Elon Musk Siap Beri Kontrak Raksasa ke Produsen Nikel Dunia
Elon Musk manusia terkaya di dunia sekaligus CEO Tesla meminta produsen nikel untuk menambang lebih banyak material tersebut.

Mochammad Ade Pamungkas
Author


Bos mobil listrik Tesla, Elon Musk / Reuters
(Istimewa)JAKARTA – Elon Musk, manusia terkaya di dunia sekaligus CEO Tesla, meminta produsen nikel untuk menambang lebih banyak material tersebut.
Mengutip dari laman Fool, Tesla ingin mengubah produksi mobil listrik Standard Range Model 3 di Amerika Serikat, dengan menggunakan baterai LFP atau litium besi fosfat.
“Nikel adalah kekhawatiran terbesar kami untuk produksi sel lithium-ion. Itulah sebabnya kita mengalihkan mobil Standard Range ke katoda besi. Banyak besi dan lithium!” demikian cuitan Elon Musk.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Elon Musk menjelaskan kendaraan Standard Range Model mampu menjangkau hampir 300 mil atau 482 kilometer menggunakan LFP.
Selain itu, Tesla dapat menggunakan katoda nikel untuk model mobil listrik yang belum diproduksi, contohnya model Semi.
Namun, dalam hal ini , Elon Musk menekankan efisiensi dan ramah lingkungan untuk penambangan nikel bervolume tinggi.
“Tesla akan memberikan Anda kontrak besar jangka panjang, jika Anda dapat menambang nikel secara efisien dan ramah lingkungan,” tulis dia.
Mengutip dari Nikkei Asia, Indonesia menjadi salah satu produsen yang akan diandalkan Tesla produksi nikel di masa mendatang.
Mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki 23% cadangan nikel dunia.
Terlebih sekitar pada awal Februari 2021, pemerintah Indonesia telah menerima proposal yang diajukan Tesla untuk membuat suplai baterai EV.
