Tren Pasar

Bos BBRI Spill Bisnis Emas di Tengah Ledakan Cuan Pegadaian

  • BBRI memperkuat ekosistem emas melalui sinergi Holding Ultra Mikro. Laba Pegadaian tembus Rp8 triliun di tengah proyeksi harga emas global melenting.
Pelayanan Pegadaian .jpg
Nasabah melakukan transaksi di counter kantor cabang Pegadaian Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, 4 Agustus 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Emiten perbankan plat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mulai menempatkan bisnis investasi emas sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru. Strategi agresif ini diluncurkan tepat di tengah proses transformasi model bisnis perseroan demi menjaga keberlanjutan fundamental.

Direktur Utama perseroan, Hery Gunardi, menjelaskan bahwa selain memperkuat bisnis inti mikro, perusahaan kini memperluas agenda ekspansi. "BRI memperkuat bisnis emas melalui digital dan segmen commercial melalui value chain, dengan dukungan risk management," ujar Hery pada konferensi pers Kamis, 26 Februari 2026. 

Langkah agresif bank pelat merah ini berjalan seiring dengan pencapaian rekor fantastis entitas anak usaha mereka. PT Pegadaian sukses mencatatkan lonjakan kinerja positif secara luar biasa sepanjang tahun buku 2025. berkat tingginya kesadaran investasi dari berbagai lapisan masyarakat nasional.

1. Ekosistem Distributor Emas Raksasa

Pengembangan bisnis komoditas logam mulia ini difokuskan pada peran perseroan sebagai distributor raksasa di pasar. Melalui integrasi ekosistem, bank spesialis rakyat ini memasarkan langsung ragam portofolio produk unggulan milik entitas anak usaha PT Pegadaian Perusahaan Pembiayaan secara mutlak.

Berkat penguasaan 111.172.400 lembar portofolio saham atau setara porsi 99,99% di Pegadaian, distribusi instrumen ini berjalan sangat mulus. Perseroan secara masif menawarkan fasilitas fitur tabungan logam mulia tersebut langsung ke dalam genggaman nasabah melalui layanan aplikasi digital Mobile Banking andalannya.

Direktur Bisnis Mikro, Akhmad Purwakajaya, memaparkan efektivitas integrasi layanan Holding Ultra Mikro/Umi sebagai jalur pemasaran utama. Melalui infrastruktur wadah pembiayaan terpadu tersebut, perseroan sukses mendistribusikan produk perlindungan nilai kepada lebih dari 34,5 juta debitur dan 187 juta rekening simpanan nasabah.

2. Rekor Fantastis Laba Pegadaian

Strategi ekosistem logam mulia tersebut terbukti sukses mencetak hasil luar biasa bagi PT Pegadaian sepanjang tahun operasional lalu. Entitas perusahaan pembiayaan ini berhasil menorehkan rekor pembukuan laba bersih mencapai level angka yang sangat fantastis sebesar Rp8,34 triliun.

Pencapaian perolehan laba triliunan rupiah tersebut secara sukses melonjak tajam hingga 42,6% jika disandingkan dengan realisasi sebelumnya. Pada pencapaian periode tahun buku sebelumnya, entitas anak usaha kebanggaan perseroan tersebut nyatanya sekadar mencatatkan perolehan laba sebesar Rp5,85 triliun.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, memberikan apresiasi atas pencapaian spektakuler tersebut. “Kami menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, khususnya nasabah, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian,” ujar Damar melalui keterangan resminya, pada Rabu, 25 Februari 2026. 

3. Lonjakan Aset dan Kualitas Kredit

Lompatan perolehan laba spektakuler tersebut nyatanya sangat didorong oleh peningkatan nilai total aset perusahaan. Entitas pembiayaan ini secara meyakinkan sanggup mendongkrak pencapaian aset menembus angka masif Rp151,7 triliun atau naik 47,8% dari posisi sebelumnya yakni Rp102,6 triliun.

Momentum pertumbuhan gemilang ini langsung memicu kenaikan angka penyaluran pembiayaan kotor perseroan di pasar industri nasional. Rasio Outstanding Loan/OSL kotor sukses bertumbuh sangat kuat 47,5% menjadi sebesar Rp126 triliun dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang bernilai Rp85,4 triliun.

Kepercayaan nasabah yang begitu tinggi turut berdampak positif terhadap perbaikan mutu pembiayaan kredit perusahaan secara signifikan. Rasio beban pinjaman bermasalah atau Non Performing Loan/NPL berhasil ditekan turun ke 0,38% dari posisi 0,63% berkat pengelolaan risiko sangat unggul.

4. Layanan Bank Emas Makin Diminati

Layanan instrumen pelindung nilai berupa tabungan komoditas tercatat memegang peranan sangat vital dalam menyumbang pencapaian rekor laba. Total transaksi beserta dana kelolaan aset masyarakat melalui program investasi andalan ini sukses menembus volume pencapaian angka sebesar 33,7 ton.

Porsi raupan instrumen tersebut didominasi oleh transaksi nasabah pada layanan menabung yang sukses menghimpun bobot 17,1 ton. Instrumen penempatan deposito logam mulia mencatatkan serapan 2,18 ton, disusul program cicilan masyarakat yang turut membukukan volume hingga 10,3 ton.

Secara keseluruhan agregat pasar, entitas pembiayaan mikro ini tercatat berhasil mengelola ekosistem komoditas berharga tersebut dalam jumlah masif. Portofolio agunan produk gadai beserta layanan perbankan sukses mencatatkan volume kelolaan luar biasa hingga sanggup menyentuh bobot angka 136 ton.

5. Kesadaran Investasi dan Tantangan Masa Depan

Damar menilai pencapaian fantastis ini sebagai bukti nyata peningkatan kesadaran berinvestasi yang terjadi secara merata di masyarakat. “Hal ini membuktikan bahwa masyarakat semakin aware untuk berinvestasi dalam bentuk emas, serta paham dan bijak dalam mengoptimalkan aset,” paparnya antusias.

Langkah strategis perseroan tersebut nyatanya sangat sejalan dengan prospek cerah komoditas logam mulia secara global. Lembaga keuangan raksasa dunia yakni JP Morgan secara resmi memproyeksikan target harga emas akan sanggup menembus level fantastis US$6.300 per ons pada tahun operasional berjalan 2026.

JP Morgan menilai sentimen lonjakan permintaan aset lindung nilai masih sangat tinggi. "Aksi borong cadangan oleh bank sentral global beserta ketidakpastian kondisi geopolitik menjadi katalis utama penguat tren harga komoditas logam mulia," tulis laporan riset mereka yang dipublikasikan awal pekan ini.