Industri

Awal Tahun, Pajak Serap Rp80,22 Triliun

  • JAKARTA – Memasuki tahun 2020, penerimaan pajak per Januari 2020 telah mencapai Rp80,22 triliun atau setara dengan 4,88 persen dari target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1.642,57 triliun. Capaian ini melambat dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun lalu, dengan kontraksi sebesar 6,86 persen year on year (yoy). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), […]

<p>offshorecitizen.net</p>

offshorecitizen.net

(Istimewa)

JAKARTA – Memasuki tahun 2020, penerimaan pajak per Januari 2020 telah mencapai Rp80,22 triliun atau setara dengan 4,88 persen dari target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp1.642,57 triliun.

Capaian ini melambat dibandingkan dengan kinerja pada periode yang sama tahun lalu, dengan kontraksi sebesar 6,86 persen year on year (yoy). Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2019 mengalami kontraksi sebesar 1,74 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Penerimaan Pajak secara bruto ditopang oleh penerimaan dari Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN & PPnBM) dan Pajak Bumi dan Bangunan dan Pajak Lainnya (PBB & Pajak Lainnya).

“PPN & PPnBM mampu tumbuh 6,78 persen (yoy) meningkat dibandingkan pertumbuhan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar 4,27 persen (yoy),” ujar Sri Mulyani dalam kesempatan konferensi pers di Kementerian Keuangan  (19/02).

Selain itu, penerimaan pajak juga ditopang oleh PPh Orang Pribadi (OP) yang tumbuh sangat baik sebesar 18,33 persen. Sri Mulyani menyebut jika hal ini mengindikasikan tingkat kepatuhan Wajib Pajak OP pasca pengampunan pajak yang masih baik.

Pertumbuhan pajak juga didukung oleh pertumbuhan pajak per sektor, di mana sektor usaha menjadi penyokong penerimaan pajak di awal tahun 2020. Adapun sektor yang dimaksud adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, sektor jasa keuangan dan asuransi, dan sektor Kknstruksi dan real estate.

Meningkatnya pertumbuhan pajak pada beberapa sektor ini mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik di sisi konsumsi rumah tangga ketika terjadi perlambatan akibat tekanan global.

Sementara itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan akhir Januari 2020 mencapai Rp19,02 triliun atau 5,20 persen terhadap target dalam APBN 2020. Capaian realisasi PNBP ini secara keseluruhan tumbuh 2,28 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penerimaan PNBP yang tumbuh 2,28 persen diharapkan dapat menopang sisi penerimaan APBN semakin kuat lagi kedepannya,” tutup Sri Mulyani.