Nasional & Internasional

CEO Intel Sebut Kelangkaan Chip Semikonduktor Bakal Berlangsung Beberapa Tahun

  • CEO Intel Corp, Pat Gelsinger menyebut bahwa kelangkaan chip semikonduktor di seluruh duia bakal berlangsung selama beberapa tahun.

JAKARTA – CEO Intel Corp, Pat Gelsinger menyebut bahwa kelangkaan chip semikonduktor di seluruh duia bakal berlangsung selama beberapa tahun.

Padahal langkanya chip semikonduktor ini telah menghambat sejumlah industri di antaranya industri otomotif dan elektronik.

Sejumlah perusahaan mengambil langkah jangka pendek untuk mengatasi kelangkaan semikonduktor ini. Namun untuk benar-benar menyelesaikan masalah kelangkaan chip semikonduktor akan butuh waktu lebih lama.

“Sementara industri telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kendala jangka pendek, masih diperlukan beberapa tahun bagi ekosistem untuk mengatasi kekurangan kapasitas pengecoran, substrat, dan komponen,” ujar Gelsinger dalam sebuah keterangan yang dikutip dari Reuters Rabu, 2 Juni 2021.

Dalam sesi virtual pameran dagang Computex di Taipei beberapa waktu lalu, Gesinger menyatakan pandemi Covid-19 secara tidak langsung menjadi penyebab langkanya chip semikonduktor.

Pasalnya semenjak pandemi, tren bekerja dan belajar di rumah meningkat sehingga peralatan elektronik makin laris. Inilah yang memicu meledaknya kebutuhan semikonduktor dan berdampak pada tekanan ketersediaan dan rantai pasokan.

Pada April lalu, Intel menyatakan pihaknya bakal masuk ke dalam bisnis chip semikonduktor dalam waktu enam atau sembilan bulan ke depan. Masuknya Intel dalam industri ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan chip di pabrik mobil Amerika Serikat.

Guna menjalankan rencananya, Intel bakal menggelontorkan dana sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp285 triliun (asumsi kurs Rp14.200 per dollar AS) untuk membangun dua pabrik di Arizona dan di wilayah lain.

“Kami berencana untuk memperluas ke lokasi lain di AS dan Eropa, memastikan rantai pasokan semikonduktor yang berkelanjutan dan aman untuk dunia,” ujar Gelsinger.

Rencana Intel masuk dalam bisnis pembuatan chip semikonduktor bakal membawanya menantang dua perusahaan pembuat chip tercanggih dunia, Taiwan Semiconductor Manufacturing dari Taiwan dan Samsung Electronics Co Ltd dari Korea Selatan.

Saat ini, kedua perusahaan tersebut telah memproduksi lebih dari dua pertiga chip semikonduktor canggih yang telah didistribusikan di seluruh dunia. (RCS)