Hemat dan Kurangi Sampah! Ini 7 Sisa Bahan Sayur yang Bisa Ditanam Kembali
- Ada tanaman tertentu yang sering kita buang karena dianggap sudah tidak berguna atau terlalu tua, padahal justru tanaman inilah yang paling layak untuk ditanam kembali.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kurangi limbah, hemat pengeluaran, dan salurkan kreativitas dengan menanam kembali sayuran dari sisa dapur. Ada tanaman tertentu yang sering kita buang karena dianggap sudah tidak berguna atau terlalu tua, padahal justru tanaman inilah yang paling layak untuk ditanam kembali.
Saat banyak dari kita lebih sering berada di rumah atau memiliki waktu luang, inilah momen yang tepat untuk mengenakan sarung tangan berkebun dan memanfaatkan sisa makanan yang biasanya terbuang tanpa biaya tambahan.
Ada yang menyebut kegiatan menanam kembali sisa dapur sebagai “berkebun dari sampah.” Namun, enam jenis sayuran ini benar-benar membuktikan bahwa sisa bisa berubah menjadi harta. Meski tampak sepele, sebenarnya masih tersimpan banyak potensi kehidupan di dalamnya, asal diberi kesempatan kedua. Nikmati proses melihat sisa-sisa dapur ini terus tumbuh kembali berkali-kali.
Sisa Bahan Sayur yang Bisa Ditanam Kembali
Dilansir dari Gardenary dan HouseBeautiful, berikut sisa bahan sayuran yang bisa ditanam kembali untuk hemat uang dan mengurangi sampah:
1. Kentang

Kalau kamu menemukan kentang yang sudah bertunas di dapur, jangan langsung dibuang! Berbeda dengan sayuran akar sejati seperti wortel, umbi justru bisa tumbuh kembali dari bagian tubuhnya sendiri. Kentang adalah sayuran terbaik untuk ditanam ulang dari sisa dapur. Kalau kamu ingin mendapatkan banyak hasil dari sisa belanjaan, kentang adalah pilihan yang paling tepat.
Tunas-tunas pada kentang itu adalah tanda awal tanaman mulai tumbuh kembali. Setiap “mata” pada kentang bisa menghasilkan satu tanaman baru yang nantinya mampu menghasilkan sekitar 5-8 kentang lagi.
Cara menanam kentang dari sisa kentang:
- Potong umbi kentang menjadi beberapa bagian kecil, pastikan setiap potongan memiliki minimal satu mata. (Jika kentangnya kecil, biarkan utuh.)
- Diamkan potongan kentang tersebut selama satu hingga tiga hari sampai permukaannya mengering atau menutup luka, agar tidak mudah membusuk saat ditanam.
- Tanam di luar ruangan dengan posisi mata menghadap ke atas setelah risiko embun beku berlalu. Kentang bisa ditanam langsung di tanah atau di wadah besar dengan tanah yang gembur dan memiliki drainase baik.
- Dalam beberapa bulan, kamu bisa memanen banyak kentang sekaligus. Usaha ini benar-benar sepadan!
2. Jahe
Jahe termasuk jenis rimpang, artinya bagian yang biasa kita konsumsi tumbuh menyebar tepat di bawah permukaan tanah.
Jika kamu membeli satu ruas jahe di toko, setiap “jari” jahe tersebut memiliki tonjolan kecil yang bisa menumbuhkan tunas. Tunas ini akan berkembang menjadi daun di atas permukaan tanah. Setelah daun mengirimkan energi kembali ke bagian akar, tanaman akan membentuk rimpang jahe yang baru.
Jadi, kalau jahemu sudah memiliki mata dengan ujung kehijauan, itu tanda bagus untuk mulai menanam jahe sendiri di rumah.
Untuk menumbuhkan jahe dari sisa jahe, kamu memerlukan alas pemanas (heat mat). Jahe adalah tanaman tropis, jadi perlu suasana hangat agar mau bertunas.
Cara menanam jahe dari sisa jahe:
- Potong jahe menjadi beberapa bagian seukuran ibu jari, pastikan setiap potongan memiliki satu mata.
- Masukkan campuran tanah yang gembur dan mudah mengalirkan air setebal beberapa sentimeter ke dalam wadah dangkal yang memiliki lubang drainase.
- Letakkan potongan jahe di atas tanah dengan posisi mata menghadap ke atas, lalu tekan perlahan ke dalam tanah. Taburi lagi dengan sedikit tanah.
- Letakkan wadah di atas alas pemanas.
- Semprot tanah agar tetap lembap. Jaga kelembapan tanah secara konsisten, tetapi jangan sampai tergenang, sambil menunggu mata jahe bertunas.
- Begitu muncul tunas hijau kecil, pindahkan wadah ke tempat yang terkena sinar matahari.
- Setelah tidak ada lagi risiko cuaca dingin, pindahkan tiap potongan jahe ke pot atau wadah terpisah dan letakkan di luar ruangan agar bisa tumbuh optimal di musim panas. Pindahkan kembali ke dalam ruangan sebelum udara dingin datang.
- Jahe bisa dipelihara di dalam pot selama bertahun-tahun. Saat kamu membutuhkan jahe segar untuk memasak, cukup ambil sedikit bagian rimpangnya, tutup kembali dengan tanah, dan biarkan sisanya terus tumbuh.
3. Daun Bawang
Sebenarnya, menanam ulang daun bawang dari sisa belanjaan itu sangat mudah, tapi sering kali kurang disadari.
Jika kamu sudah menggunakan bagian atasnya untuk memasak, cukup masukkan bagian pangkalnya ke dalam segelas air dan daun bawang akan kembali menumbuhkan daun hijau yang bisa dipanen. Yang penting, sisa daun bawang tersebut masih memiliki sedikit bagian putih dan akar di bagian bawahnya.
Cara menanam daun bawang dari sisa daun bawang:
- Masukkan bagian putih pangkal daun bawang ke dalam gelas atau toples berisi air bersih.
- Dalam satu atau dua hari saja, kamu akan melihat tunas baru tumbuh dari ujung daun bawang.
- Ganti airnya setiap beberapa hari agar tetap segar.
- Kamu bisa membiarkan daun bawang tumbuh di air sampai daunnya mulai berkurang rasanya. Alternatifnya, jika cuaca hangat, kamu juga bisa langsung menanam sisa daun bawang ke dalam pot atau tanah di kebun. Kubur bagian putihnya hingga tertutup sepenuhnya, siram secara teratur, dan kamu bisa memotong banyak daun segar yang lezat.
4. Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan akar umbi yang tumbuh di dalam tanah saat musim panas dengan suhu tinggi. Kamu tidak bisa menumbuhkan ubi jalar baru hanya dengan meletakkannya di meja dapur. Namun, ubi jalar yang sudah bertunas dari toko bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan tunas kecil yang nantinya dapat ditanam menjadi tanaman ubi jalar baru di kebun.
Jika kamu tidak ingin menanam sampai menghasilkan umbinya, daun ubi jalar juga bisa ditanam dan dimanfaatkan. Daunnya bisa dimakan dan diolah seperti sayur hijau lainnya, misalnya mirip dengan daun kol.
Cara menanam ubi jalar dari sisa ubi jalar:
- Tusukkan beberapa tusuk gigi ke bagian tengah ubi jalar, lalu gantungkan ubi tersebut di atas toples berisi air dengan bagian bawah (ujung yang lebih runcing) terendam air.
- Letakkan toples di tempat yang hangat dengan cahaya terang tetapi tidak terkena sinar matahari langsung.
- Dalam beberapa minggu, akar akan tumbuh dari bagian bawah, sementara tunas akan muncul dari bagian atas. Ganti air di dalam toples setiap beberapa hari.
- Saat tunas sudah mencapai panjang sekitar 13-15 cm, potong tunas tersebut dari pangkalnya.
- Setelah tidak ada lagi risiko suhu dingin, tanam tunas ke tanah di kebun.
5. Bawang Putih

Sisakan satu atau dua siung dari setiap bonggol bawang putih yang kamu gunakan di dapur, maka kamu bisa menanam bawang putih sendiri di rumah. Cara ini paling efektif jika menggunakan bawang putih organik dari toko atau pasar. Jika bawang putihmu sudah bertunas saat disimpan, hasilnya justru akan lebih baik.
Ada dua cara yang bisa kamu pilih. Pertama, kamu bisa merendam bagian bawah setiap siung dalam sedikit air untuk menumbuhkan daun bawang putih (garlic greens), mirip seperti menanam daun bawang. Daun ini tetap memberikan cita rasa bawang putih meskipun hanya ditanam di dekat jendela atau wastafel dapur.
Pilihan lainnya adalah menanam siung bawang putih di tanah pada musim gugur, sebelum cuaca dingin datang. Bawang putih bisa ditanam di pot, bedeng, atau wadah tanam yang agak tinggi.
Cara menanam bawang putih dari sisa bawang putih:
- Buat lubang tanam sedalam kurang lebih 10 cm.
- Masukkan siung bawang putih ke dalam lubang dengan ujung runcing menghadap ke atas, lalu tutup dengan tanah.
- Siram hingga tanah cukup lembap.
- Dalam waktu sekitar 6-9 bulan, siung kecil tersebut akan berkembang menjadi satu bonggol bawang putih yang utuh.
6. Selada
Tahukah kamu selada bisa dengan mudah ditanam sendiri? Daripada membuang sisa potongannya ke tumpukan kompos, kamu bisa menanam kembali bagian batangnya. Untuk menumbuhkan selada baru, waktu yang dibutuhkan sekitar dua hingga tiga minggu saja.
Cara menanam selada dari sisa selada:
- Letakkan batang selada ke dalam air dengan tinggi air tidak lebih dari dua pertiga bagian batang. Simpan di tempat yang terkena banyak cahaya matahari, misalnya di ambang jendela dapur.
- Perhatikan kondisi air dan ganti secara rutin, terutama jika air mulai terlihat keruh.
- Jika tersedia ruang di kebun atau balkon, pindahkan tanaman kecil tersebut ke media tanah agar pertumbuhannya lebih optimal. Namun, jika tidak memungkinkan, menaruhnya di ambang jendela juga tetap bisa memberikan hasil yang baik.
- Saat selada sudah tumbuh, panenlah dengan memotong daun bagian luar dan sisakan bagian tengahnya. Hindari mencabut seluruh tanaman agar selada dapat terus tumbuh kembali berkali-kali.
7. Seledri
Hidupkan kembali sisa seledri dengan menanamnya sendiri di rumah. Proses pertumbuhannya hanya memerlukan waktu sekitar satu hingga tiga minggu, jadi kamu bisa segera menikmati hasil panen segar.
Cara menanam seledri dari sisa seledri:
- Setelah menggunakan seledri untuk memasak, potong bagian pangkalnya sekitar 2-5 cm, lalu letakkan di mangkuk kecil atau gelas berisi air. Pastikan diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari.
- Dalam beberapa hari, daun baru akan mulai tumbuh dari bagian tengah, bersamaan dengan munculnya akar.
- Setelah tanaman tumbuh lebih besar, pindahkan seledri ke pot kecil berisi tanah dan siram hingga cukup lembap. Tunggu sampai batangnya tumbuh panjang, lalu seledri siap diolah menjadi hidangan lezat.

Distika Safara Setianda
Editor
