BABYMONSTER di Bawah Tekanan, YG Mencari Penerus BLACKPINK
- Menjelang ulang tahun keduanya, grup K-pop BABYMONSTER berjuang untuk memantapkan diri sebagai artis andalan YG Entertainment.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Menjelang ulang tahun keduanya, grup K-pop BABYMONSTER berjuang untuk memantapkan diri sebagai artis andalan YG Entertainment. Momentum grup ini terhambat oleh perilisan karya yang tidak konsisten akhir-akhir ini dan peluncuran proyek audisi besar-besaran baru oleh agensi tersebut.
Grup multinasional beranggotakan tujuh orang ini memulai debutnya dengan ekspektasi tinggi pada 2024. Sebagai girl group baru pertama YG sejak BLACKPINK, para trainee yang dipromosikan besar-besaran ini sempat mengalami kesulitan dengan lagu pra-debut 2023 mereka, Batter Up.
Dilansir dari The Korea Times, dirilis tanpa kehadiran member Ahyeon, lagu tersebut kurang sukses dan menghadapi kritik karena konsepnya yang ketinggalan zaman.
YG kemudian mengubah strategi dengan membawa Ahyeon kembali untuk debut resmi grup pada awal 2024. Langkah ini langsung membuahkan hasil. Mini album perdana mereka, “BABYMONSTER,” terjual lebih dari 400.000 kopi dalam minggu pertama. Ini mencetak rekor penjualan minggu pertama tertinggi untuk album debut girl group K-pop saat itu.
Grup ini mulai dikenal luas berkat lagu utama Sheesh dan single kedua dari album penuh mereka, Drip. Kedua rilisan tersebut meninggalkan elemen yang sebelumnya dikritik pada Batter Up dan justru menuai pujian karena menampilkan warna hip-hop trendi khas YG. Hal ini membuat para pengamat percaya bahwa grup ini sedang memantapkan warna musiknya.
Namun, tren peningkatan tersebut terhenti tahun lalu dengan single Hot Sauce. Lagu tersebut mencoba beralih ke konsep lawas bernuansa kitsch, tetapi justru menuai kritik karena dianggap ketinggalan zaman. Mini album kedua mereka, We Go Up, yang dirilis setelahnya pun tidak mampu mencapai hasil sesuai ekspektasi pasar.
Meski masih memiliki kesempatan untuk bangkit, grup ini kini berada di bawah tekanan yang semakin besar setelah YG mengumumkan program “2026 YG Special Audition: Go! Debut.” Audisi tersebut dipimpin langsung oleh pendiri YG, Yang Hyunsuk, dengan tujuan menemukan rookie berskala besar yang dapat meneruskan jejak BIGBANG dan BLACKPINK.
Saat ini, BLACKPINK hanya terikat kontrak dengan agensi untuk aktivitas sebagai grup penuh. Kondisi ini membuat YG belum memiliki grup andalan yang benar-benar dominan selain TREASURE dan BABYMONSTER. Dorongan agresif untuk mencari penerus BLACKPINK pun menciptakan situasi yang canggung bagi BABYMONSTER, yang sejak awal dipromosikan sebagai “BLACKPINK kedua.”
- Baca Juga: Membedah Makna Lagu KiiiKiii “404 (New Era)”
Terlepas dari sejumlah langkah strategis yang dinilai kurang tepat, fondasi talenta grup ini tetap mendapat pengakuan tinggi. Banyak pelaku industri sepakat bahwa para member memiliki kemampuan vokal yang dan daya tarik visual yang luar biasa.
Jika didukung konsep dan produksi yang dirancang untuk benar-benar menonjolkan potensi mereka, BABYMONSTER masih memiliki peluang besar untuk mengukuhkan posisi tak tertandingi di pasar K-pop generasi kelima.

Ananda Astridianka
Editor
