BTN Gaspol Green Banking, Buka Peluang Keuntungan Anak Muda
- BTN perkuat green banking lewat inisiatif ramah lingkungan dan inklusif, mulai dari rumah hemat energi sampai program sampah jadi kredit cicilan.

Maharani Dwi Puspita Sari
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Generasi muda kini semakin menyadari bahwa pilihan finansial tidak hanya soal imbal hasil semata, tetapi juga punya dampak lingkungan dan sosial. Menyikapi tren tersebut, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperkuat komitmen green banking melalui berbagai inisiatif yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga dekat dengan kebutuhan anak muda.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyampaikan bahwa green banking bukan sekadar istilah besar, tetapi bagaimana bank bisa memberi solusi nyata bagi masyarakat dan planet. BTN juga mencatat prestasi penting dengan meraih ESG Rating AA dari MSCI ESG Ratings pada 2025, sekaligus menempatkannya di depan dalam penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, Governance/ESG) di antara bank-bank besar lainnya.
"BTN menjadi bank pertama di Indonesia yang meraih rating AA dari MSCI karena faktor utama yang sudah clear yaitu BTN tidak membiayai sektor-sektor yang membuat langit jadi kotor," ujar Nixon dalam Metro TV Green Summit 2026, dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Nixon menjelaskan beberapa keunggulan ESG yang dimiliki BTN. Pertama, besarnya peran sosial bank dalam menyalurkan pembiayaan perumahan bagi 6 juta keluarga masyarakat berpenghasilan rendah.
Kedua, komitmen pada keberlanjutan lingkungan melalui pengembangan 150.000 unit Rumah Rendah Emisi hingga tahun 2029. BTN bekerja sama dengan Rebricks untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi bahan bangunan dan memberikan keringanan bunga bagi developer yang membangun hunian berkelanjutan tersebut sebagai bentuk nyata penerapan ekonomi sirkular.
Program BTN
Ada beberapa program yang dimiliki oleh BTN yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda, yaitu:
1. Pembiayaan Rumah Hemat Energi

BTN mengembangkan kredit perumahan yang dirancang agar hunian lebih hemat energi, misalnya dengan dukungan panel surya atau material bangunan ramah lingkungan. Program ini tak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga bisa menekan biaya listrik bulanan yang sangat relevan bagi generasi muda.
2. Program "Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu"

Program inovatif ini memungkinkan pemilik Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN untuk mengumpulkan sampah rumah tangga yang diolah menjadi nilai ekonomi oleh mitra terkait. Nilai konversi sampah itu kemudian bisa digunakan untuk mengurangi cicilan bulanan.
Bagi anak muda yang aktif di komunitas lingkungan, hal ini menjadi bentuk nyata terkait perilaku ramah lingkungan yang mampu berdampak pada finansial mereka.
3. Keterbukaan ESG Framework

BTN juga memiliki kerangka keuangan berkelanjutan atau Sustainable Finance Framework yang mendapat penilaian Excellent dari Sustainable Fitch, yaitu sebuah standar internasional yang memastikan pembiayaan disalurkan bank mendukung proyek hijau dan sosial.
Framework ini menjadi landasan untuk mengelola aktivitas dan operasi bisnis serta proses pengambilan keputusan yang komprehensif termasuk pengelolaan produk dan jasa, pengelolaan risiko perubahan iklim, serta pengelolaan dampak pada manusia maupun komunitas.
Apa Artinya Bagi Anak Muda?
Bagi generasi muda, keterlibatan dalam green banking tidak hanya menambah wawasan tentang investasi yang bertanggung jawab, tetapi juga memberi peluang untuk berperan dalam ekonomi berkelanjutan. Dalam hal ini, anak-anak muda dapat memanfaatkan program ini dengan cara:
- Memilih produk perbankan yang punya komitmen green finance.
- Memahami laporan ESG perusahaan yang kamu investasikan.
- Ikut serta dalam program lingkungan yang diadakan oleh bank atau komunitas finansial.
- Mempertimbangka dampak sosial serta lingkungan dalam keputusan finansial.
Dengan menerapkan program tersebut, anak-anak muda mampu mencerminkan gaya hidup modern yang tidak hanya profit oriented, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan di era ekonomi global saat ini.

Maharani Dwi Puspita Sari
Editor
