Tren Pasar

Meski IHSG Tertekan, Intip List Saham "Diskon" yang Layak Pantau

  • Lagi nyari saham buat fast trade? Ciptadana Sekuritas kasih bocoran area support dan target profit untuk 4 saham pilihan di tengah fluktuasi IHSG hari ini.
images (61).jpg
Ilustrasi saham bearish. (N26)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih harus berjuang ekstra keras mengawali pekan ini, Senin, 9 Maret 2026. Setelah dihajar aksi jual pada akhir pekan lalu, indeks diprediksi masih akan bergerak di zona merah.

Mengutip riset teknikal dari Ciptadana Sekuritas Asia, IHSG hari ini diperkirakan bakal melandai dalam rentang support 7.448 hingga resistance 7.678. Tekanan ini merupakan kelanjutan dari sentimen negatif Jumat lalu, di mana investor asing terpantau "buang barang" dengan nilai net sell mencapai Rp263 miliar.

Namun, di tengah pasar yang lagi kurang bergairah, selalu ada celah untuk cuan jangka pendek. Berikut adalah 4 saham pilihan yang bisa jadi pertimbangan buat trading harian Anda:

1. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Emiten pengelola Alfamart ini memang lagi dalam tren turun jangka menengah. Kemarin, AMRT parkir di level Rp1.520. Meski kelihatannya masih tertekan, harga saat ini sebenarnya sudah mulai mendekati area support kuat di kisaran Rp1.450–Rp1.380.

Jika harga tertahan di area bawah tersebut, potensi rebound terbuka lebar.

Strategi: Speculative Buy di area Rp1.520.

Target Profit: Rp1.650.

Stop Loss: Rp1.440.

2. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

CBDK belakangan ini memang cukup fluktuatif. Setelah gagal bertahan di atas Rp6.700, saham ini meluncur deras ke level Rp5.000. Kabar baiknya, indikator Stochastic menunjukkan posisi oversold (jenuh jual), yang biasanya jadi sinyal bakal ada pantulan teknikal.

Strategi: Speculative Buy di Rp5.000.

Target Profit: Rp5.500.

Stop Loss: Rp4.650.

3. PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

Bagi pemburu saham pelat merah, JSMR kini sedang mendekati area "diskon". Harganya sudah turun di bawah rata-rata pergerakan jangka pendek. Meski risikonya masih ada, indikator teknikal menunjukkan momentum pelemahan mulai jenuh. Ini kesempatan buat buy on weakness.

Strategi: Buy on Weakness di Rp3.200.

Target Profit: Rp3.350.

Stop Loss: Rp3.150.

4. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

Nasib SMGR hampir mirip dengan JSMR, yakni mengalami koreksi tajam setelah gagal menembus resistance Rp3.260. Saat ini, SMGR berada di sekitar Rp2.660 dan pelan-pelan menuju area beli kuat di kisaran Rp2.450–Rp2.390.

Strategi: Buy on Weakness di Rp2.600.

Target Profit: Rp2.720.

Stop Loss: Rp2.440.

Grafik Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya masih tertahan di zona merah setelah menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan koreksi sebesar 1,62%. Penurunan ini membawa indeks terparkir di level 7.586, sebuah posisi yang kian tertekan akibat derasnya arus modal keluar. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga mencapai Rp263 miliar, yang memberikan tekanan ganda bagi pasar domestik.

Sektor industri dan konsumer siklikal menjadi kontributor utama pelemahan pasar dengan kemerosotan masing-masing sebesar 3,37% dan 3,34%. Tak ketinggalan, sektor energi juga ikut terpangkas hingga 2,86%. Saham-saham berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi penopang pasar justru ikut "tumbang"; mulai dari BBRI yang terkoreksi ke Rp3.670, BMRI yang anjlok hampir 3% ke level Rp4.980, hingga BBCA yang ikut melemah ke posisi Rp7.000.

Kondisi ini kian diperumit dengan nilai tukar Rupiah yang belum menunjukkan tanda-tanda penguatan, setelah kembali terdepresiasi sebesar 23 poin ke posisi Rp16.906 per dolar AS. Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini, Senin (9/3), masih dibayangi oleh tren pelemahan. Indeks diperkirakan akan menguji area support di level 7.448, sementara ruang penguatan atau resistance masih tertahan cukup kuat di angka 7.678.

Meski pasar terlihat kurang bersahabat, beberapa emiten justru mulai menunjukkan daya tarik karena harganya yang sudah "murah". Saham AMRT dan CBDK bisa mulai dicermati untuk strategi speculative buy mengingat posisinya yang sudah sangat dekat dengan batas bawah dan berpeluang memantul kembali. Di sisi lain, saham sektor infrastruktur dan material seperti JSMR dan SMGR menjadi pilihan menarik untuk strategi buy on weakness saat harga sedang melandai.

Tags: IHSGJSMR