Indosaku Edukasi Mahasiswa soal Pinjaman Digital yang Bijak
- Indosaku memperkuat literasi keuangan digital untuk mendorong ekosistem fintech lending yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi masyarakat.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Di tengah pesatnya pertumbuhan layanan pinjaman daring (fintech lending), literasi keuangan digital dinilai menjadi tantangan penting, terutama bagi generasi muda yang semakin akrab dengan layanan finansial berbasis aplikasi.
Kondisi tersebut mendorong PT Indosaku Digital Teknologi (Indosaku) memperkuat program edukasi keuangan digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem fintech lending yang lebih sehat dan bertanggung jawab.
Sebagai platform pinjaman daring yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indosaku menilai pemahaman masyarakat terkait pengelolaan pinjaman digital menjadi faktor penting untuk menekan risiko penggunaan layanan keuangan secara berlebihan.
Direktur Utama Indosaku Yulvina Napitupulu mengatakan pinjaman digital seharusnya dipahami sebagai instrumen finansial yang digunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan. “Pinjaman seharusnya dipahami sebagai salah satu instrumen finansial yang perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Generasi Muda Jadi Fokus Literasi
Salah satu langkah yang dilakukan Indosaku ialah berpartisipasi dalam program Pindar Mengajar yang digelar Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.
Melalui program tersebut, Indosaku mengangkat filosofi Transformasi Cerdas Menjadi Bijak, yang menekankan pentingnya pemahaman finansial sekaligus penggunaan layanan keuangan digital secara tepat.

Yogyakarta dipilih karena memiliki karakteristik sebagai kota pendidikan dengan konsentrasi mahasiswa yang tinggi. Kelompok usia muda dinilai menjadi salah satu pengguna layanan finansial digital paling aktif, tetapi juga rentan terhadap risiko pinjaman online ilegal maupun pengelolaan utang yang kurang sehat.
Menurut Yulvina, pemahaman terkait kemampuan membayar dan risiko pinjaman perlu diperkuat sejak dini agar masyarakat tidak terjebak penggunaan layanan keuangan yang konsumtif.
Edukasi Pinjol Legal dan Ilegal
Selain edukasi di kampus, Indosaku juga aktif menjalankan literasi terkait perbedaan layanan pinjaman daring legal dan ilegal. Langkah ini dinilai penting di tengah maraknya praktik pinjol ilegal yang masih menjadi perhatian regulator dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui kolaborasi bersama OJK, AFPI, dan institusi pendidikan, perusahaan berharap masyarakat semakin memahami cara menggunakan layanan keuangan digital secara aman dan sesuai kebutuhan.
Fenomena ini menunjukkan industri fintech lending kini tidak hanya dituntut tumbuh secara bisnis, tetapi juga perlu membangun ekosistem yang lebih sehat melalui edukasi konsumen.
Di tengah tingginya penetrasi layanan digital pada generasi muda, literasi keuangan menjadi faktor penting agar akses pembiayaan digital benar-benar mendorong produktivitas, bukan justru memicu masalah keuangan baru.

Chrisna Chanis Cara
Editor
