Tren Pasar

Gejolak Venezuela: Bitcoin Terbang, Gen Z Awas FOMO!

  • Bitcoin to the moon! Konflik AS-Venezuela bikin BTC tembus US$94.000. Investor panik borong kripto sebagai safe haven.
<p>Bitcoin </p>

Bitcoin

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Pasar aset kripto kembali memanas pada perdagangan hari ini, Selasa, 6 Januari 2026. Harga Bitcoin (BTC) terpantau melonjak signifikan hingga menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, menembus kisaran psikologis US$94.000 per koin di tengah gejolak global.

Kenaikan agresif ini terjadi tepat setelah laporan mengenai serangan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela mencuat ke publik pada 5 Januari kemarin. Eskalasi risiko geopolitik tersebut memicu kepanikan di pasar tradisional, namun justru menjadi bahan bakar utama bagi aset digital untuk melesat.

Investor global tampaknya kembali memeluk narasi Bitcoin sebagai "Emas Digital" yang tahan krisis. Di tengah ketidakpastian perang dan potensi pergantian kekuasaan di Venezuela, aliran dana deras masuk ke dompet kripto, mencari perlindungan nilai dari potensi guncangan ekonomi makro global.

1. Status Safe Haven Teruji

Lonjakan harga Bitcoin kali ini mencerminkan respons instan pasar terhadap eskalasi risiko geopolitik di Venezuela. Peristiwa ini menegaskan kembali pola historis di mana isu konflik antarnegara kerap menjadi katalis utama yang memengaruhi pergerakan pasar aset digital secara positif dan agresif.

Investor global cenderung mengalihkan portofolio mereka dengan meningkatkan eksposur ke Bitcoin di tengah situasi yang serba tidak pasti. Aset ini dianggap memiliki korelasi rendah dengan sistem keuangan tradisional yang rentan sanksi, sehingga berfungsi efektif sebagai pelindung nilai kekayaan saat krisis terjadi.

Dampak langsung terlihat jelas di pasar keuangan global, khususnya pada aset kripto dan komoditas. Arus dana mengalir deras ke Bitcoin seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap aset berisiko lainnya, membuktikan kematangan Bitcoin sebagai aset investasi alternatif yang semakin diperhitungkan dunia.

2. Volume Transaksi Meledak

Berdasarkan data pasar dari Coinmarketcap, volume transaksi Bitcoin dalam kurun waktu 24 jam tercatat mencapai angka fantastis sebesar US$52,6 miliar. Angka ini menunjukkan lonjakan aktivitas perdagangan yang sangat masif, yakni naik sekitar 88,75% dibandingkan dengan periode perdagangan hari sebelumnya.

Tingginya volume transaksi ini menjadi indikator kuat bahwa reli kenaikan harga didukung oleh minat beli yang nyata dan organik. Partisipasi investor ritel maupun institusi terlihat meningkat tajam seiring dengan momentum harga yang terus bergerak ke arah positif menembus resisten.

Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di kisaran 2,84%, yang mencerminkan likuiditas pasar masih relatif terjaga meskipun volatilitas tinggi. Hal ini memberikan sinyal bahwa pasar cukup dalam untuk menyerap aksi beli maupun jual tanpa menyebabkan fluktuasi harga yang tidak wajar.

3. Krisis Suplai Makin Nyata

Dari sisi fundamental pasokan, data menunjukkan bahwa total pasokan Bitcoin yang beredar saat ini sudah mencapai 19,97 juta BTC. Angka ini sudah sangat mendekati batas maksimum suplai yang ditetapkan oleh protokol Bitcoin, yakni sebesar 21 juta koin yang tidak bisa ditambah.

Kelangkaan pasokan ini menjadi faktor fundamental jangka panjang yang terus mendorong harga naik secara bertahap. Dengan permintaan yang melonjak akibat isu geopolitik, sementara stok Bitcoin di pasar semakin menipis, hukum ekonomi dasar mengenai kelangkaan pun bekerja menaikkan valuasi aset.

Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini tercatat hampir setara dengan total pasokan maksimalnya. Kondisi ini menandakan semakin terbatasnya ketersediaan aset tersebut di pasar terbuka, membuat setiap gelombang pembelian baru dari institusi atau ritel memberikan dampak kenaikan harga yang semakin signifikan.

4. Bayang-Bayang Regulasi Ketat

Meskipun harga sedang naik, ketegangan geopolitik ini diperkirakan membawa efek samping berupa pengetatan regulasi di masa depan. Otoritas keuangan di berbagai negara besar diprediksi akan semakin waspada dan mencermati penggunaan mata uang kripto dalam konteks konflik geopolitik antarnegara yang sensitif.

Pengawasan yang lebih ketat ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan adopsi kripto global. Pemerintah mungkin akan merilis aturan baru untuk mencegah penggunaan aset digital sebagai sarana penghindaran sanksi ekonomi atau pendanaan aktivitas militer, yang bisa berdampak pada perkembangan teknologi blockchain.

Regulator akan fokus pada transparansi aliran dana lintas negara menggunakan kripto. Hal ini berpotensi berdampak pada arah kebijakan, tingkat adopsi, serta perkembangan teknologi blockchain ke depan, apakah akan semakin terbuka atau justru dibatasi oleh tembok regulasi keamanan nasional.

5. Tren Teknikal Bullish

Secara teknikal, grafik perdagangan harian Bitcoin menunjukkan tren penguatan yang solid dan bertahap sejak pagi tadi. Harga sukses merangkak naik dari area konsolidasi US$91.000,sebelum akhirnya berhasil menembus resisten kuat di level US$94.700 pada sesi perdagangan Selasa dini hari.

Kenaikan ini mengonfirmasi sentimen pasar yang sangat optimis terhadap aset kripto utama dunia. Minat investor untuk menjadikan Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai terhadap inflasi dan risiko perang tampak semakin dominan menggerakkan harga di pasar spot global maupun pasar derivatif.

Penguatan harga ini turut mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar US$1,87 triliun. Angka valuasi raksasa ini semakin menegaskan posisi Bitcoin sebagai aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia, jauh meninggalkan altcoin lainnya yang masih berjuang mencari momentum kenaikan.