6 Hal yang Bisa Dilakukan Saat IHSG Turun
- Setiap kali IHSG turun tajam, kepanikan kerap melanda banyak investor. Apa yang seharusnya dilakukan? Berikut enam tipsnya.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bursa Efek Indonesia menghentian sementara aktivitas perdagangan saham setelah Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penurunan tajam. Trading halt tersebut mulai berlaku pada pukul 13.43 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS), setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun mencapai 8%.
Pada perdagangan sesi II pukul 13.43 WIB di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026, IHSG mencatat penurunan tajam sebesar 718,44 poin atau 8,00% hingga berada di level 8.261,78. Tekanan jual terjadi secara luas, termasuk pada saham-saham berkapitalisasi besar. Indeks LQ45 juga mengalami koreksi signifikan, turun 67,70 poin atau 7,73% ke level 808,41.
Setiap kali IHSG turun tajam, kepanikan kerap melanda banyak investor. Ada yang buru-buru menjual saham, sementara sebagian lainnya diliputi keraguan antara menambah investasi atau menunggu kondisi kembali stabil. Dilansir dari Gotrade, padahal, dengan memahami strategi investasi saat IHSG melemah justru dapat melihat peluang untuk memperkuat portofolio.
Hal yang Bisa Dilakukan Saat Pasar Saham Sedang Turun:
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat pasar saham sedang anjlok:
1. Jangan Panik
Memang benar pasar sedang turun dan nilai investasimu mungkin mengalami penurunan yang mengkhawatirkan. Namun, jangan biarkan rasa takut menguasai keputusanmu. Reaksi emosional dapat mendorong tindakan tergesa-gesa dalam mengelola investasi.
Dilansir dari Qtrade, menjual saham karena panik akan mengubah kerugian yang sebelumnya masih bersifat sementara menjadi kerugian nyata. Selain itu, ketika kamu sudah keluar dari saham tersebut, kamu berisiko kehilangan peluang jika saham tersebut kembali pulih di kemudian hari.
2. Tetap Berinvestasi
Jika kamu memang membutuhkan uang, menjual investasi tentu bisa menjadi pilihan. Namun, sebagian besar ahli menyarankan agar investor tetap mempertahankan sahamnya dan bertahan melewati fase penurunan hingga pasar setidaknya mulai pulih. Meski terasa sulit untuk tidak melakukan apa pun ketika harga saham jatuh, sering kali langkah terbaik adalah bersabar dan menunggu.
Menjual investasi saat nilainya sedang rendah berarti mengunci kerugian. Penurunan nilai portofolio belum bisa disebut sebagai kerugian nyata selama saham tersebut belum dijual. Jika kamu keluar terlalu cepat, kamu juga berisiko kehilangan potensi keuntungan ketika pasar kembali menguat.
3. Tinjau Kembali Strategi Investasi dan Toleransi Risiko
Pada dasarnya, jika tujuan investasimu tidak berubah, strategi investasi pun seharusnya tetap sama. Mudah untuk mengatakan itu ketika pasar sedang naik, tetapi ketika pasar sedang turun, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk meninjau kembali strategi investasimu secara keseluruhan.
Jika memikirkan investasi sudah menimbulkan stres berlebihan, bisa jadi toleransi risikomu tidak setinggi yang sebelumnya diperkirakan. Penurunan pasar yang tajam atau berlangsung lama sering kali menunjukkan sejauh mana perasaanmu sebenarnya terhadap risiko, sekaligus memberikan kesempatan untuk melakukan penyesuaian ke depan.
Saat pertama kali menyusun rencana investasi, mungkin kamu masih lebih muda dan memiliki horizon waktu yang panjang hingga masa pensiun. Kini, seiring bertambahnya usia, tingkat risiko dalam portofolio bisa jadi terlalu tinggi karena waktu pemulihan dari gejolak pasar semakin terbatas.
4. Penjualan untuk Mengurangi Beban Pajak
Dalam kondisi tertentu, menjual saham saat harganya turun tajam justru bisa memberikan keuntungan dari sisi perpajakan. Strategi ini dikenal sebagai tax-loss selling atau tax-loss harvesting, yaitu menjual investasi yang nilainya telah turun di bawah harga beli awal sehingga menimbulkan kerugian modal.
Kerugian tersebut dapat digunakan untuk mengimbangi keuntungan modal dari investasi lain, sehingga kewajiban pajak bisa lebih rendah. Untuk memastikan apakah strategi ini sesuai dengan kondisi keuanganmu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan akuntan atau penasihat pajak.
5. Pertimbangkan untuk Menambah Investasi
Saat pasar mengalami penurunan, peluang untuk berinvestasi pada saham-saham yang nilainya sedang terdiskon bisa semakin terbuka. Jika kamu telah melakukan analisis yang matang dan menemukan perusahaan dengan fundamental yang baik, besar kemungkinan harga sahamnya saat ini berada di level yang lebih rendah dari biasanya. Kondisi ini dapat menjadi momen yang tepat untuk menindaklanjuti hasil risetmu dan menambah posisi investasi.
6. Memantau Berita dan Perkembangan Terkini
Tak dapat dimungkiri, penyebaran berita saat ini semakin massif seiring pesatnya perkembangan teknologi. Di sisi lain, berita menjadi salah satu acuan penting bagi investor dan pelaku pasar dalam mengambil keputusan investasi.
Agar tetap tenang dan berpikir rasional, kamu perlu mengikuti berita dan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan pasar modal. Salah satu caranya adalah dengan memilih dan berlangganan sumber berita yang kredibel dan tepercaya. Dengan begitu, kamu dapat menghindari kesalahan langkah sekaligus merespons berbagai sentimen pasar secara tepat dan terukur.

Distika Safara Setianda
Editor
