Dukung Kelancaran Logistik, PUPR Tangani Jembatan Rusak di Sulawesi Utara
- JAKARTA – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menangani...

wahyudatun nisa
Author
JAKARTA – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menangani dua jembatan di Provinsi Sulawesi Utara yang rusak akibat bencana banjir pada 9 Juni 2019 lalu.
Kepala BPJN XXI Kendari, Sulawesi Utara, Yohanis Tulak Todingrara mengatakan perbaikan Jembatan Asera di Kabupaten Konawe Utara dan Jembatan Rahabangga di Kabupaten Konawe dilakukan demi mendukung kelancaran distribusi logistik dan transportasi pada tatanan normal baru.
“Kedua jembatan tersebut akan dilakukan penggantian jembatan dengan menggunakan rangka baja dan dengan pengadaan pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun,” kata Yohanis dalam laman Kementerian PUPR, Rabu, 3 Juni 2020.
- PTPN Target Produksi Gula 1 Juta Ton
- Jokowi Teken PP Tapera, Gaji Pekerja Mulai Januari 2021 Dipotong 3%
- Akseleran Targetkan Pinjaman Naik 35% di Era New Normal
- Jakarta Makin Macet Jelang PSBB Berakhir
- Dukung Kelancaran Logistik, PUPR Tangani Jembatan Rusak di Sulawesi Utara
Dia menjelaskan Jembatan Asera yang terletak di ruas jalan nasional Landawe-Kota Maju-Asera amblas akibat meluapnya Sungai Asera. Sementara, Jembatan Rahabangga berada di ruas Jalan Inowa (Unaaha) KM 74+000 rusak karena opritnya tergerus luapan air Bendungan Ameroro.
Dikatakannya, penggunaan kontrak konstruksi terintegrasi rancang dan bangun dinilai paling efisien secara waktu dan biaya mengingat penggantian kedua jembatan ini cukup mendesak.
Yohanis menjelaskan pekerjaan tersebut menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyear contract/MYC) senilai Rp95,52 miliar. Pengerjaannya dimulai sejak 15 Januari 2020 dan direncanakan rampung pada 5 September 2020. Namun karena adanya pandemi COVID-19 waktu penyelesaian diundur ke Maret 2021.
Konstruksi Jembatan Asera sepanjang 150 meter dan Jembatan Rahabangga sepanjang 180 meter menggunakan fondasi tiang pancang baja yang terdapat dua pier dan dua abutment. Sedangkan rangka utamanya menggunakan baja profil.
“Selama proses pengerjaan di lapangan, masyarakat tetap masih dapat menggunakan jembatan yang lama (eksisting). Nantinya setelah jembatan baru terbangun, jembatan eksisting akan dibongkar,” ujarnya. (SKO)
