Tren Ekbis

IDCloudHost: UMKM Harus Mulai Kendalikan Data dan Brand Sendiri

  • Kenaikan biaya marketplace mendorong UMKM mulai membangun website mandiri sebagai aset digital jangka panjang yang lebih stabil dan independen.
Salinan Salinan DSC08081 (1).jpg
Ilustrasi server IDCloudHost. (IDCloudHost.)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Perubahan kebijakan di sejumlah marketplace mulai memicu keresahan di kalangan pelaku UMKM. Kenaikan biaya layanan, komisi penjualan, hingga dorongan mengikuti program promosi berbayar membuat margin usaha semakin tertekan, terutama bagi bisnis yang masih berada pada tahap awal pengembangan.

Sejak pertengahan 2026, beberapa platform e-commerce besar mulai menerapkan skema biaya layanan yang sepenuhnya dibebankan kepada penjual. Kondisi ini memaksa banyak pelaku UMKM menaikkan harga produk atau memangkas keuntungan agar tetap kompetitif di tengah persaingan pasar digital yang makin ketat.

Di sisi lain, perubahan algoritma platform membuat visibilitas produk semakin sulit diprediksi. Pelaku usaha tidak lagi sepenuhnya mengendalikan distribusi dan jangkauan produk mereka karena sangat bergantung pada sistem marketplace.

Situasi tersebut mendorong sebagian UMKM mulai melirik website mandiri sebagai aset digital jangka panjang yang dinilai lebih stabil dan independen.

Chief Marketing Officer IDCloudHost Muhammad Mufid Luthfi menilai langkah tersebut menjadi bentuk adaptasi wajar di tengah ekosistem bisnis digital yang terus berubah.

“Marketplace tetap relevan sebagai kanal distribusi, namun pelaku usaha perlu membangun aset digital sendiri agar tidak sepenuhnya bergantung pada platform,” ujarnya.

Website Dinilai Jadi Aset Digital Jangka Panjang

Menurut Mufid, website memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk membangun identitas bisnis secara mandiri, mulai dari tampilan brand, komunikasi dengan pelanggan, hingga pengelolaan data konsumen. Ia menyebut ada tiga manfaat utama dari website mandiri bagi UMKM.

Pertama, kontrol penuh terhadap identitas bisnis tanpa dibatasi format platform marketplace. Kedua, pengelolaan pelanggan yang lebih fleksibel karena data konsumen dapat dimanfaatkan langsung untuk strategi pemasaran jangka panjang. 

Ketiga, fleksibilitas operasional karena bisnis tidak terlalu terdampak perubahan algoritma atau kebijakan platform tertentu. “Kepercayaan pelanggan sering kali terbentuk dari bagaimana sebuah bisnis membangun identitas digitalnya secara konsisten,” kata Mufid.

Penggunaan domain sendiri dan email bisnis berbasis domain juga dinilai semakin penting untuk memperkuat kredibilitas usaha di mata pelanggan maupun mitra bisnis.

UMKM Mulai Bergerak ke Strategi Multi-Channel

Fenomena ini menunjukkan pola bisnis digital UMKM mulai bergeser dari ketergantungan tunggal pada marketplace menuju strategi multi-channel.

Marketplace masih dipakai sebagai kanal distribusi dan pencarian pelanggan, tetapi website mulai diposisikan sebagai pusat kendali bisnis yang lebih stabil dan dapat dimiliki penuh pelaku usaha.

Perkembangan teknologi berbasis AI juga membuat pembuatan website kini semakin mudah diakses UMKM tanpa kemampuan teknis rumit. IDCloudHost, misalnya, mulai menghadirkan layanan website instan dengan ratusan template yang dirancang untuk mempermudah pelaku usaha membangun identitas digital secara cepat.

Dalam jangka panjang, kepemilikan aset digital seperti domain dan website dipandang semakin penting karena berkaitan langsung dengan keberlanjutan bisnis, penguatan brand, hingga penguasaan data pelanggan di era ekonomi digital.