Tren Pasar

Incar iPhone 17 dari Dividen TLKM? Segini Lot yang Dibutuhkan

  • Dividen TLKM Rp221 per saham membuat dividend yield tembus 9,4%. Simak simulasi modal untuk meraih dividen setara iPhone 15 hingga iPhone 17 Pro.
Telkom
neuCentrIX Banda Aceh (Telkom)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) kembali menjadi perhatian investor setelah perusahaan telekomunikasi pelat merah tersebut mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp221 per saham untuk tahun buku 2025. 

Di tengah pelemahan harga saham yang cukup tajam, dividen besar tersebut membuat banyak investor mulai mempertimbangkan strategi dividend hunting atau berburu dividen.

Dengan harga saham yang sempat turun hingga menyentuh level Rp2.350 per saham, dividend yield TLKM kini berada di kisaran 9,4%, menjadikannya salah satu saham blue-chip dengan tingkat imbal hasil dividen tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2026.

Namun, apakah membeli TLKM menjelang pembagian dividen masih menjadi strategi yang menarik? Berikut analisis lengkap mengenai peluang dan risikonya.

Baca juga : Gubernur BI Vs Menteri Keuangan, Siapa Dominan Tentukan Nasib Rupiah?

Dividen TLKM 2026 Capai Rp21,9 Triliun

Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Telkom menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun atau setara Rp221 per saham.

Menariknya, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) kali ini mencapai sekitar 123,03 persen dari laba bersih tahun 2025. Angka tersebut lebih tinggi dari laba bersih yang dibukukan perusahaan karena sebagian dana dividen berasal dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp4,2 triliun.

Bagi investor, kebijakan ini menunjukkan komitmen Telkom dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham di tengah kondisi bisnis yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

Jadwal Penting Dividen TLKM 2026

Investor yang ingin memperoleh dividen wajib memperhatikan jadwal berikut:

  • Ex-Dividend Date: 11 Juni 2026
  • Recording Date: 19 Juni 2026
  • Pembayaran Dividen: paling lambat 10 Juli 2026
  • Investor harus memiliki saham TLKM sebelum tanggal ex-dividend agar tercatat sebagai pemegang saham yang berhak menerima dividen.

Harga Saham TLKM Berfluktuasi Tajam

Pergerakan saham TLKM dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas tinggi.

Pada perdagangan Penutupan perdagangan Senin, 8 Januari 2026, saham TLKM ditutup di level Rp2.350 per saham setelah anjlok 14,86% atau turun 410 poin dan sempat menyentuh Auto Reject Bawah (ARB).

Namun sehari kemudian, Selasa pagi, 9 Juni 2026, saham TLKM mulai menunjukkan pemulihan dengan bergerak di rentang Rp2.530 hingga Rp2.570 per saham atau menguat sekitar 7,66% hingga 9,36% dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pemulihan tersebut turut membantu penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), bersama kontribusi dari saham BREN.

Meski demikian, tekanan jual dari investor asing masih menjadi perhatian. Data perdagangan menunjukkan net sell asing mencapai sekitar Rp709,48 miliar pada perdagangan sebelumnya.

Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: AMRT dan CPIN Naik, ADMR Turun

Berapa Modal untuk Dapat Iphone 15 dan 17

Banyak investor mulai menghitung potensi pendapatan pasif dari dividen TLKM.

Dengan asumsi dividen Rp221 per saham atau Rp22.100 per lot (100 saham), berikut simulasi kebutuhan investasi untuk mencapai target dividen tertentu setelah memperhitungkan pajak final 10 persen.

Target Dividen Bersih Rp10 Juta

Investor memerlukan dividen kotor sekitar Rp11,11 juta atau senilai harga Iphone 15 basic yang dibandrol di kisaran Rp11-12 juta.

Jumlah kepemilikan yang dibutuhkan:

  • 503 lot
  • 50.300 saham
  • Estimasi modal:
  • Rp118,2 juta pada harga Rp2.350
  • Rp129,3 juta pada harga Rp2.570

Target Dividen Bersih Rp20 Juta

Investor memerlukan dividen kotor sekitar Rp22,22 juta  atau senilai harga Iphone 17 Pro yang dibandrol di kisaran Rp22-24 juta.

Jumlah kepemilikan:

  • 1.006 lot
  • 100.600 saham
  • Estimasi modal:
  • Rp236,4 juta pada harga Rp2.350
  • Rp258,5 juta pada harga Rp2.570

Target Dividen Bersih Rp50 Juta

Investor memerlukan dividen kotor sekitar Rp55,55 juta.

Jumlah kepemilikan:

  • 2.514 lot
  • 251.400 saham
  • Estimasi modal:
  • Rp590,8 juta pada harga Rp2.350
  • Rp646,1 juta pada harga Rp2.570

Perhitungan tersebut memberikan gambaran realistis mengenai kebutuhan modal bagi investor yang ingin menjadikan dividen sebagai sumber pendapatan tambahan.

Baca juga : IHSG Dibuka Naik 0,5 Persen di Pembukaan 9 Juni 2026

Potensi Double Profit: Dividen dan Capital Gain

Selain dividen, investor juga mengincar potensi keuntungan dari kenaikan harga saham atau capital gain.

Faktor Pendukung Kenaikan Harga

Beberapa faktor yang berpotensi menjadi katalis positif bagi TLKM antara lain:

1. Valuasi Lebih Murah

Harga saham TLKM yang telah terkoreksi lebih dari 30 persen sepanjang tahun membuat valuasinya relatif lebih menarik dibandingkan periode sebelumnya.

2. Program Buyback Rp4 Triliun

RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp4 triliun yang akan berlangsung mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Program ini berpotensi mengurangi jumlah saham beredar dan membantu menjaga stabilitas harga saham di pasar.

3. Efek Dividend Hunting

Secara historis, saham dengan dividend yield tinggi sering mengalami peningkatan minat beli menjelang tanggal cum-dividen karena investor ingin memperoleh hak atas dividen.

Risiko yang Perlu Diperhatikan Investor

Meski menawarkan dividen besar, TLKM masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan.

  • Penurunan Kinerja Keuangan
    • Laporan kuartal pertama 2026 menunjukkan laba bersih Telkom turun sekitar 22 persen secara tahunan menjadi Rp4,34 triliun. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai prospek pertumbuhan laba perusahaan dalam jangka menengah.
  • Tekanan Jual Asing
    • Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan ini dapat membatasi ruang kenaikan harga saham meskipun perusahaan membagikan dividen besar.
  • Risiko Sentimen dan Tata Kelola
    • Pasar juga mencermati berbagai isu terkait pengadaan dan tata kelola yang berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan.

Bagi investor berprofil agresif, momentum menjelang cum-dividen dapat menjadi peluang untuk memperoleh dividen sekaligus mengejar potensi pemulihan harga saham. 

Sementara bagi investor yang lebih konservatif, menunggu setelah ex-dividend date untuk mendapatkan harga yang lebih rendah bisa menjadi strategi alternatif yang layak dipertimbangkan.

Pada akhirnya, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, toleransi risiko, dan horizon investasi masing-masing investor.