Tren Leisure

IVE Jadi Girl Group Pertama yang Raih Perfect All-Kill di 2026 dengan Lagu BANG BANG

  • IVE meraih Perfect All-Kill (PAK) keenam mereka dengan lagu baru mereka BANG BANG. Lagu ini menjadi lagu K-pop pertama di tahun 2026 yang mencapai pencapaian tersebut dan merupakan pencapaian keenam dalam karier IVE.
Girl group K-pop IVE.
Girl group K-pop IVE. (x.com/IVEstarship)

JAKARTA, TRENASIA.ID – IVE meraih Perfect All-Kill (PAK) keenam mereka dengan lagu baru mereka BANG BANG, yang berarti berhasil menduduki peringkat pertama di seluruh tangga lagu musik utama Korea Selatan.

Lagu ini menjadi lagu K-pop pertama di tahun 2026 yang mencapai pencapaian tersebut dan merupakan pencapaian keenam dalam karier IVE.

Menurut pelacak tangga lagu, lagu tersebut mendominasi tangga lagu real-time, harian, dan Top 100 di Melon, Genie, Flo, Vibe, dan Bugs, serta menduduki peringkat No. 1 di tangga lagu populer mingguan YouTube Music Korea (13-19 Februari 2026).

Dilansir dari KbiZoom, dengan BANG BANG, IVE kini telah memiliki enam lagu yang berhasil meraih Perfect All-Kill, yaitu After LIKE, Kitsch, I AM, Baddie, REBEL HEART, dan BANG BANG. Rekor ini menjadikan IVE sebagai girl group dengan jumlah lagu PAK terbanyak dalam sejarah K-pop hingga Februari 2026.

Pencapaian tersebut sekaligus membantah spekulasi yang belakangan menyebut popularitas mereka menurun. BANG BANG sendiri adalah lagu yang menyampaikan pesan kemandirian tentang membuat pilihan sendiri dan menempuh jalan sendiri tanpa terpengaruh oleh pandangan atau desas-desus orang lain. 

Meski viralitas di media sosial dan dominasi tren mereka mungkin tidak sebesar saat masa debut yang meledak, IVE tetap menjadi girl group generasi keempat dengan performa digital paling stabil di Korea Selatan. Setiap comeback mereka konsisten meraih posisi tinggi di tangga lagu domestik, didukung penjualan album yang kuat serta tur konser yang menguntungkan.

IVE memulai debutnya pada Desember 2021 di bawah naungan Starship Entertainment dan dengan cepat memantapkan diri sebagai salah satu representasi utama generasi keempat K-pop. Konsep “high-teen” yang mewah dan warna pop yang mudah diterima publik membuat mereka langsung mencuri perhatian lewat single debut ELEVEN, yang meraih 13 trofi acara musik.

Lagu-lagu hits berikutnya seperti Love Dive, After LIKE, dan I AM juga berhasil memuncaki berbagai tangga lagu besar dan memenangkan Daesang kategori “Song of the Year” di ajang penghargaan seperti MAMA Awards, Melon Music Awards, dan Golden Disc Awards hanya dalam waktu satu tahun sejak debut mereka.

IVE dengan formasi enam anggota yang terdiri dari An Yujin, Gaeul, Rei, Jang Wonyoung, Liz, dan Leeseo, kerap dijuluki media Korea sebagai grup tanpa celah visual, menekankan visual mereka yang seimbang dan tinggi badan rata-rata yang mencolok.

Sebelum debut bersama IVE, An Yujin dan Jang Wonyoung lebih dulu aktif sebagai anggota IZ*ONE. Dalam grup, Liz berperan sebagai vokalis utama, Gaeul dan Rei mengisi posisi rapper, sementara Leeseo menjadi member termuda. Sejak debut, formasi anggota ini tidak pernah mengalami perubahan.

Meskipun memiliki indikator domestik yang kuat, IVE menghadapi kritik terkait performa tangga lagu internasional mereka dibandingkan dengan grup-grup sejenis seperti NewJeans atau LE SSERAFIM.

Girl group K-pop, IVE. (x.com/IVEstarship)

Beberapa rilisan terbaru, termasuk Baddie dan HEYA, mencapai peringkat tinggi di Korea tetapi membutuhkan waktu lebih lama untuk menanjak di tangga lagu dibandingkan dengan mega-hit sebelumnya.

Grup ini juga menghadapi perdebatan tentang stabilitas vokal saat penampilan encore. Faktor-faktor ini memicu narasi dari para kritikus yang menyebut mereka tertinggal dalam persaingan girl group generasi ke-4.

Pada Februari 2026, IVE comeback dengan album full-length kedua mereka, REVIVE+. Single pra-rilis BANG BANG dirilis pada 9 Februari 2026 dan kemudian menjadi salah satu dari dua lagu utama bersama BLACKHOLE ketika album resmi diluncurkan pada 23 Februari 2026. Album yang berisi 12 lagu ini juga memuat lagu-lagu solo yang sebelumnya dibawakan selama tur konser.

Dari segi musik, BANG BANG menandai pergeseran gaya. Lagu ini memadukan produksi EDM modern dengan intro yang terinspirasi dari Western Swing, menandakan konsep yang lebih gelap dan misterius dibandingkan dengan estetika manis dan kekanak-kanakan mereka sebelumnya. Penampilan tersebut juga telah memicu momentum eksplosif lagu tersebut.

Dilansir dari Hello Kpop, dengan memadukan EDM bertempo cepat dengan koreografi yang energik, IVE memperkenalkan gerakan-gerakan yang langsung dikenali seperti Shoulder Dance yang menggoyangkan bahu, Keyring Dance yang digerakkan tangan meniru headbanging, dan Ayaya Dance yang dramatis dengan gerakan membungkuk ke belakang.

Gerakan-gerakan menarik ini telah memicu tantangan viral di berbagai platform, termasuk TikTok, yang memperkuat popularitas lagu tersebut secara global.

Jang Wonyoung ikut serta dalam penulisan lirik, dengan kontribusi tambahan dari Exy WJSN. Video musiknya juga konsisten menempati peringkat tinggi di tangga lagu trending global YouTube selama beberapa hari berturut-turut.

Jang Wonyoung terus mempertahankan pengakuan individu yang luar biasa. Setelah pertama kali debut secara publik pada 2018 melalui Produce 48 sebelum kembali debut dengan IVE, kini ia memasuki tahun kedelapannya di industri hiburan.

Sering dijuluki sebagai “K-pop Princess,” Wonyoung secara konsisten menempati peringkat pertama dalam peringkat reputasi merek individu untuk girl group dan tetap menjadi sosok dominan dalam kampanye iklan. Istilah seperti “Wonyoung-esque” dan “Lucky Vicky” telah menjadi sebutan populer yang melekat pada citra rapi dan branding mindset positif miliknya.

Dari metrik performa digital dan angka penjualan album jutaan kopi hingga kekuatan merek individu, data terkini menegaskan bahwa IVE tetap berada di antara girl group papan atas di pasar Korea. Meraih Perfect All-Kill pertama di tahun 2026 dengan BANG BANG bukan sekadar menambah trofi, tapi juga menjadi bukti nyata dari dominasi mereka yang berkelanjutan di kancah K-pop yang semakin kompetitif.

Alih-alih menunjukkan penurunan, angka-angka tersebut justru mencerminkan penyesuaian strategi. Bagi grup yang pernah dicap sebagai tanpa cela, pencapaian terbaru ini menjadi jawaban tegas atas pertanyaan mengenai daya tahan dan konsistensi mereka.