Tren Ekbis

Harga Pangan Naik Jelang Lebaran, Ini Cara Kelola Keuangan Tetap Aman

  • Kenaikan harga pangan menjelang Lebaran bisa membuat pengeluaran membengkak. Simak beberapa tips agar kondisi keuangan tetap stabil saat Ramadan hingga Idulfitri.
Ilustrasi Cabai Bawang - Panji 1.jpg
Pedagang cabai bawang di sebuah pasar tradisional. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Menjelang Idulfitri, harga sejumlah bahan pangan seperti ayam dan cabai mulai mengalami kenaikan di berbagai daerah. Lonjakan harga ini kerap terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per 9 Maret 2026, sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi, yaitu: 

Komoditas Bumbu Dapur:

  1. Bawang merah ukuran sedang: Rp47.950 per kg (naik 9,1% / Rp4.000)
  2. Bawang putih ukuran sedang: Rp43.350 per kg (naik 7,17% / Rp2.900)

Komoditas Beras:

  1. Beras kualitas bawah I: Rp15.100 per kg (naik 4,86% / Rp700)
  2. Beras kualitas bawah II: Rp14.100 per kg (turun 2,42% / Rp350)
  3. Beras kualitas medium I: Rp16.400 per kg (naik 3,14% / Rp500)
  4. Beras kualitas medium II: Rp16.250 per kg (naik 3,17% / Rp500)
  5. Beras kualitas super I: Rp17.150 per kg (harga tetap)
  6. Beras kualitas super II: Rp17.050 per kg (naik 2,1% / Rp350)

Komoditas Cabai

  1. Cabai merah besar: Rp50.200 per kg (naik 15,14% / Rp6.600)
  2. Cabai merah keriting: Rp46.500 per kg (naik 3,33% / Rp1.500)
  3. Cabai rawit hijau: Rp51.550 per kg (turun 1,43% / Rp750)
  4. Cabai rawit merah: Rp92.400 per kg (naik 23,86% / Rp17.800)

Komoditas Protein Hewani

  1. Daging ayam ras segar: Rp38.800 per kg (turun 6,62% / Rp2.700)
  2. Daging sapi kualitas I: Rp136.250 per kg (turun 5,61% / Rp8.100)
  3. Daging sapi kualitas II: Rp133.750 per kg (turun 2,05% / Rp2.800)

Komoditas Gula

  1. Gula pasir kualitas premium: Rp19.900 per kg (naik 0,25% / Rp50)
  2. Gula pasir lokal: Rp18.750 per kg (naik 1,35% / Rp250)

Komoditas Minyak Goreng

  1. Minyak goreng curah: Rp18.550 per kg (turun 2,37% / Rp450)
  2. Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp23.600 per kg (naik 3,96% / Rp900)
  3. Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp21.850 per kg (naik 0,69% / Rp150)

Komoditas Telur

  1. Telur ayam ras segar: Rp33.900 per kg (naik 3,83% / Rp1.250)

Kenaikan tersebut berpotensi membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur, persiapan mudik, hingga pembelian tunjangan hari raya (THR) bagi keluarga. Jika tidak direncanakan secara tepat, kenaikan harga pangan tersebut dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil.

Agar keuangan tetap aman selama Ramadan hingga Lebaran, masyarakat perlu mengatur ritme pengeluaran secara bijak. Perencanaan yang matang dapat membantu menghindari pemborosan sekaligus menjaga stabilitas kondisi finansial di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci hingga Hari Raya. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Susun Anggaran Lebaran Sejak Awal

Ilustrasi menyusun anggaran, sumber foto: Pexels/Karolina Grabwoska

Sebelum memasuki Ramadan, sebaiknya masyarakat mulai menyusun rencana anggaran untuk kebutuhan hingga Idulfitri. Daftar tersebut dapat mencakup kebutuhan bahan makanan, pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan air, kewajiban zakat, biaya transportasi mudik, hingga dana untuk berbagi tunjangan hari raya (THR) kepada keluarga atau kerabat.

Dengan menyusun anggaran sejak awal, setiap pengeluaran dapat dirinci secara jelas sehingga membantu menghindari pembelanjaan yang tidak terencana.

2. Prioritaskan Kebutuhan Utama

Dalam menyusun anggaran, penting untuk memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan keinginan yang bersifat konsumtif. Fokuskan pengeluaran pada kebutuhan rumah tangga seperti bahan pangan, kebutuhan ibadah, serta biaya transportasi yang memang diperlukan.

Selain itu, masyarakat juga harus menahan diri untuk tidak membeli kebutuhan barang yang tidak mendesak, guna menjaga keseimbangan keuangan, terutama ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Lebaran.

3. Belanja Secara Terencana dan Bijak

Belanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran sebaiknya dilakukan secara terencana agar tidak memicu pengeluaran berlebihan. Masyarakat dapat membuat daftar belanja sebelum pergi ke pasar atau supermarket agar pembelian tetap sesuai kebutuhan.

Selain itu, cobalah untuk memanfaatkan promo atau potongan harga dari toko ritel untuk menghemat pengeluaran tanpa mengurangi kebutuhan sehari-hari.

4. Sisihkan Dana Darurat

Ilustrasi dana darurat/dana cadangan, sumber foto: Bank Mega Syariah

Selain mengatur pengeluaran rutin, masyarakat dapat menyisihkan sebagian dana sebagai cadangan. Dana ini dapat digunakan untuk menghadapi kebutuhan tak terduga selama Ramadan hingga Lebaran, seperti biaya kesehatan, perbaikan kendaraan saat mudik, atau kebutuhan mendadak lainnya.

Dengan adanya dana cadangan ini, kondisi keuangan rumah tangga dapat tetap terjaga meskipun terjadi pengeluaran yang tidak direncanakan sebelumnya.