Pasar Modal

Baru 3 Bulan, Aksi Korporasi Rights Issue dan Private Placement Meroket Tembus Rp5,26 Triliun

  • PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan total pendanaan rights issue dan private placement menjadi Rp5,26 triliun per Maret 2021. Angka ini melonjak 77,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yakni Rp2,96 triliun.

<p>Pewarta mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jum&#8217;at, 20 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Pewarta mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jum’at, 20 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan total pendanaan rights issue dan private placement menjadi Rp5,26 triliun per Maret 2021. Angka ini melonjak 77,54% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 yakni Rp2,96 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan 3 emiten telah melakukan rights issue dengan total pendanaan mencapai Rp1,83 triliun per 8 Maret 2021. Sedangkan, 4 perusahaan tercatat telah melaksanakan private placement dengan nilai pendanaan hingga Rp3,43 triliun.

Selain itu, kata dia, terdapat 17 perusahaan yang akan melakukan rights issue dan 7 emiten yang akan melakukan private placement dalam pipeline pencatatan saham Bursa per 8 Maret 2021.

“Semua perusahaan tersebut telah memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” ujarnya kepada awak media melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa 9 Maret 2021.

Sejalan dengan hal tersebut, jumlah fund raised per Maret 2021 baik dari penerbitan ekuitas maupun efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan data Maret 2020.

Total pendanaan dari penerbitan ekuitas per Maret 2021 mengalami peningkatan 21,41%. Pada Maret 2020 adalah sebesar Rp6,62 triliun dan emisi ekuitas pada Maret 2021 menjadi Rp8,03 triliun.

Demikian juga jumlah fund raised dari penerbitan EBUS per Maret 2021 turut mengalami peningkatan 22,32% yoy menjadi Rp239,85 triliun pada Maret 2021 dari Rp196,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data historis sejak 2016 sampai dengan 2020, jumlah pendanaan yang diperoleh dari ekuitas dan EBUS mengalami peningkatan dengan rata-rata 27,60%.

Nyoman bilang, dengan kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, hal ini berdampak pada kegiatan perusahaan yang membutuhkan pendanaan. Ia berharap, pendanaan melalui penerbitan ekuitas maupun EBUS akan menjadi alternatif pendanaan pada tahun 2021. (SKO)