produktivitas dan kualitas pertanian tembakau. Hal itu rupanya berpengaruh terhadap kesejahteraan petani yang dapat dilihat melalui perbandingan hasil pertanian mitra dan non-mitra.

Kabupaten Rembang, Wonogiri, Jember, dan Jombang dipilih sebagai sampel yang dianggap mewakili gambaran usaha petani penghasil tembakau dengan pangsa produksi terbesar, yakni mencapai 72,3% dari produksi tembakau nasional.

Perlu Dorongan Pemerintah

Sebagai pemateri, dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Nunung Nuryartono, mengungkapkan bahwa pemerintah perlu terlibat aktif sebagai fasilisator dan mediator, khususnya untuk memitigasi adanya konflik antara petani mitra dengan perusahaan.

Selain itu, peran pemerintah juga diharapkan dapat mengurangi praktik-praktik tengkulak ilegal di lapangan sehingga faktor yang dapat menggerus pendapatan dan kesejahteraan petani dapat dihindari.

Saat disinggung mengenai solusinya, Haris Darmawan, perwakilan dari Kementerian Pertanian, mengatakan bahwa kesejahteraan petani dapat ditingkatkan melalui kemitraan.

“Dengan bermitra, kepastian harga di pasar akan didapatkan. Petani dan pihak Industri Hasil Tembakau (IHT) juga memiliki kebijakan mengenai varietas, kuantitas, serta kualitas hasil tembakau yang dibutuhkan. Kami pun tengah mencari pola yang paling bagus, tetapi pada intinya kedua belah pihak harus saling menguntungkan.”

IPB dalam hal ini merekomendasikan empat syarat kriteria kemitraan yang berkelanjutan, antara lain hak dan kewajiban dilakukan sesuai kesepakatan, transparansi penetapan harga berdasarkan kualitas, loyalitas petani mitra dalam memasarkan produk, dan saling percaya antarpelaku kemitraan.