Tren Ekbis

Bank Mandiri Raih ISO/IEC 27701:2025, Perkuat Tata Kelola Privasi Data

  • Bank Mandiri memperoleh ISO/IEC 27701:2025 untuk memperkuat tata kelola privasi data nasabah dan layanan perbankan digital.
WhatsApp Image 2026-11-02 at 16.35.48.jpeg
Sinergi Dunia Pendidikan dan Kesehatan, RS UMS A.R. Fachrudin Sambut Siswa PKL SMK Negeri 4 Surakarta SURAKARTA – Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkompeten. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan lima siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMK Negeri 4 Surakarta yang berlangsung di Ruang Meeting RS UMS A.R. Fachrudin, Senin (2/11/2026). Kegiatan penerimaan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan dunia pelayanan kesehatan, sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di lingkungan rumah sakit. Rombongan SMK Negeri 4 Surakarta disambut oleh Kepala Seksi Sumber Daya Manusia (SDM) RS UMS A.R. Fachrudin, Sidiq Pramudito, S.Pd., Gr., CHCM, CPL, didampingi Kepala Kepegawaian, Koordinator Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), serta Koordinator Instalasi Gizi. Dalam sambutannya, Sidiq menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada para siswa yang akan menjalani kegiatan PKL di RS UMS A.R. Fachrudin. Ia menegaskan bahwa praktik kerja lapangan bukan sekadar bagian dari kewajiban akademik, melainkan kesempatan berharga untuk membangun karakter, meningkatkan kompetensi, serta memahami budaya kerja profesional. Menurutnya, lingkungan rumah sakit memiliki karakteristik yang berbeda dengan tempat kerja pada umumnya. Selain menuntut keterampilan teknis, setiap individu yang berada di lingkungan rumah sakit juga perlu menjunjung tinggi kedisiplinan, tanggung jawab, etika, komunikasi, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kesempatan tersebut, Sidiq berpesan agar seluruh siswa memanfaatkan masa praktik dengan sebaik-baiknya, berani bertanya, aktif belajar, serta senantiasa menjaga sikap dan profesionalisme selama berada di lingkungan rumah sakit. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan kerja yang positif sejak dini, mengingat pengalaman yang diperoleh selama PKL dapat menjadi bekal berharga ketika para siswa memasuki dunia kerja sesungguhnya. “Kami berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman dan keterampilan selama menjalani praktik, tetapi juga mampu membangun kedisiplinan, tanggung jawab, serta etika kerja yang baik. Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” ungkap Sidiq. Sementara itu, perwakilan SMK Negeri 4 Surakarta, Haidir Ahmad, S.Pd., yang hadir mewakili Kepala Sekolah, menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PKL merupakan bagian penting dari proses pembelajaran pendidikan vokasi yang bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat mengenal lingkungan kerja secara langsung, memahami standar operasional, mengembangkan keterampilan sesuai bidang kompetensinya, serta meningkatkan kesiapan untuk memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Sebanyak lima siswa SMK Negeri 4 Surakarta dijadwalkan mengikuti kegiatan PKL selama empat bulan, terhitung mulai 1 November 2026 hingga 28 Februari 2027. Selama pelaksanaan praktik, para siswa akan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan beradaptasi dengan budaya kerja di lingkungan rumah sakit melalui pendampingan unit terkait, khususnya Instalasi Gizi, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan standar operasional yang berlaku. Kehadiran para siswa tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna sekaligus menjadi sarana penguatan hubungan kelembagaan antara RS UMS A.R. Fachrudin dan SMK Negeri 4 Surakarta. Komitmen Membangun Generasi Unggul melalui Kolaborasi Pendidikan Sebagai rumah sakit yang berada dalam lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta, RS UMS A.R. Fachrudin tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan pelayanan kesehatan, tetapi juga berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan, peningkatan kompetensi, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Penerimaan siswa PKL ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mendukung penguatan keterampilan, pembentukan karakter, serta penanaman nilai profesionalisme sejak dini. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan institusi pendidikan, RS UMS A.R. Fachrudin berharap dapat turut berkontribusi dalam melahirkan generasi muda yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja. Lebih dari sekadar tempat praktik, RS UMS A.R. Fachrudin ingin menjadi ruang bertumbuh bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. (Bank Mandiri)

JAKARTA, TRENASIA.ID — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 untuk Sistem Manajemen Informasi Privasi atau Privacy Information Management System (PIMS). 

Sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat tata kelola pelindungan data pribadi di tengah meningkatnya penggunaan layanan perbankan digital.

Bank Mandiri memperoleh sertifikasi tersebut setelah menjalani audit oleh SGS Indonesia, lembaga sertifikasi independen. Penyerahan sertifikat dilakukan dalam acara bertajuk “Membangun Tata Kelola Pelindungan Data Pribadi Berstandar Internasional” di Wisma Mandiri I, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat, 30 Oktober 2026.

Sertifikat diserahkan Direktur SGS Sebastian Lee Indonesia kepada Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri Eka Fitria. Acara tersebut turut dihadiri Eri Hardi, Partner PT Robere Manajemen Indonesia yang mendukung persiapan sertifikasi.

Eka mengatakan sertifikasi tersebut menjadi momentum bagi Bank Mandiri untuk memperkuat penerapan prinsip pelindungan data pribadi dalam kebijakan dan operasional perusahaan.

“Komitmen kami bukan hanya untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, namun juga menjadikan prinsip-prinsip Pelindungan Data Pribadi sebagai competitive advantage yang dimiliki oleh Bank Mandiri dalam rangka melayani customer dengan sebaik-baiknya,” ujar Eka.

Sertifikasi Mencakup Pengelolaan Data Nasabah

Dalam rilisnya, Bank Mandiri menyebut ruang lingkup sertifikasi mencakup sejumlah aktivitas pemrosesan data pribadi nasabah.

Aktivitas tersebut meliputi pengelolaan data nasabah untuk pemasaran kartu kredit melalui telesales, pengelolaan persetujuan nasabah atas pemrosesan data pribadi, serta penanganan permintaan pemenuhan hak subjek data pribadi.

Proses audit melibatkan sejumlah unit kerja, antara lain Internal Audit, unit Telesales Kartu Kredit, kantor cabang, dan Customer Care. Koordinasi dilakukan oleh unit kepatuhan yang menangani pelindungan data pribadi.

Pelibatan lintas fungsi tersebut ditujukan untuk mengevaluasi proses yang masuk dalam cakupan sertifikasi.

Privasi Data Jadi Bagian dari Layanan Perbankan Digital

ISO/IEC 27701:2025 merupakan standar internasional yang berkaitan dengan sistem manajemen informasi privasi. Penerapannya membantu organisasi membangun kerangka tata kelola pemrosesan data pribadi secara lebih terstruktur.

Bagi industri perbankan, pengelolaan data pribadi menjadi isu penting karena layanan keuangan digital melibatkan berbagai aktivitas pemrosesan informasi nasabah, mulai dari pembukaan rekening hingga transaksi dan pemasaran produk.

Bank Mandiri menyatakan akan terus menyempurnakan praktik pelindungan data pribadi dengan memperhatikan regulasi, kebutuhan nasabah, serta perkembangan praktik global.

Meski demikian, sertifikasi sistem manajemen privasi tidak dengan sendirinya menjamin bahwa risiko kebocoran atau penyalahgunaan data sepenuhnya hilang. Keberhasilan pelindungan data tetap bergantung pada penerapan kebijakan, pengawasan, pengelolaan risiko, dan evaluasi secara berkelanjutan.

Dengan sertifikasi tersebut, Bank Mandiri berupaya memperkuat tata kelola data sebagai bagian dari kualitas layanan dan kepercayaan nasabah di tengah perkembangan perbankan digital.