IHSG Ambrol 3,94 Persen Sepekan Usai Suahasil jadi Menkeu
- IHSG anjlok ke 6.277,04 setelah Suahasil Nazara menjadi Menkeu. Investor asing mencatat net sell lebih dari Rp3 triliun.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup signifikan setelah Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026. Dalam sekitar satu pekan perdagangan sejak pelantikan, IHSG telah terkoreksi 3,38%.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG pada hari pelantikan berada di level 6.534,69 atau melemah 0,10%. Tekanan kemudian berlanjut pada perdagangan berikutnya.
Pada Selasa, 15 September 2026, IHSG turun 1,13% ke level 6.461,15. Sehari berikutnya, indeks kembali melemah 0,38% menjadi 6.436,85.
IHSG sempat mencatatkan penguatan pada 17 September 2026 sebesar 0,40% ke level 6.462,43. Namun, penguatan tersebut tidak berlangsung lama. Pada 18 September, IHSG kembali turun 0,33% ke level 6.441,16.
Tekanan semakin besar pada perdagangan 21 September 2026. IHSG ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73. Hingga sesi II perdagangan Selasa, 22 September 2026, IHSG kembali terkoreksi 1.69% ke level 6.384,73.
Dengan demikian, sejak hari pelantikan Suahasil Nazara pada 14 September hingga penutupan perdagangan 22 September 2026, IHSG telah kehilangan 257,65 poin atau sekitar 3,94%, dari level 6.534,69 menjadi 6.277,04.
Baca juga : Saham Rp1 Bukan Berarti Murah, Persentase Geraknya Bisa Liar
Investor Asing Net Sell Rp3 Triliun
Penurunan IHSG tersebut terjadi bersamaan dengan derasnya aksi jual investor asing di pasar saham Indonesia. Berdasarkan data RTI Business, secara week to date setelah pelantikan Suahasil Nazara, investor asing mencatatkan net sell lebih dari Rp3 triliun di seluruh pasar.
Rinciannya, investor asing membukukan net sell sekitar Rp3,08 triliun di pasar reguler. Sementara pada pasar negosiasi dan tunai, nilai jual bersih asing mencapai sekitar Rp43,3 miliar.
Jika dihitung sejak awal tahun, akumulasi net sell investor asing bahkan telah mencapai sekitar Rp101,83 triliun. Besarnya arus jual asing menjadi salah satu faktor yang ikut memberikan tekanan terhadap pergerakan IHSG. Namun, pergerakan indeks tidak hanya dipengaruhi oleh pergantian Menteri Keuangan, melainkan juga berbagai sentimen domestik dan global yang berkembang pada periode tersebut.
Tekanan pasar terlihat cukup luas pada perdagangan sesi I 22 September 2026. Sebanyak 513 saham tercatat melemah, sedangkan hanya 147 saham yang bergerak menguat.
Seluruh sektor saham juga berada di zona merah pada sesi perdagangan tersebut. Kondisi ini menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, tetapi menyebar ke berbagai kelompok saham di pasar.
Penurunan IHSG juga membuat perhatian investor tertuju pada kemampuan indeks mempertahankan level tertentu sebagai area penahan koreksi. Analis Kiwoom Sekuritas sebelumnya menyarankan investor untuk bersikap lebih konservatif dan mencermati level 6.377 sebagai salah satu area support penting IHSG.
Pergantian Menteri Keuangan membuat pelaku pasar mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah berikutnya. Investor masih berada dalam fase wait and see terhadap kebijakan yang akan diambil Suahasil Nazara setelah menduduki posisi Menteri Keuangan.
Baca juga : Rupiah Tertekan 0,23 Persen, Pasar Menanti Keputusan BI
Perhatian pasar terutama tertuju pada bagaimana pemerintah menjaga kredibilitas kebijakan fiskal, disiplin anggaran, serta menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Di tengah tekanan tersebut, Suahasil Nazara turut menanggapi pergerakan IHSG yang berlangsung cepat. Ia menekankan pentingnya menjaga kredibilitas pasar saham.
Pergerakan indeks yang cepat menunjukkan pasar memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap informasi dan sentimen yang berkembang.

Muhammad Imam Hatami
Editor
