IHSG Merah? ETF Emas Senjata Baru Hedging Porto Gen Z
- Apa itu ETF Emas? Cek bedanya dengan emas fisik dan reksa dana. Inovasi OJK ini tawarkan likuiditas instan untuk hedging porto Gen Z saat IHSG memerah.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Cara berinvestasi aset aman di Indonesia segera memasuki babak baru. Jika sebelumnya investasi emas identik dengan simpanan fisik di brankas atau saldo digital, per 2026 ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersiap meluncurkan instrumen yang jauh lebih revolusioner lewat kehadiran produk ETF Emas.
Kehadiran Exchange Traded Fund berbasis emas ini diprediksi menjadi favorit baru bagi investor Gen Z. Mereka sangat mengedepankan aspek efisiensi, kecepatan transaksi, serta transparansi harga secara real-time. Instrumen ini memungkinkan emas diperdagangkan di bursa layaknya saham yang bisa dicairkan instan.
Langkah strategis Otoritas Jasa Keuangan ini akan menyejajarkan pasar modal Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang telah lama memiliki ETF emas. Instrumen ini diharapkan menjadi pendorong utama inklusi keuangan sekaligus pelindung aset dari fluktuasi ekonomi global yang dinamis.
Lampu Hijau Final OJK
Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, mengonfirmasi bahwa Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait ETF Emas telah memasuki tahap finalisasi. Saat ini, beleid tersebut sedang menunggu persetujuan harmonisasi di Kementerian Hukum sebelum resmi diberlakukan secara efektif bagi seluruh pelaku pasar.
“Regulasi ini disusun untuk memperluas underlying asset produk ETF di Indonesia, sekaligus menjawab kebutuhan Manajer Investasi (MI) yang menginginkan alternatif instrumen berbasis komoditas, khususnya emas,” ujar Hasan pada Selasa, 24 Februari 2026.
Industri sangat antusias menyambut rencana strategis ini di bursa. Setidaknya ada 3 Manajer Investasi yang telah melakukan persiapan teknis penerbitan, sementara 12 MI lainnya tercatat telah berkomitmen untuk meluncurkan produk serupa di masa mendatang.
Apa Itu ETF? di Indonesia Sudah Ada LQ45
Bagi investor pemula, memahami ETF sebenarnya cukup melihat instrumen yang sudah eksis seperti ETF LQ45 (R-LQ45X). Cara kerjanya mirip reksa dana, namun unit penyertaannya dicatatkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia persis seperti saham biasa yang bisa dibeli kapan saja.
Membeli satu unit ETF LQ45 ibarat memiliki satu "keranjang" yang sudah otomatis berisi 45 saham perusahaan paling elit di Indonesia secara proporsional. Anda tidak perlu repot membeli saham perbankan atau konsumsi satu per satu karena semuanya sudah terangkum dalam satu paket efisien.
Hadirnya ETF Emas nantinya akan memberikan dimensi baru yang jauh lebih praktis bagi seluruh pelaku pasar modal. Investor bisa mengombinasikan paket saham unggulan seperti LQ45 dengan aset aman emas dalam satu layar aplikasi, tanpa perlu berpindah platform atau repot menyimpan fisik secara manual.
Perbandingan Praktis: ETF Emas vs Instrumen Lainnya

Tiga Alasan ETF Emas Jadi "Game Changer"
Pertama, instrumen ini menawarkan likuiditas real-time yang sangat tinggi bagi investor. Unit ETF Emas bisa dijual kapan saja saat bursa dibuka, sehingga dananya langsung masuk ke RDN. Hal ini memungkinkan investor segera membeli saham lain yang sedang diskon tanpa jeda.
Kedua, standar keamanan aset ini sangat terjamin karena diawasi ketat oleh OJK. Regulasi mewajibkan minimal 95% dana kelolaan diinvestasikan pada emas fisik dengan kemurnian 99% SNI atau 99,5% LBMA. Investor mendapatkan keamanan fisik tanpa risiko kehilangan atau pencurian secara pribadi.
Ketiga, efisiensi biaya tecermin dari spread harga yang jauh lebih tipis bagi pelaku pasar. Berbeda dengan emas fisik yang memiliki selisih harga jual-beli mencapai 5% hingga 10%, desain ETF Emas memastikan potensi cuan investor tidak akan tergerus terlalu dalam.
Strategi Hedging bagi Investor Muda
Peluncuran ETF Emas oleh OJK merupakan alat lindung nilai yang sangat praktis bagi investor muda. Pergerakan harga emas seringkali berlawanan arah dengan ketidakpastian global, sehingga instrumen ini menjadi solusi cerdas saat indeks saham sedang mengalami tekanan hebat di bursa.
Investor dapat memanfaatkan ETF Emas sebagai tempat "dana parkir" yang strategis. Saat IHSG sedang memerah, harga emas biasanya melambung tinggi. Di momen tersebut, Anda bisa menjual unit cuan untuk menyerok saham diskon, atau menambah ETF Emas saat harganya kembali terkoreksi.
Hadirnya instrumen ini membuktikan bahwa investasi di Indonesia semakin inklusif bagi semua kalangan. Cukup dengan pembelian minimal satu lot di aplikasi saham, perlindungan nilai aset kini berada di genggaman setiap investor tanpa perlu modal jutaan untuk membeli emas fisik.

Alvin Bagaskara
Editor
