Fintech

Berinvestasi Reksa Dana Terproteksi Mulai dari Rp1 Juta di Raiz Invest Indonesia

  • PT Raiz Invest Indonesia menyediakan produk Reksa Dana Terproteksi (RDT) yang memungkinkan nasabah untuk berinvestasi mulai dari Rp1 juta.
Raiz Invest
Ilustrasi aplikasi Raiz Invest Indonesia. /dok. Raiz Invest Indonesia. (Raiz Invest Indonesia)

JAKARTA – PT Raiz Invest Indonesia menyediakan produk Reksa Dana Terproteksi (RDT) yang memungkinkan nasabah untuk berinvestasi mulai dari Rp1 juta. 

Untuk diketahui, RDT adalah reksa dana berbasis efek utang konvensional maupun syariah dengan konsep perlindungan atas pokok investasi saat jatuh tempo melalui mekanisme pengelolaan investasi. 

Digital Marketing Lead Raiz Narendra Sudarmadi mengatakan, produk investasi RDT memiliki dua keunggulan utama dibanding reksa dana yang lain. 

Pertama, potensi imbal hasil yang lebih baik dibanding deposito bank dan dibagikan periodik. Potensi keuntungan tersebut disebabkan oleh penggunaan obligasi sebagai aset dasar RDT dengan risiko yang lebih tinggi dari deposito namun dapat memberikan return yang lebih baik. 

Kedua, adalah nominal minimum investasi yang lebih rendah dibanding deposito. Di Raiz Indonesia, nasabah bisa berinvestasi di instrumen RDT mulai dari Rp1 juta. 

“Di Raiz, nasabah tidak perlu memiliki saldo tertentu, mereka dapat memilih produk RDT mana yang sedang ditawarkan dan membelinya di aplikasi dengan mudah,” ujar Narendra dalam keterangannya, Rabu, 13 April 2022.

Per akhir Maret 2022, Raiz Indonesia sudah menghimpun sekitar 550 ribu rekening nasabah dengan kenaikan 17,8% year-on-year (yoy). CEO Raiz Indonesia Fahmi Arya mengatakan, penambahan rekening turut didukung oleh ketersediaan produk RDT di platform yang dikelolanya. 

“Dari jumlah rekening tersebut, jumlah rekening aktif milik nasabah mencapai 230.000 rekening. Penambahan rekening tersebut terutama didukung oleh bertambahnya opsi pembayaran serta penambahan lini produk yaitu Reksa Dana Terproteksi (RDT) secara online,” ujar Fahmi dalam acara buka puasa bersama media, Selasa, 12 April 2022. 

Hingga akhir Maret, Raiz sukses menawarkan enam RDT kepada publik yang dikelola PT Avrist Asset Management, PT STAR Asset Management, dan PT Trimegah Asset Management. 

Menurut Fahmi, penjualan RDT online merupakan salah satu strategi Raiz dalam memperkenalkan investasi pasar modal kepada publik.

Selain melalui penjualan RDT, Raiz juga memperkenalkan Raiz Rewards kepada pengguna aplikasi dan penyediaan instrumen aset baru yang akan ditawarkan perseroan pada kuartal II 2022. 

Raiz Reward menghadirkan program pengembalian investasi (investback) dari setiap belanja online yang dilakukan nasabah. Melalui investback, nasabah dapat berinvestasi tanpa mengurangi intensitas belanjanya di platform yang terdapat pada aplikasi. 

Sebagai informasi, Raiz Indonesia telah terdaftar sebagai Agen Penjual Reksa dana (Aperd) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 10 Desember 2018 dan merupakan anak usaha dari Raiz Invest Limited asal Australia.

Raiz Indonesia resmi diluncurkan dalam negeri pada Agustus 2019 sebagai aplikasi investasi mikro berbasis online yang menawarkan kesempatan investasi di instrumen reksa dana dimulai dari Rp10 ribu.