Pasar Modal

Defisit APBN Diprediksi di Bawah 3 Persen, Nilai Kurs Rupiah Menguat 37,5 Poin

  • Menurut data perdagangan Bloomberg, Jumat, 9 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.580 perdolar Amerika Serikat (AS).
<p>Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah menguat 37,5 poin setelah pemerintah mengkonfirmasi bahwa defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) akan berada di bawah 3% pada tahun 2022.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Jumat, 9 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.580 perdolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 8 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat 16 poin di level Rp15.620,5 perdolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar merespon positif pernyataan pemerintah mengenai defisit APBN yang diprediksi akan di bawah 3% di penghujung tahun.

Prediksi itu dilatarbelakangi oleh penerimaan negara dan kinerja ekonomi yang membaik sehingga pemerintah menurunkan proyeksi defisit dari 4,5%.

"Kinerja pertumbuhan ekonomi yang moncer sepanjang tahun berjalan menjadi salah satu alasan kuat. Selain itu, kinerja penerimaan negara pun memiliki prospek yang baik, terutama pajak," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Jumat, 9 Desember 2022.

Per 6 Desember 2022, penerimaan pajak pemerintah telah mencapai sekitar Rp1,58 kuadriliun, melampaui target pemerintah di kisaran Rp1,48 kuadriliun.

Ibrahim mengatakan, capaian tersebut sesuai dengan perkiraannya karena pada Oktober 2022, penerimaan pajak telah mencapai Rp1,44 kuadriliun atau 97,5% dari target.

"Jika menghitung rata-rata capaian perbulannya, target akan terlampaui setidaknya pada November 2022," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Senin, 12 Desember 2022, nilai kurs rupiah berpotensi menguat di rentang Rp15.550-Rp15.630 perdolar AS.