Di Balik Perburuan Gembong El Mencho
- Penyelidikan membawa kepada seseorang yang dapat membantu mengakses tempat persembunyiannya. Yakni kepercayaan salah satu kekasih Oseguera

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID- Pasukan keamanan Meksiko menewaskan pemimpin kartel paling dicari di negara itu, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, dalam operasi berisiko tinggi pada hari Minggu 22 Febaruari 2026. Langkah yang memicu gelombang kekerasan dan kekacauan.
Oseguera adalah pemimpin dan salah satu pendiri Kartel Generasi Baru Jalisco yang berpengaruh. Sebuah kelompok kriminal yang telah dengan cepat memperluas pengaruhnya dalam beberapa tahun terakhir, menjadi salah satu penyelundup utama metamfetamin dan fentanil ke AS.
Serangan ini terjadi pada momen penting bagi Meksiko. Ini karena Presiden Claudia Sheinbaum menghadapi tekanan yang semakin besar dari Presiden AS Donald Trump untuk menindak tegas perdagangan narkoba.
Peristiwa ini juga terjadi hanya beberapa bulan sebelum kota Guadalajara di Meksiko yang diguncang kekerasan setelah penangkapan gembong narkoba tersebut akan menjadi tuan rumah empat pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia FIFA 2026.
Bagaimana Operasi Dilaksanakan
Setelah bertahun-tahun memburu Oseguera, pasukan Meksiko pada tanggal 20 Februari menerima informasi konkret tentang keberadaan pemimpin kartel yang ditakuti itu.
Penyelidikan mereka terhadap jaringan Oseguera telah membawa mereka kepada seseorang penting yang dapat membantu mengakses tempat persembunyiannya. Seorang kepercayaan dari salah satu kekasih Oseguera. Hal itu menurut Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla Trejo.
Keesokan harinya, kekasih itu meninggalkan kompleks kabin Oseguera di pinggiran Tapalpa, tetapi gembong narkoba itu tetap berada di tempat persembunyian bersama pengawal keamanannya.
Para anggota pasukan khusus Meksiko dan Pasukan Reaksi Cepat Khusus Garda Nasional kemudian bergerak cepat, menyusun rencana dan melancarkan serangan dalam waktu 24 jam berikutnya. Untuk menghindari kecurigaan, misi tersebut terutama dilakukan oleh pasukan darat dengan dukungan udara terbatas dari helikopter, kata Trevilla.
Beberapa unit tentara Meksiko hadir di pusat kota Tapalpa pada Minggu pagi. Pasukan Meksiko membentuk perimeter di sekitar kompleks tersebut dan kemudian mendekat. Saat mereka melakukannya, mereka dihujani tembakan dari para letnan Oseguera.
Dengan menggunakan video saksi mata yang direkam selama operasi, diketahui lokasi El Mencho di area berhutan yang melindungi beberapa kompleks kecil berpagar. Sekitar tiga mil di sebelah barat daya Tapalpa. Lokasi tersebut, sebuah rumah liburan yang dikenal sebagai Cabañas La Loma, berada dekat Tapalpa Country Club, di ujung jalan masuk yang panjang dan terpencil.
Cabañas La Loma dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada tahun 2015 dan sekali lagi pada tahun 2017 karena memberikan "bantuan material kepada kegiatan perdagangan narkoba (kartel Jalisco).
Dalam rekaman yang diambil lebih jauh di jalan masuk, terdengar suara tembakan senapan otomatis. Sementara video berbeda yang diambil pada waktu yang sama menunjukkan asap hitam tebal yang keluar dari lokasi tersebut. Baku tembak tersebut menewaskan delapan anggota kartel dan melukai dua tentara.
Oseguera dan beberapa deputinya kemudian melarikan diri ke daerah berhutan di dekatnya. Mereka meninggalkan sekelompok orang "dengan sejumlah besar senjata" yang terus melawan.
Sebagian pasukan Meksiko tetap tinggal untuk menghadapi kelompok tersebut di pondok. Sementara sebuah tim personel Pasukan Khusus memisahkan diri untuk mengejar Oseguera, yang mereka temukan bersembunyi di area semak belukar hutan.
Setelah baku tembak lebih lanjut, tim Pasukan Khusus menangkap pemimpin kartel dan dua pengawalnya. Ketiganya mengalami luka serius. Bersama seorang tentara yang terluka, ketiga anggota kartel itu dinaikkan ke helikopter yang seharusnya membawa mereka ke rumah sakit di kota Guadalajara terdekat.
Namun, ketika ketiga orang tersebut tewas selama penerbangan, pihak berwenang memutuskan untuk mengubah rute, karena khawatir akan adanya respons kekerasan di Guadalajara. Tempat kartel tersebut memiliki kehadiran yang besar. Helikopter kemudian dialihkan ke Bandara Internasional Morelia, di mana sebuah pesawat Angkatan Udara menunggu untuk membawa mereka ke Mexico City.
Kabar kematian Oseguera menjerumuskan sebagian besar wilayah Meksiko ke dalam kekacauan ketika pasukan kartel melakukan aksi kekerasan pembalasan yang brutal.
Kelompok-kelompok kriminal mendirikan barikade yang dibakar di jalanan dan terlibat baku tembak dengan militer. Maskapai penerbangan menangguhkan penerbangan mereka ke wilayah tersebut, dan AS mendesak warganya untuk berlindung di tempat aman selama kekacauan tersebut. Di tengah kekacauan, 25 anggota polisi militer Garda Nasional tewas.
Mengapa Presiden Sheinbaum Bertindak Sekarang?
Operasi ini datang pada waktu yang krusial bagi Meksiko. Dengan ancaman intervensi lintas batas dari Trump, Sheinbaum tentu ingin menunjukkan bahwa ia sedang menindak tegas geng-geng narkoba.
Namun, ini juga merupakan risiko yang diperhitungkan, mengingat kedekatan Piala Dunia dengan kekerasan yang dipicu oleh kartel narkoba yang telah dilepaskan setelah kematian gembong narkoba tersebut. Guadalajara akan menjadi tuan rumah pertandingan musim panas ini, yang diperkirakan akan menjadi keuntungan ekonomi bagi negara bagian Jalisco, dan Sheinbaum tentu akan berhati-hati agar tidak menakut-nakuti calon wisatawan.
Bisa jadi kesempatan untuk menangkap Oseguera terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. “Menurut saya, negara Meksiko telah melakukan perhitungan di mana angka-angka menguntungkan mereka; tidak ada kesempatan yang lebih baik untuk menangkapnya,” kata Armando Vargas, koordinator program keamanan di lembaga kajian México Evalúa.
Baca juga: Kenapa Amerika Latin Jadi Pusat Kartel Narkoba Dunia?
Vargas mengatkan mengetahui bahwa kekerasan balasan kemungkinan akan terjadi, pemerintah menetapkan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mengatasi gangguan dan menjaga tata kelola serta memulihkannya dalam waktu singkat.\
Vargas menambahkan bahwa kemungkinan kartel Jalisco sekarang terpecah dan terjerumus ke dalam pertikaian internal tampaknya tidak mungkin. “Sebagian besar pemimpin mereka masih bebas, beroperasi melalui semacam sistem waralaba di mana bos lokal memiliki otonomi dalam pengambilan keputusan,” katanya.
“Memang, Oseguera sudah harus menyerahkan sebagian kendali organisasi atas kelompok tersebut karena ia sedang buron dari pihak berwenang,” kata Gustavo López Montiel, seorang profesor ilmu politik di Institut Teknologi dan Pendidikan Tinggi Monterrey.
López Montiel menambahkan memilih untuk melenyapkan Oseguera sementara beberapa letnannya masih ada menunjukkan bahwa penangkapan ini jelas penting, tetapi juga simbolis.
Sedangkan David Mora, analis senior di International Crisis Group mengatakan kematian gembong narkoba itu mungkin akan melemahkan kartel Jalisco dan membuka kemungkinan kekerasan lebih lanjut di dalam kelompok tersebut. Sekaligus memberikan kesempatan kepada kartel lain untuk menginvasi wilayah kartel Jalisco.
Namun, seperti yang Mora tunjukkan, apa pun dampaknya terhadap kartel Jalisco, Meksiko berharap ada satu orang khususnya yang melihat kematian Oseguera sebagai perkembangan yang berarti: Donald Trump.
