IHSG Rawan Merosot 7000, PTBA hingga ADMR Cocok Buat Swing Trader
- IHSG diproyeksikan merosot menguji level 7000 pekan ini. Pantau 6 saham pilihan mulai PTBA hingga ADMR khusus bagi pelaku swing trader.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Momentum libur panjang Lebaran 2026 membuat waktu transaksi bursa saham domestik menjadi sangat terbatas pekan ini. Kondisi periode perdagangan singkat tersebut justru menghadirkan peluang akumulasi bagi para pelaku swing trader guna mengantisipasi tingginya tingkat volatilitas pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 16 Maret 2026, diproyeksikan masih mengalami tekanan menguji batas psikologis 7000 menyusul hantaman sentimen negatif perekonomian global. Pemicunya adalah eskalasi konflik Timur Tengah, di mana harga minyak Brent menembus angka US$100 per barel selama 2 hari beruntun.
Kondisi tersebut membuat IHSG pada perdagangan akhir pekan lalu terjerembab di zona merah akibat kekhawatiran fiskal. Namun sejumlah indeks saham global juga mengalami tekanan karena investor takut akan stagflasi "Indeks di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Jumat menambah pelemahan secara mingguan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Senin, 16 Maret 2026.
Arah Kebijakan Suku Bunga
Para pelaku pasar saham menanti serangkaian keputusan kebijakan moneter dari berbagai bank sentral merespons dinamika energi dunia. Otoritas moneter global memegang peranan amat krusial saat krisis melanda memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga mengawal perputaran modal seluruh pemodal.
Tren penguatan kurs dolar Amerika Serikat turut menekan harga emas dunia cukup dalam pekan ini. Investor global amat teliti mencari panduan mengenai cara bank sentral memandang risiko makroekonomi ketika konflik geopolitik belum menunjukkan indikasi segera berakhir mereda.
Dari ranah domestik para pelaku pasar amat menantikan langkah konkret pemerintah mengantisipasi lonjakan harga minyak. "Presiden menyatakan lebih cenderung akan melakukan penghematan dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN," jelas tim riset Phintraco Sekuritas.
Pemerintah amat menyadari rintangan berat realisasi belanja negara tahun ini demi menjaga stabilitas moneter nasional. Bank sentral yang akan mengelar RDG pada pekan ini diproyeksikan ikut merespons krisis tersebut lewat instrumen kebijakan mutlak mereka menahan suku bunga acuan agar bertahan mencapai level presisi tinggi.
Akumulasi Saham Tambang Unggas
Tim riset Phintraco merekomendasikan manuver perdagangan jangka pendek membidik emiten tambang batu bara unggulan nasional secara bertahap. Saham PTBA amat layak dikoleksi karena sukses membentuk tren kenaikan mengincar rentang target batas angka 3200 pekan ini secara optimal.
Saham perusahaan tambang ADMR mulai menunjukkan sinyal formasi pola teknikal segitiga simetris amat potensial. Pelaku pasar direkomendasikan memulai aksi pembelian bertahap area angka 1850 mengincar level ambil untung posisi 2050 hingga maksimal sukses menyentuh batas resisten 2200.
Rekomendasi emiten sektor industri unggas jatuh kepada saham CPIN yang ikut memantul amat kuat menuju level atas. Trader bisa melakukan akumulasi beli secara perlahan mengincar target terdekat 3800 hingga batas maksimal menyentuh titik resisten psikologis level 3930.
Sinyal Teknikal Sektor Konsumer
Sektor konsumsi ayam potong ikut masuk daftar pantauan utama menarik pekan ini. Saham JPFA berada tepat menyentuh area penopang kuat sehingga amat layak dikoleksi oleh pemodal lewat aksi beli mulai harga 2200 membidik target penguatan angka 2450.
Emiten sektor minuman ULTJ sukses membentuk pola teknikal konsolidasi mengindikasikan kelanjutan tren naik secara meyakinkan. Pemodal bisa segera mengakumulasi saham ini mengincar target kenaikan terdekat posisi 1670 hingga siap merealisasikan keuntungan menyentuh batas terjauh harga angka 1850.
Daftar rekomendasi saham terakhir menyasar emiten perkebunan LSIP yang berpotensi kuat membentuk pola kelanjutan tren naik. Eksekusi beli bisa dilakukan mulai area 1250 membidik target penguatan awal 1360 hingga sukses menembus titik resisten angka 1450 pekan depan.

Alvin Bagaskara
Editor
