Tren Pasar

IHSG Ngebut! AMRT, BRIS, EXCL, dan PTBA Masuk Radar Analis

  • IHSG menguat ke 8.310 dan diperkirakan lanjut positif. Ciptadana merekomendasikan AMRT, BRIS, EXCL, dan PTBA untuk trading jangka pendek.
Ilustrasi Pengamatan IHSG - Panji 3.jpg
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Kamis 16 Maret 2023. Hari ini (17/3) IHSG dibuka menguat 49,65 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.615,3. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 9,87 poin atau 1,09 persen ke posisi 917,3. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Riset harian Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan empat saham untuk strategi trading jangka pendek pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2026. Keempat saham tersebut adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Secara teknikal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berpeluang ditutup di zona positif.

AMRT direkomendasikan beli spekulatif di level Rp1.910. Pada penutupan 18 Februari 2026, saham ini menguat 3,52% ke Rp1.910. Meski demikian, secara tren besar AMRT masih berada dalam kecenderungan menurun, tercermin dari pola lower high sejak pertengahan 2025. Setelah sempat tertekan hingga Rp1.475, harga memantul dan kini bergerak konsolidasi di kisaran Rp1.900–1.910. Resistance terdekat berada di Rp2.010, kemudian Rp2.110 dan Rp2.330. Sementara support penting berada di Rp1.820 dan Rp1.730. Stop loss disarankan di Rp1.840 dengan target ambil untung Rp2.000.

BRIS juga masuk daftar beli spekulatif di harga Rp2.380. Saham ini naik 1,28% ke Rp2.380 pada 18 Februari 2026. Secara tren jangka besar, BRIS masih dalam fase menurun, namun mulai menunjukkan tanda konsolidasi setelah memantul dari area support Rp2.070–2.150. Resistance terdekat berada di Rp2.430, disusul Rp2.720 dan Rp2.900. Adapun support penting di Rp2.310 dan Rp2.070. Rekomendasi stop loss di Rp2.300 dengan target profit Rp2.400.

Untuk EXCL, rekomendasi beli spekulatif berada di Rp2.890. Saham ini ditutup menguat 1,40% ke Rp2.890 pada perdagangan sebelumnya. Berbeda dari dua saham sebelumnya, EXCL masih berada dalam tren naik jangka menengah sejak menyentuh level terendah Rp2.060. Setelah sempat mencapai puncak Rp4.550 dan terkoreksi cukup dalam, saham kini bergerak stabil di rentang Rp2.800–2.900. Support terdekat berada di Rp2.710, lalu Rp2.380 dan Rp2.060. Resistance terdekat di Rp3.090. Stop loss disarankan di Rp2.880 dengan target Rp3.050.

Sementara itu, PTBA direkomendasikan beli saat harga melemah di Rp2.590. Pada 18 Februari 2026, saham ini naik 2,75% ke Rp2.620. PTBA tengah mencoba bangkit setelah membentuk area dasar di kisaran Rp2.170–2.230. Saat ini harga menguji resistance Rp2.590–2.620. Jika mampu menembus Rp2.620 secara meyakinkan, peluang kenaikan terbuka menuju Rp2.750–2.900. Support terdekat berada di Rp2.440, lalu Rp2.360 dan Rp2.240. Stop loss ditempatkan di Rp2.540 dengan target Rp2.710.

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Dari sisi indeks, IHSG pada 18 Februari 2026 menguat 97 poin atau 1,19% ke level 8.310, dengan rentang pergerakan harian 8.227–8.310. Penguatan indeks ditopang saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Secara tren menengah, IHSG masih berada dalam kecenderungan naik setelah memantul dari area support 7.482–7.712. Saat ini indeks bergerak konsolidasi di sekitar 8.300. Resistance terdekat berada di 8.525, dengan resistance kuat di sekitar 9.174. Sementara support penting berada di 7.727 dan 7.482.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.170–8.408 pada perdagangan hari ini, dengan indikator stochastic yang mulai mengarah naik dan menunjukkan momentum jangka pendek yang membaik. Meski peluang penguatan masih terbuka, pelaku pasar tetap disarankan selektif mengingat sebagian saham masih berada dalam tren turun jangka besar.