Jaga Ketahanan Pangan, Pemerintah Anggarkan Rp27,86 Miliar Bangun Irigasi di NTT
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air mengalokasikan anggaran Rp24,76 miliar pada 2021 untuk membangun Daerah Irigasi (DI) Baing tahap II di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Reza Pahlevi
Author
JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air mengalokasikan anggaran Rp24,76 miliar pada 2021 untuk membangun Daerah Irigasi (DI) Baing tahap II di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, dikutip Rabu, 12 Mei 2021.
Basuki mengatakan pembangunan irigasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan membantu memulihkan perekonomian masyarakat terdampak pandemi COVID-19.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Pembangunan DI Baing ini merupakan pembangunan lanjutan jaringan irigasi dalam mendukung program food estate di NTT. Pada 2020 lalu, Kementerian PUPR telah membangun 4 DI dengan anggaran Rp82,28 miliar.
Keempat DI tersebut adalah DI Kodi seluas 700 hektar, DI Baing (Tahap I) seluas 14 hektare (ha), DI Wae Laku dan Wae Dingin seluas 125 ha, dan DI Raknamo seluas 250 ha.
Tidak hanya membangun jaringan irigasi baru saja, Kementerian PUPR pun melanjutkan rehabilitasi irigasi pada 8 DI.
Rehabilitasi ini akan menghabiskan anggaran Rp119,5 miliar yang meliputi DI Nggorang, DI Lembor, DI Netemnanu, DI Tilong, DI Satarbeleng, DI Wae Dingin, DI Mbay Kanan, dan DI Nebe.
Guna mempercepat aliran air ke persawahan sebagai jaringan irigasi, Kementerian PUPR bersama TNI membangun prasarana air baku dgn pompa hidram dan jaringanya sebanyak 89 titik.
Hingga saat ini sudah ada 49 embung dengan air baku sebesar 202 liter per detik dan 478 sumur air tanah dengan air baku sebesar 716 liter per detik yang berpotensi melayani jaringan irigasi ke lahan pertanian seluas 12,864 ribu hektar.(RCS)
