Dolar Mengamuk Minyak Meledak IHSG Sekarat, Investor Harus Apa?
- HSG anjlok 4% akibat perang Iran-AS. Cek rekomendasi saham DAAZ, ELSA, SIMP dari IPOT di tengah lonjakan minyak 117 Dolar AS serta rontoknya bursa Asia hari ini!

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Gelombang penghindaran risiko atau risk off kembali melanda seluruh pasar keuangan global dan sangat menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Ketegangan geopolitik mendorong investor internasional menarik dana dari aset berisiko termasuk saham negara berkembang seperti Indonesia hari ini.
Pada perdagangan Senin tanggal 9 Maret 2026, IHSG sempat anjlok lebih dari 4% secara mengejutkan pada pembukaan sesi pertama perdagangan bursa. Data menunjukkan indeks turun 307,52 poin atau 4,05% ke level 7.278,16 sebelum akhirnya memperkecil pelemahan menjadi 3,33% secara bertahap saat ini.
Kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian investor terhadap dinamika global yang semakin tidak menentu bagi pelaku pasar modal nasional sekarang ini. Lonjakan harga energi dan ketegangan geopolitik membuat pelaku pasar cenderung menahan ekspansi investasi guna menghindari potensi kerugian aset finansial.
Sentimen Geopolitik dan Kejatuhan Bursa Asia
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai tekanan IHSG dipengaruhi sentimen geopolitik internasional saat ini. “Pergerakan IHSG masih dipengaruhi sentimen negatif dari perang AS dengan Iran yang mendorong investor global mengurangi risk appetite,” ujarnya dikutip dari Antara pada Senin, 9 Maret 2026.
Tekanan pasar terlihat sangat jelas di berbagai bursa Asia pada pembukaan perdagangan awal pekan ini sebagai dampak konflik tersebut secara langsung. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat melemah 6,98%, sementara Shanghai Composite turun 1,17% dan Hang Seng Hong Kong terpantau.
Straits Times Singapura juga ditutup memerah sekitar 2,68% akibat sentimen penghindaran risiko yang meluas di kawasan regional hari ini secara masif. Investor global cenderung memindahkan dana ke instrumen aman seperti emas guna menjaga nilai aset portofolio dari gempuran volatilitas.
Lonjakan Harga Minyak Dunia
Konflik geopolitik ini memicu lonjakan harga energi global yang sangat drastis berdasarkan data terbaru Bloomberg pada hari ini secara faktual. Harga minyak jenis Brent melonjak hingga kisaran 115 Dolar AS per barel yang mencerminkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan.
Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuabi menjelaskan pemangkasan produksi di jalur distribusi krusial langsung memukul harga energi secara global saat ini. “Nah mengurangi produksi inilah yang membuat apa? Membuat harga minyak mentah dunia, baik yang crude oil maupun grain,” ungkapnya pada Senin, 9 Maret 2026.
Situasi ekonomi global diprediksi bisa semakin memburuk jika tidak ada penyelesaian dalam jangka waktu dekat oleh pihak terkait konflik internasional. Ibrahim menambahkan, “Bahkan saat ini di 117 antara crude oil dan grain crude oil,” guna menegaskan posisi harga.
Harga minyak mentah jenis WTI juga mengalami kenaikan sekitar 26,79% menjadi sekitar 115,25 Dolar AS per barel secara harian di bursa. Kenaikan harga komoditas dunia ini meningkatkan risiko inflasi global secara signifikan bagi berbagai negara maju maupun negara berkembang.
Strategi Trading dan Rekomendasi Saham Pilihan
Analis Indo Premier Sekuritas Tbk (IPOT), David Kurniawan, menilai perubahan outlook kredit oleh Fitch Ratings turut memicu kekhawatiran bursa. “Perubahan ini menjadi sinyal bahwa pasar global mulai lebih mencermati disiplin fiskal dan arah kebijakan anggaran pemerintah,” ungkapnya pada Senin, 9 Maret 2026.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, analis menyarankan investor untuk jauh lebih selektif dalam mengelola seluruh portofolio investasi mereka di pasar modal. Fokus pada perusahaan dengan fundamental kuat serta valuasi menarik dinilai sangat penting guna menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas.
Di tengah pekan yang penuh ketidakpastian ini IPOT merekomendasikan beberapa saham yang dinilai memiliki peluang trading harian menarik bagi para investor saat ini. Salah satunya adalah saham PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) dengan target harga Rp4.200 per lembar saham yang dinilai potensial.
Rekomendasi selanjutnya adalah saham PT Elnusa Tbk (ELSA) dengan target harga Rp900 melalui strategi buy on pullback untuk para trader profesional. Investor juga dapat mencermati saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)dengan target harga Rp685 melalui strategi teknikal breakout.
Meski demikian, Nafan menekankan pentingnya disiplin tinggi dalam manajemen risiko bagi seluruh pelaku pasar modal Indonesia saat menghadapi badai ekonomi. “Fokus pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, serta gunakan manajemen risiko dengan disiplin,” tutup Nafan

Alvin Bagaskara
Editor
