Calon Bintang Baru K-Pop Siap Debut 2026, Ada ALD1!
- Salah satu grup yang melakukan debut 2026 adalah ALPHA DRIVE ONE (ALD1), boy group beranggotakan delapan orang yang terbentuk melalui program audisi Mnet tahun 2025, “Boys II Planet.”

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Gelombang baru grup K-pop pendatang baru siap meramaikan panggung 2026. Sejumlah agensi besar dan program audisi tengah menyiapkan talenta-talenta baru yang ditujukan untuk membentuk generasi berikutnya dalam industri K-pop.
Salah satu grup yang melakukan debut paling awal adalah ALPHA DRIVE ONE (ALD1), boy group beranggotakan delapan orang yang terbentuk melalui program audisi Mnet tahun 2025, “Boys II Planet.”
Di bawah manajemen WAKEONE, grup ini beranggotakan Junseo, Arno, Leo, Geonwoo, Sangwon, Xinlong, Anxin, dan Sanghyeon. ALD1 dijadwalkan resmi debut pada 12 Januari 2026 dengan album perdana bertajuk “EUPHORIA.”
- Baca Juga: 2026 Bawa Peluang Baru untuk K-pop di China
Sebelum debut, ALD1 sudah lebih dulu mencuri perhatian publik. Pada Desember 2025, mereka membuka ajang Melon Music Awards 2025 dengan membawakan single prarilis “FORMULA,” yang menjadi penampilan perdana mereka di panggung penghargaan besar.
Dilansir dari The Korea Times, seiring mendekatnya akhir masa kontrak senior satu label mereka, ZEROBASEONE, ALD1 diharapkan dapat melanjutkan garis keturunan idola pria yang dihasilkan melalui franchise.
Agensi MORE VISION yang dipimpin penyanyi sekaligus produser Jay Park juga tengah menyiapkan boy group baru. Grup bernama LNGSHOT ini beranggotakan empat orang, yakni Oyul, Ryul, Woojin, dan Loui, dan akan merilis mini album debut berjudul “SHOT CALLERS” pada 13 Januari 2026.

Menurut pihak agensi, LNGSHOT menargetkan diri untuk menjadi salah satu akt paling berpengaruh dalam musik pop, dengan spektrum musik yang mencakup hip-hop dan R&B. Nama grup ini merepresentasikan gagasan tembakan penentu yang membalikkan keadaan meskipun peluangnya tipis.
C9 Entertainment, agensi yang menaungi grup seperti CIX dan EPEX, juga bersiap meluncurkan boy group barunya yang pertama dalam lima tahun terakhir. Grup beranggotakan tujuh orang ini bernama NAZE, dengan formasi Ato, Kaisei, Younki, Turn, Yuya, Kimkun, dan Dohyeok.
Sebelum debut resminya, para anggota telah aktif dengan nama sementara, C9 ROOKIES, dan telah tampil di berbagai program televisi Jepang, termasuk drama dan variety show, sebagai bagian dari upaya promosi awal.
Sementara, program audisi juga terus menjadi jalur lahirnya girl group baru. H//PE Princess, grup hip-hop global beranggotakan tujuh orang yang terbentuk melalui proyek kolaborasi Korea-Jepang Mnet bertajuk “Unpretty Rapstar: Hip Pop Princess,” juga dijadwalkan debut tahun ini. Susunan final anggotanya terdiri dari Nam Yuju, Koko, Niko, Yun Seoyoung, Kim Doyi, Rino, dan Kim Sujin.
Grup lain yang lahir dari program audisi, YUHZ, yang terbentuk melalui acara SBS “B:MY BOYZ,” kini tengah mempersiapkan debut resminya. Boy group multinasional beranggotakan delapan orang ini terdiri dari Bohyeon, Hyo, Haruto, Junseong, Jaeil, Kai, Yeontae, dan Sechan.
Mencerminkan komposisi anggotanya yang berskala global, YUHZ berencana memperluas aktivitas tidak hanya di Korea, tetapi juga merambah pasar internasional seperti China, Taiwan, dan Jepang.
Salah satu proyek yang paling banyak ditunggu adalah SMTR25 dari SM Entertainment, sebuah grup trainee pria multinasional yang pertama kali diperkenalkan dalam konser perayaan 30 tahun SM, “SMTOWN LIVE 2025,” yang digelar di Seoul pada Januari 2025.
Para trainee tersebut kemudian tampil dalam rangkaian konser SMTOWN di Mexico City, Los Angeles, London, dan Tokyo, menandakan ambisi SM untuk memposisikan mereka sebagai bagian dari generasi artis berikutnya.
Meski SM belum mengumumkan susunan final maupun nama resmi grup yang akan debut, para pengamat industri memperkirakan debutnya akan berlangsung pada 2026.
Di sisi lain, boy group baru dari A2O Entertainment, dengan pendiri SM Lee Sooman berperan sebagai produser utama, juga diperkirakan akan diluncurkan tahun ini.
Meskipun detailnya masih terbatas, proyek ini akan menandai kembalinya Lee Sooman ke industri K-pop setelah menjual saham SM miliknya pada 2023, menyusul berakhirnya periode pembatasan kontrak yang sebelumnya membatasi keterlibatannya dalam produksi K-pop di Korea.

Distika Safara Setianda
Editor
