Banyak yang Minat, 10 Pabrik H&M Borong Sertifikat EBT PLN
- PT PLN (Persero) terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di kalangan pelaku industri lewat layanan sertifikat energi terbarukan (renewable energy certificate/REC). Kali ini, 10 mitra pabrik H&M Group melakukan penandatanganan jual beli REC dengan PLN.

Muhammad Farhan Syah
Author
JAKARTA - PT PLN (Persero) terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di kalangan pelaku industri lewat layanan sertifikat energi terbarukan (renewable energy certificate/REC).
Kali ini, 10 mitra pabrik H&M Group melakukan penandatanganan jual beli REC dengan PLN.
Melalui pembelian REC tersebut, artinya kesepuluh mitra pabrik H&M Group tersebut nantinya akan beroperasi menggunakan energi listrik ramah lingkungan yang dihasilkan dari pembangkit berbasis EBT.
“Kami sangat menyambut baik komitmen H&M untuk mendorong penggunaan energi terbarukan melalui Renewable Energy Certificate. Dan tentunya mengapresiasi keikutsertaan dari 10 mitra pabrik H&M yang pada hari ini hadir menandatangani perjanjian pembelian REC,” kata Executive Vice President Retail PLN Regional Jawa Madura Bali, Abdul Farid dalam keterangan resmi dikutip Rabu, 13 April 2022.
Lebih lanjut, General Manaager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Agung Nugraha menyebutkan bahwa pabrik-pabrik H&M tersebut nantinya akan menggunakan sekitar 60.000 Mwh (Mega Watt per Hour) listrik berbasis EBT sampai dengan tahun 2026 mendatang.
Adapun Swedia yang merupakan negara asal perusahaan H&M Group melalui duta besarnya mengatakan bahwa kerja sama yang dilakukan itu membuat hubungan antara kedua negara menjadi semakin erat, terutama dalam hal kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.
“Saya sangat gembira atas jalinan kerja sama ini. Perjanjian ini memerlihatkan hubungan kerja sama yang baik dan memberikan manfaat bagi kita semua terutama untuk menangani krisis iklim,” ujarnya
Pada kesempatan yang sama, Country Manager H&M Group Production Office Indonesia, Frank Blin Gonsalves menyatakan perusahaannya siap berkomitmen kepada Indonesia untuk berkontribusi mengatasi perubahan iklim. Komitmen itu diwujudkan di seluruh lini H&M Group, termasuk pabriknya yang beroperasi di Indonesia.
“H&M Group terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan mitra bisnis kami untuk memberikan solusi baru serta mendorong penggunaan sumber listrik berbasis EBT dalam rantai pasok kami,” terang Gonsalves.
REC merupakan salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang transparan, akuntable dan diakui secara internasional tanpa harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur.
Adapun 10 mitra pabrik H&M Group yang menandatangani jual beli REC yakni, PT C-Site Texpia, PT Minu Garment Sukses, PT Dreamwear, PT Kahatex, PT Panasia Jaya Abadi, PT Busana Indah Global, PT Royal Puspita, PT Doosan Jaya Sukabumi, PT Doosan Dunia Busana, dan PT Kreasi Garment Cirebon.

Rizky C. Septania
Editor
