IHSG Runtuh Efek Perang Iran dan Saham Prajogo, Waktunya Beli?
- Saham Prajogo Pangestu runtuh parah terseret eskalasi perang Iran. Akibatnya, IHSG anjlok tajam menembus lebih dari 1%! Simak 3 rekomendasi saham cuan hari ini

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Gelombang badai sempurna resmi menghantam pasar modal pada awal perdagangan hari Jumat 6 Maret 2026. Tekanan berat yang menimpa jaringan perusahaan milik taipan Prajogo Pangestu langsung memicu kepanikan luar biasa bagi seluruh investor bursa domestik saat ini.
Aksi jual massal tersebut langsung membuat saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) anjlok sangat dalam hingga -6,42%. Selain itu, saham korporasi tambang PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga terpantau ikut terkoreksi sangat parah mencapai angka tingkat pelemahan -6,44%.
Pelemahan ini melanda saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang merosot tajam -3,08%. Kerugian turut dicatatkan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) yang tergelincir -2,79%, serta saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melemah sebesar -1,4%.
IHSG Tumbang Terseret Sentimen
Rontoknya saham raksasa tersebut membuat Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami koreksi tajam menembus lebih dari 1%. Data per pukul 09.11 WIB menunjukkan bahwa posisi IHSG telah hancur sebesar 79,13 poin atau melemah -1,03% menuju posisi level 7.631,41.
Kepanikan pasar terlihat jelas saat tercatat sebanyak 399 emiten tumbang secara bersamaan. Sementara itu, hanya terdapat 168 emiten yang berhasil menguat menahan tekanan bursa, dan 391 aset saham emiten lainnya terpantau sama sekali tidak bergerak pada sesi awal ini.
Nilai total transaksi harian bursa tersebut langsung menembus angka raksasa mencapai Rp1,95 triliun. Aktivitas perdagangan berdarah itu juga melibatkan perputaran aset hingga 4,07 miliar lembar saham melalui 237,7 ribu kali frekuensi transaksi secara serentak pada periode sesi pagi ini.
Saran Analis di Tengah Kepanikan
BRI Danareksa Sekuritas menyoroti lompatan pemulihan bursa domestik pada Kamis, 5 Maret 2026 kemarin amat rentan. Menyikapi situasi pasar keuangan tersebut, "Namun, penguatan ini berpotensi hanya technical rebound atau dead cat bounce, dengan IHSG masih berisiko kembali menguji support selanjutnya," paparnya dalam risetnya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Secara analisis teknikal, lembaga keuangan tersebut memproyeksikan pergerakan indeks akan sangat terbatas di rentang level titik pertahanan 7.500 hingga 7.575. Apabila terjadi perlawanan arus positif, batas resistensi atas indikator pergerakan transaksi diproyeksikan tertahan pada area nilai angka 7.855 hingga mencapai 8.000.
Investor menanti pengumuman data strategis. Dokumen cadangan devisa, data penggajian nonpertanian Amerika Serikat, serta indikator pengangguran sangat dinantikan. Tim merekomendasikan opsi beli pada emiten PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), dan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT).
Tsunami Minyak Perang Timur Tengah
Kejatuhan pasar modal domestik hari ini beriringan dengan ledakan sentimen negatif dari kawasan internasional. Konflik keamanan geopolitik bersenjata antara militer Amerika Serikat, negara Israel, dan pasukan Iran telah memicu ketakutan krisis energi yang meningkatkan beban ketidakpastian bagi seluruh investor.
Ketegangan kawasan militer tersebut memicu lonjakan luar biasa pada harga jual minyak mentah hingga mencapai rekor tertinggi. Mengutip data lembaga Refinitiv, harga acuan komoditas minyak jenis Brent telah melonjak tajam mendekati 4% untuk ditutup sangat kuat pada posisi US$84.
Lonjakan harga yang serupa juga sangat terlihat jelas pada harga minyak tipe WTI yang resmi melesat hingga 8,5% menuju posisi US$81,01. Posisi harga transaksi bursa internasional tersebut merupakan rekor pencapaian nilai yang paling tinggi sejak periode bulan Juli 2024.
Ancaman Blokade Urat Nadi Global
Eskalasi peperangan wilayah tersebut telah menyebabkan lalu lintas armada kapal tanker distribusi logistik di perairan Selat Hormuz lumpuh. Aktivitas pengiriman sumber daya energi global dipastikan terhambat parah setelah otoritas militer Iran mengklaim keberhasilan mereka menghancurkan sebuah kapal komersial menggunakan rudal.
Menambah kepanikan struktur pasar energi internasional, otoritas pemerintahan negara China turut mengambil langkah manuver pembatasan secara drastis. Mereka dilaporkan telah mengeluarkan perintah resmi kepada seluruh fasilitas kilang minyak besar agar menghentikan total aktivitas ekspor produk diesel maupun komoditas bensin.
Berbagai tekanan sentimen geopolitik internasional dan kebijakan energi ekstrem inilah yang membuat pasar saham Asia berguguran secara serentak. Indeks bursa kawasan tersebut terpantau kompak dibuka sangat berdarah pada sesi aktivitas perdagangan akhir pekan karena mengikuti jejak kemerosotan tajam Wall Street.
Runtuhnya Bursa Asia dan Amerika
Di benua Asia, indeks Kospi milik negara Korea Selatan tercatat anjlok sebesar -0,87% usai menikmati rekor hari terbaiknya. Di negara Jepang, indeks Nikkei 225 turun tipis sebesar -0,24%, sementara indikator pasar keuangan Topixmerosot lebih dalam menyentuh angka sekitar -0,42%.
Sementara itu, indeks S&P ASX 200 milik Australia juga terjatuh -1,09% karena terbebani kepanikan kejatuhan saham sektor material. Kondisi muram juga menjangkiti bursa Hong Kong di mana indeks berjangka Hang Seng tertahan lemah pada level 25.037 jika dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Kehancuran bursa Asia tersebut mencerminkan penutupan pasar Wall Street pada perdagangan hari sebelumnya. Indeks raksasa Dow Jones ditutup melemah -1,61% menuju 47.954,74, indikator S&P 500 turun -0,56% menuju 6.830,71, dan indeks teknologi Nasdaq resmi tergerus sangat lemah menuju level 22.748,99.

Alvin Bagaskara
Editor
