Ambisi Beyond Mortgage, Akankah BBTN Kuasai Pasar Paylater?
- Akankah BTN kuasai pasar paylater? Simak rencana BBTN luncurkan BNPL di kuartal I-2026, strategi beyond mortgage, hingga bocoran dividen laba 30 persen.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) siap menggebrak pasar kredit konsumer dengan meluncurkan produk Buy Now Pay Later (BNPL) pada kuartal I-2026 ini. Langkah strategis tersebut telah mengantongi persetujuan OJK dan kini sedang dalam tahap finalisasi proses di Bank Indonesia.
Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menegaskan bahwa kehadiran paylater merupakan bagian dari visi besar perseroan untuk menjadi bank konsumer terkemuka. Emiten bersandi saham BBTN ini ingin melampaui bisnis inti perumahan guna merambah gaya hidup para nasabahnya secara lebih mendalam.
Selain paylater, bank pelat merah ini juga menjadwalkan peluncuran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan kartu kredit pada akhir tahun 2026 nanti. Strategi ini ditujukan untuk melengkapi portofolio produk konsumer serta meningkatkan penetrasi kepada basis nasabah eksisting maupun seluruh debitur KPR.
1. Target Peluncuran BNPL
Manajemen BTN menargetkan produk BNPL sebagai prioritas utama yang akan menyapa nasabah dalam waktu dekat pada awal tahun ini. Hirwandi mengungkapkan kesiapan infrastruktur dan perizinan dari otoritas menjadi landasan kuat bagi perseroan untuk segera memulai penetrasi pasar layanan paylater.
Perseroan sedang menunggu penyelesaian administrasi akhir di Bank Indonesia sebelum produk tersebut resmi dipasarkan secara masif kepada publik. "Jadi, yang paling siap untuk pertama kali nanti BNPL itu di triwulan I ini, karena kita sudah mendapatkan persetujuan dari OJK," ungkap Hirwandi dalam konferensi pers pada Senin, 9 Februari 2026.
Peluncuran ini diharapkan dapat menyasar nasabah muda yang membutuhkan fleksibilitas dalam bertransaksi namun tetap berada dalam ekosistem perbankan aman. BTN sangat optimis bahwa layanan ini akan diterima baik oleh basis nasabah tabungan mereka yang terus tumbuh.
2. Strategi Penetrasi Gaya Hidup
BTN kini tidak lagi hanya fokus pada pembiayaan hunian, melainkan mulai serius menggarap aspek pengeluaran harian dan gaya hidup nasabahnya. Kehadiran berbagai produk kredit konsumer baru ini dirancang agar nasabah memiliki loyalitas tinggi terhadap seluruh ekosistem layanan perbankan perseroan.
Upaya ini bertujuan agar BTN hadir dalam setiap siklus keuangan nasabah, mulai dari kebutuhan tempat tinggal hingga transportasi sehari-hari. "Ini bagian dari BTN untuk melengkapi produk-produknya dan itu bagian dari beyond mortgagedan masuk gaya hidup nasabah," jelas Hirwandi.
Strategi tersebut dinilai sangat krusial untuk meningkatkan profil pendapatan non-bunga yang selama ini masih didominasi oleh sektor perumahan. Dengan masuk ke pasar gaya hidup, BTN berpotensi menangkap peluang belanja ritel yang tumbuh sangat masif di masyarakat Indonesia.
3. Otomasi Berbasis Teknologi AI
Guna mengantisipasi lonjakan permohonan kredit baru, BTN melakukan modernisasi besar-besaran pada sistem penilaian kredit di unit loan factory. Manajemen mengandalkan teknologi kecerdasan buatan untuk memastikan kecepatan proses tanpa mengorbankan kualitas mitigasi risiko kredit yang telah ditetapkan oleh perseroan.
Langkah otomasi ini membuat waktu persetujuan kredit menjadi jauh lebih singkat dan efisien bagi para nasabah potensial BTN. "Sekarang 80% dari proses lending consumer sudah diproses secara automated pemutusannya, nggak pakai excel lagi, sudah pakai mesin AI," ucap Setiyo.
Penggunaan kecerdasan buatan membantu bank dalam mendeteksi profil risiko nasabah secara lebih akurat berdasarkan data perilaku transaksi yang tersimpan. Hal ini menjadi fondasi kuat bagi BTN dalam menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah saat ekspansi produk konsumer baru.
4. Persaingan dengan Fintech
Masuknya BTN ke segmen paylater memperketat persaingan antara sektor perbankan formal dengan pemain fintech yang selama ini mendominasi pasar. Bank memiliki keunggulan berupa biaya dana murah serta integrasi sistem pembayaran yang sudah sangat mapan di dalam aplikasi seluler.
Fitur paylater bank biasanya menawarkan suku bunga yang jauh lebih kompetitif dibandingkan dengan aplikasi pinjaman daring lainnya saat ini. Hal ini menjadi daya tarik utama bagi nasabah yang peduli terhadap beban bunga namun menginginkan kemudahan akses kredit digital.
BTN nantinya akan bersaing dengan layanan mapan seperti BCA Paylater, Livin' Paylater, hingga BRI Ceria yang sudah lebih dulu eksis. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan pelat merah menjadi modal penting bagi BTN untuk merebut pangsa pasar dari pemain teknologi.
5. Proyeksi Kinerja dan Dividen
Transformasi menjadi leading consumer bank diharapkan dapat memperkuat fundamental keuangan BTN dalam jangka panjang di tengah ketatnya persaingan industri. Manajemen sangat optimis diversifikasi produk ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perolehan laba bersih perseroan pada tahun buku 2026.
Optimisme ini juga membawa kabar baik bagi para pemegang saham mengenai potensi pembagian laba perusahaan di masa depan. Manajemen memberikan bocoran bahwa rasio dividen tahun ini diproyeksikan bisa mencapai angka cukup tinggi yakni "mencapai 30% dari laba," ungkap Hirwandi.
Dengan rencana peluncuran KKB dan kartu kredit di akhir tahun, BTN diprediksi akan memiliki profil bisnis yang lebih seimbang. Pasar kini menanti realisasi eksekusi produk BNPL tersebut di kuartal pertama sebagai bukti nyata kesiapan BTN bertransformasi secara digital.

Alvin Bagaskara
Editor
