Tren Leisure

Atasi Kelangkaan RAM, ASUS Mau Produksi Memori Sendiri

  • Dunia tengah menghadapi masalah kelangkaan memori (RAM) dan perangkat penyimpanan (storage).
ASUS-DRAM-memory-market-entry-production-2026-1154x690.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Dunia tengah menghadapi masalah kelangkaan memori (RAM) dan perangkat penyimpanan (storage). Harga RAM melonjak hingga empat kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena ini dipicu oleh terbatasnya kedua komponen tersebut, khususnya RAM yang sebagian besar diserap oleh pusat data (data center) AI.

Selain itu, beberapa produsen memori kini juga membuat RAM dan storage untuk kebutuhan AI, sehingga produk untuk konsumen tidak lagi menjadi prioritas. Hal tersebut membuat RAM dan storage menipis, dan harganya melonjak hingga ratusan persen dari kondisi normal.

Kondisinya cukup ketat dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat. Dari sisi vendor, produsen PC dan laptop berpotensi kebingungan dan harus mencari berbagai solusi, mengingat komponen tersebut sangat penting bagi produk mereka.

Untuk menyiasati situasi tersebut, belakangan ini vendor elektronik dari Taiwan, ASUS, dikabarkan bakal mulai produksi RAM sendiri sebagai langkah menghadapi kelangkaan global. Jenis memori yang disebut akan menjadi fokus utama adalah RAM DDR5, tepatnya pada level manufaktur chip Dynamic Random Access Memory (DRAM).

Sebuah laporan dari situs berita Sakhtafzarmag menyebutkan raksasa teknologi ASUS berencana mulai memproduksi chip memori secara mandiri pada kuartal kedua 2026. Padahal, perusahaan ini sebenarnya sudah memasarkan modul memori melalui merek gaming TUF dan ROG.

Namun, selama ini produk tersebut masih mengandalkan komponen dari pihak lain, seperti Micron atau Samsung. Jika produksi dilakukan sendiri, langkah ini akan menjadi perubahan besar bagi perusahaan asal Taiwan tersebut, dari sekadar perakit perangkat keras menjadi produsen chip.

Alasan utama di balik rencana tersebut, menurut laporan Wccftech, bersifat praktis. Para analis industri memperkirakan kelangkaan RAM dapat berlangsung hingga 2028. ASUS dapat menghindari pasar yang tidak stabil dengan memproduksi DRAM sendiri. Hal ini dapat menjamin pasokan yang stabil untuk berbagai macam laptop, desktop, dan motherboard mereka.

Dilansir dari Android Headlines, langkah ini juga dapat membantu perusahaan menjaga harga jual tetap terjangkau, di saat merek lain kesulitan menghadapi kenaikan biaya pengadaan komponen.

Waktu kemunculan rencana ini dinilai cukup menarik. Baru-baru ini, perusahaan mapan seperti Micron mulai mempersempit fokus mereka dengan meninggalkan sebagian pasar konsumen dan beralih ke memori untuk AI serta server yang menawarkan margin keuntungan lebih besar.

Akibatnya, muncul celah di pasar PC enthusiast yang berpotensi diisi oleh pemain baru. Jika laporan tersebut benar, ASUS disebut berada pada posisi yang tepat untuk menjawab kebutuhan ini.

Produksi internal tidak hanya akan memperkuat rantai pasok milik ASUS sendiri. Langkah ini juga memungkinkan perusahaan mengoptimalkan modul memori agar lebih selaras dengan motherboard buatannya, sehingga pengguna akhir dapat merasakan peningkatan performa dan stabilitas.

Membangun pabrik fabrikasi semikonduktor merupakan proyek berskala sangat besar yang menuntut investasi hingga miliaran dolar dan proses penyesuaian teknis selama bertahun-tahun. Meski demikian, bagi perusahaan sebesar ASUS, langkah ini bisa menjadi strategi demi keberlangsungan jangka panjang.

Jika ASUS berhasil memenuhi kebutuhan internalnya sendiri, pada akhirnya perusahaan ini dapat menjadi pemasok bagi produsen PC lainnya, sehingga semakin mendiversifikasi model bisnisnya.

Sebelum ada pengumuman resmi, kita tetap harus berhati-hati dengan rumor-rumor ini. Meski begitu, munculnya pemain baru di pasar DRAM merupakan hal yang sangat besar. Jika ASUS benar-benar merealisasikannya, langkah tersebut berpotensi membawa stabilitas bagi konsumen yang selama ini terdampak krisis perangkat keras.

Dunia teknologi akan menanti apakah 2026 benar-benar menjadi momen bagi raksasa PC ini untuk mandiri, sehingga para penggemar dapat merakit PC impian mereka tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Tags: