Tren Pasar

IHSG Berhasil Rebound, Cermati Saham ASII hingga MDKA

  • IHSG rebound 2,52% didorong sentimen global dan harapan reformasi pasar. Saham ASII, ICBP, hingga MDKA layak dicermati di tengah optimisme makro.
IHSG Ditutup Menguat-5.jpg
Karyawan berkatifitas dengan latar layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa, 3 Februari 2026 dengan penguatan yang sangat signifikan. Indeks berhasil melonjak 2,52% ke level 8.122,6 setelah sempat tertekan di zona merah pada awal sesi pembukaan perdagangan pagi hari tadi.

Kenaikan tajam ini didorong oleh kombinasi sentimen positif dari bursa regional Asia dan optimisme perbaikan pasar domestik. Seluruh sektor saham membukukan kenaikan kompak dengan sektor material dasar atau basic materialsmemimpin persentase penguatan terbesar pada perdagangan hari ini.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menyoroti pergerakan teknikal yang positif setelah penutupan pasar. "IHSG sempat menembus level MA200 sebelum akhirnya ditutup di atas level MA200 dan di atas level psikologis 8000," tulis mereka dalam riset yang dipublikasikan Selasa, 3 Februari 2026.

1. Sinyal Teknikal Bullish

Secara teknikal pergerakan IHSG pada penutupan Selasa, 3 Februari 2026 memberikan sinyal pembalikan arah yang cukup kuat. Indikator Stochastic RSI telah membentuk pola Golden Cross di area jenuh jual atau oversold yang biasanya mengindikasikan momentum kenaikan harga jangka pendek.

Keberhasilan IHSG menutup perdagangan di atas level MA200 menjadi indikator krusial bagi tren jangka menengah. Sebelumnya indeks sempat menembus ke bawah level ini namun aksi beli investor yang masif berhasil mengembalikan posisi indeks ke zona aman yang wajar.

Melihat indikator tersebut analis memproyeksikan pergerakan indeks selanjutnya akan cenderung bergerak sidewaysnamun positif. "Sehingga IHSG diperkirakan berpotensi berkonsolidasi di kisaran 7950-8400," jelas Tim Riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan rentang pergerakan indeks untuk perdagangan hari Rabu, 4 Februari 2026.

2. Sentimen Global & Regional

Angin segar datang dari pasar global terutama dipicu oleh kabar kesepakatan dagang strategis antara Amerika Serikat dan India. Sentimen ini sukses mengerek mayoritas indeks saham di bursa Asia ditutup di zona hijau pada perdagangan hari Selasa, 3 Februari 2026.

Selain itu harga komoditas logam mulia seperti emas dan perak juga mengalami rebound setelah aksi jual masif. Phintraco menilai penurunan sebelumnya bukan tren panjang. "Koreksi emas dan perak besar-besaran tersebut diduga lebih merupakan penyesuaian posisi daripada merupakan penurunan berkelanjutan," sebutnya.

Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan regional dengan kenaikan tajam yang sempat memicu penghentian sementara. Saham-saham unggulan atau blue chip di Asia kembali diburu investor setelah sempat mengalami koreksi dalam pada perdagangan awal pekan yang cukup mengkhawatirkan.

3. Katalis Positif Domestik

Dari dalam negeri kepercayaan diri investor mulai pulih seiring munculnya harapan akan langkah reformasi pasar modal Indonesia. Kabar mengenai pertemuan otoritas bursa dengan MSCI juga menjadi katalis positif yang dinantikan pelaku pasar untuk menarik arus modal asing.

Phintraco Sekuritas mencatat adanya aktivitas pembelian selektif yang cukup masif pada saham-saham berfundamental bagus. "IHSG rebound yang didorong oleh adanya bargain hunting terhadap saham-saham yang dianggap sudah relatif murah," tulis riset tersebut menjelaskan alasan kenaikan indeks hari ini.

Nilai tukar Rupiah juga turut memberikan dukungan terhadap pasar saham dengan ditutup menguat signifikan. Mata uang Garuda terapresiasi ke level Rp16.754 per Dolar AS di pasar spot pada Selasa, 3 Februari 2026 sejalan dengan meredanya tekanan indeks Dolar.

4. Data Makro Ekonomi

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data ekonomi penting dari Eropa dan Amerika Serikat. Investor mencermati data inflasi Eropa bulan Januari 2026 yang diperkirakan akan melambat menjadi 1,8% secara tahunan dari 1,9% di bulan Desember 2025.

Sementara itu dari Amerika Serikat pasar menantikan rilis indeks ISM Service PMI untuk bulan Januari 2026. Konsensus pasar memperkirakan angka ini akan relatif stabil di level 54,3 sedikit menurun dari posisi 54,4 pada bulan Desember tahun 2025 lalu.

Data ini sangat penting untuk membaca arah kebijakan moneter global ke depan. "Investor akan mencermati data inflasi," tulis Phintraco Sekuritas mengingatkan pelaku pasar agar tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin timbul dari rilis data ekonomi makro tersebut nantinya.

5. Rekomendasi Saham Pilihan

Phintraco merekomendasikan PT Astra International Tbk (ASII) yang ditutup menguat 1,48% ke level Rp5.150 pada perdagangan Selasa. Selain itu, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga dinilai menarik setelah naik 0,81% ke level harga Rp12.425 per lembar sahamnya.

Selanjutnya investor juga disarankan mencermati PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melesat 2,29% menjadi Rp1.785 per saham. Emiten energi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 3,60% ke level Rp7.200 seiring pulihnya optimisme pasar.

Terakhir rekomendasi diberikan untuk saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 1,20% ke posisi Rp2.540. Kelima saham ini memiliki potensi teknikal yang cukup kuat untuk melanjutkan penguatan. "Top picks: ASII, ICBP, MAPI, CUAN dan MDKA," tulisnya.