AFPI Bantu Masyarakat Terdampak Banjir
- JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyalurkan donasi kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Dompet Dhuafa untuk membantu ...

Acep Saepudin
Author


JAKARTA - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyalurkan donasi kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Dompet Dhuafa untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di Jabodetabek dan Lebak.
Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana dari AFPI dan lima anggotanya yaitu Igrow, Kredivo, Pinjamduit, Estakapital, dan Easycash.
Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan AFPI, Tumbur Pardede mengatakan. inisiatif yang dilakukan AFPI bersama para platform penyelenggara Fintech Peer to Peer (P2P) Lending dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Hal ini juga merupakan wujud nyata dan komitmen AFPI untuk mendukung perbaikan ekonomi masyarakat khususnya mereka yang terkena bencana alam.
"Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Dompet Dhuafa yang bersedia bekerja sama dengan kami dalam menyalurkan bantuan ini,” ujarnya di Menara Centennial, Jakarta, Senin (17/2).
Menurutnya, ACT dan Dompet Dhuafa telah sigap dan professional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Termasuk bencana banjir di Jabodetabek. “Sejak awal kami pun berharap bantuan yang diberikan ini dapat sesegera mungkin menjangkau para korban. Hal ini untuk mendukung proses pemulihan masyarakat pasca bencana,” terang Tumbur.
“Sebagai asosiasi resmi penyelenggara Fintech P2P Lending di Indonesia, AFPI dan anggota platform penyelenggara siap membantu dan menjadi mitra bagi nasabah dan masyarakat. Terutama di masa – masa yang sulit dalam membantu mempercepat proses pemulihan hidup pasca bencana,” ungkapnya.
“Kondisi tersebut telah mendorong AFPI bersama dengan para anggota penyelenggara Fintech P2P Lending sebagai mitra untuk memberikan solusi keuangan bagi masyarakat. Dalam jangka panjang AFPI juga memiliki komitmen untuk turut berperan dan menjadi bagian penting dari kesejahteraan masyarakat Indonesia,” lanjut dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian AFPI, Kuseryansyah menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak yang ikut berkontribusi dalam bantuan ini.
"Ini merupakan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bantuan ini juga merupakan bentuk kepedulian kepada para korban bencana banjir agar segera bangkit dan menjalani kehidupannya seperti biasa," tuturnya.
“AFPI tidak hanya berperan sebagai sarana untuk memperluas akses keuangan masyarakat. Fintech P2P Lending juga memberikan manfaat sosial yang lebih luas kepada masyarakat. Kami berharap dengan komitmen bersama antara asosiasi dan anggota penyelenggara yang solid. Hal tersebut dapat terus berkontribusi nyata bagi masyarakat di tengah perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkualitas,” jelas Kuseryansyah.
Berdasarkan data OJK hingga Desember 2019, total penyaluran pinjaman dari fintech P2P lending mencapai Rp 81,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat 259% secara year to date (ytd). Rekening lender (pemberi pinjaman) juga meningkat 192,01% menjadi 605.935 entitas. Begitu juga rekening borrower (peminjam) bertambah 325,95% menjadi 18.569.123 entitas.
“Kehadiran layanan Fintech P2P Lending menjadi bagian dari kemajuan Indonesia dengan mengembangkan sejumlah layanan keuangan berbasis digital. Fintech P2P Lending akan berperan menjadi solusi keuangan melalui akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat. Terutama yang unbanked, underserved atau yang belum terlayani lembaga keuangan konvensional,” tutup Kuseryansyah.
