Tren Leisure

Badai Matahari Terjadi Pekan Lalu, Sebagian Eropa dan Afrika Terimbas Blackout

  • Tak hanya memunculkan fenomena cahaya utara di bawah garis kutub atau STEVE, kejadian luar angkasa ini rupanya berimbas pada sistem komunikasi sejumlah wilayah
matahari.jpg

EROPA- Serangkaian semburan badai matahari terjadi pada akhir pekan lalu. 

Tak hanya memunculkan fenomena cahaya utara di bawah garis kutub atau STEVE, kejadian luar angkasa ini rupanya berimbas pada sistem komunikasi sejumlah wilayah.

Mengutip Live Science Selasa, 30 Agustus 2022, sejumlah wilayah di Eropa dan Afrika mengalami pemadaman radio singkat atau disebut blackout.

Perlu diketahui, lontaran badai matahari akhir pekan lalu diidentifikasi sebagai badai kategori M atau kelas sedang. Pada kategori ini, memang ada kemungkinan terputusnya jaringan komunikasi akibat kekacauan medan magnet yang dihasilkan badai matahari.

Badai matahari sering disebut juga sebagai lontaran massal koronal. Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS bahkan memprediksi fenomena ini akan kembali menyerang Bumi pada 29 Agustus 2022 waktu setempat.

Fenomena ini kemudian akan memicu aurora di sekitar lingkaran Artik akibat dampak dari interaksi antara partikel pada badai matahari dengan medan magnet bumi.

Seperti diwartakan sebelumnya, gelombang cuaca matahari mengalami penguatan sebagai imbas dari siklus 11 tahunan pusat tata surya.

Hal ini bisa dibuktikan dari banyaknya cahaya utara dan selatan terlihat awal minggu ini.

Sekadar informasi, lontaran gelombangbadai matahari memang menjanjikan fenomena langit nan indah bagi penduduk bumi sepeti STEVE dan Aurora.

Namun jika terlalu kuat, badai matahari bisa berdampak buruk seperti Blackout dan kejatuhan satelit buatan yang mengorbit pada bumi.