Berencana Rilis Satelit Konstelasi Rendah, China Bakal Saingi Starlink Milik Elon Musk
- Proyek ini merupakan rencana China untuk membangun jaringan satelit besar di orbit dekat Bumi

Rizky C. Septania
Author


ilustrasi
(Istimewa)BEIJING - Sebuah proyek rahasia bernama Project GW dikabarkan bakal dilakukan oleh China. Proyek ini merupakan rencana China untuk membangun jaringan satelit besar di orbit dekat bumi untuk menyediakan layanan internet kepada pengguna di seluruh dunia.
Proyek yang dipimpin oleh profesor Xu Can dari Universitas Teknik Antariksa Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) di Beijing disebut bakal bisa melumpuhkan Starlink milik Elon Musk.
Mengutip Reuters Senin, 6 Maret 2023, konstelasi GW akan terdiri dari 12.992 satelit yang dikembangkan oleh China Satellite Network Group Co yang baru didirikan. Adapun jadwal peluncuran satelit-satelit ini masih belum diketahui. Namun, berdasarkan jurnal China Command Control and Simulation, jumlahnya akan menyaingi skala jaringan SpaceX yakni lebih dari 12.000 satelit pada tahun 2027.
- 5 Fakta Usai Pesta 7 Gol Liverpool ke Gawang Manchester United
- Jalan Tol Cisumdawu Siap Dipakai untuk Mudik Lebaran, Konstruksi Selesai 15 April 2023
- Kebakaran Depo Plumpang, Apa Itu Buffer Zone?
- Update Kebakaran Depo Pertamina Plumpang: Korban Tewas Terus Bertambah
Xu menambahkan, ke depannya konstelasi satelit GW kemungkinan akan digunakan dengan cepat, bahkan sebelum starlink bisa menyelesaikan misinya.
"Ini akan memastikan bahwa negara kita memiliki tempat di orbit rendah dan mencegah konstelasi Starlink dari sumber daya orbit rendah yang didahului secara berlebihan," tulis Xu.
Selain penyebarannya dilakukan lebih cepat, satelit GW juga bakal ditempatkan dimana konstelasi Starlink belum tercapai. Dengan begitu, Proyek GW bisa mengambil peluangdan keuntungan di ketinggian orbit lain sekaligus meberi tekana pada Starlink.
Hal menarik lainnya, satelit GW milik China dilengkapi dengan muatan anti-Starlink untuk melakukan berbagai misi. Contohnya, melakukan pengawasan satelit Starlink jarak dekat dan jangka panjang.
Persaingan merugikan
Meski diciptakan untuk menjadi pesaing starlink, sebuah studi dari Administrasi Luar Angkasa Nasional China menyerukan agar satelit melakukan kerja sama. Badan tersebutmengatakan jaringan satelit komunikasi yang bersaing dapat saling merugikan.
Sebagaimana diketahui, Jaringan Starlink sekarang berjumlah lebih dari 3.000 satelit di orbit. Kedepannya, satelit ini diperkirakan akan berkembang menjadi lebih dari 40.000 satelit.
Dalam operasionalnya, satelit Starlink dapat menerima data dari Departemen Pertahanan AS untuk merencanakan atau mengoordinasikan posisi mereka. Satelit juga dilengkapi dengan sensor pengawasan untuk memantau lingkungan luar angkasa.

Ananda Astri Dianka
Editor
