Bidik Pembiayaan Vendor Proyek Pemerintah, Modalku Luncurkan Layanan Modal Proyek
- Platform fintech peer-to-peer lending Modalku meluncurkan layanan baru bernama "Modal Proyek" untuk mendukung pembiayaan vendor proyek pemerintah.

Muhammad Farhan Syah
Author


JAKARTA - Platform fintech peer-to-peer lending Modalku meluncurkan layanan baru bernama "Modal Proyek" untuk mendukung pembiayaan vendor proyek pemerintah.
Modalku berkomitmen untuk memberikan solusi pendanaan yang fleksibel kepada perusahaan atau vendor e-catalogue dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
"Kami melihat peluang yang sangat menjanjikan dalam pembiayaan proyek pemerintah. Oleh karena itu, kami memperkenalkan Modal Proyek sebagai alternatif pendanaan tanpa agunan bagi perusahaan atau vendor yang hendak menjalankan proyek dari pemerintah," ujar Arthur Adisusanto, Country Head Modalku dalam keterangan pers Selasa, 16 Mei 2023.
- Ahli Menyebut Langkah Membangun Bisnis untuk Mencapai Kebebasan Waktu dan Finansial
- Proyeksi Saham SCMA Direvisi Akibat Penurunan Kinerja SCTV dan Indosiar
- Masifkan Pengeboran, Ini Jurus Pertamina Patra Niaga di Blok Pangkah
Perusahaan turut menyorot tren sektor pengadaan pemerintah yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan pesat.
Hal ini terlihat dari peningkatan anggaran belanja pemerintah tahun ini yang mencapai Rp3.061 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Modal Proyek sendiri menawarkan pendanaan hingga Rp1,5 Miliar dengan tenor fleksibel hingga 120 hari sesuai dengan tempo pembayaran proyek. Dengan adanya layanan tersebut, Modalku berharap dapat membantu perusahaan atau vendor dalam mengatasi kendala pendanaan selama menjalankan proyek pemerintah.
Selain meluncurkan Modal Proyek, Modalku juga tetap fokus dalam menyalurkan pendanaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga saat ini, Modalku telah menyalurkan pendanaan senilai Rp48 triliun kepada lebih dari 5,1 juta transaksi UMKM di Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Penyaluran pendanaan Grup Modalku menunjukkan konsistensi pertumbuhan yang mengesankan, dengan pertumbuhan lebih dari 40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan profitabilitas bisnis yang berkelanjutan. Potensi bisnis fintech di Indonesia terus berkembang seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan pendanaan sektor UMKM yang semakin meningkat," kata Arthur.

Ananda Astri Dianka
Editor
