Tren Ekbis

5 Kesalahan Finansial yang Bisa Bikin Kamu Bangkrut

  • CNBC Indonesia merangkum lima kesalahan pengelolaan keuangan yang kerap dilakukan pemilik bisnis dan berisiko mempercepat kebangkrutan usaha.
Kesalahan-Finansial.jpg
kesalahan finansial (Traveloka)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Pengelolaan keuangan menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan sebuah usaha. Namun dalam praktiknya, banyak pemilik bisnis yang masih mengabaikan prinsip dasar manajemen finansial, sehingga usaha rentan mengalami tekanan hingga berujung kegagalan.

Melansir dari Henson & Company, Jumat, 2 Januari 2026, terdapat sejumlah kesalahan umum dalam mengatur keuangan usaha yang sering terjadi, terutama pada bisnis kecil dan menengah. 

Kesalahan ini tidak selalu langsung berdampak besar, tetapi secara bertahap dapat melemahkan kondisi keuangan, mengganggu arus kas, dan menyulitkan pengambilan keputusan bisnis.

Berikut 5 Kesalahan Finansial yang Berpotensi Menyebabkan Kebangkrutan: 

1. Mencampur keuangan pribadi dan bisnis

Kesalahan paling umum yang sering dilakukan adalah menggunakan satu rekening untuk kebutuhan pribadi dan operasional usaha. Praktik ini membuat pemilik bisnis sulit mengetahui kondisi keuangan usaha yang sebenarnya, termasuk laba bersih dan biaya operasional.

Tanpa pemisahan yang jelas, evaluasi kinerja usaha menjadi tidak akurat dan berisiko menimbulkan masalah dalam pengelolaan pajak, perencanaan anggaran, serta pengambilan keputusan jangka panjang.

2. Tidak memiliki dana darurat bisnis

Source: Kredivo

Banyak usaha berjalan tanpa cadangan dana khusus untuk menghadapi kondisi darurat, seperti penurunan penjualan mendadak, kerusakan peralatan, atau keterlambatan pembayaran dari pelanggan.

Tidak adanya dana darurat membuat bisnis menjadi tidak seimbang, sehingga operasional dapat terhenti atau memaksa pemilik usaha mencari pendanaan mendadak dengan biaya tinggi.

3. Mengabaikan pengelolaan arus kas

Sebagian pemilik bisnis hanya berfokus pada keuntungan di atas kertas, tanpa memperhatikan arus kas harian. Sementara itu, bisnis tetap bisa mengalami kesulitan meski terlihat untung jika pemasukan tidak sejalan dengan waktu pengeluaran.

Ketidakseimbangan antara kas masuk dan keluar dapat menyebabkan keterlambatan pembayaran gaji, sewa, atau kewajiban lainnya, yang pada akhirnya mengganggu stabilitas operasional usaha.

4. Bergantung pada satu klien atau sumber pendapatan

Ketergantungan pada satu klien utama akan membuat bisnis sangat rentan. Ketika klien tersebut berhenti bekerja sama atau permintaan semakin menurun, pendapatan usaha dapat anjlok secara signifikan.

Kurangnya diversifikasi pendapatan, akan membatasi daya tahan usaha terhadap perubahan pasar dan meningkatkan risiko keuangan dalam jangka menengah hingga panjang.

5. Tidak memiliki pencatatan keuangan yang rapi dan rutin

Source: Simple Accounting

Banyak pemilik bisnis yang tidak mencatat transaksi secara sistematis, baik pemasukan, pengeluaran, maupun kewajiban usaha. Akibatnya, kondisi keuangan sulit dipantau secara menyeluruh. Tanpa laporan keuangan yang jelas, pemilik usaha akan kesulitan menilai performa bisnis, mengendalikan biaya, serta menyusun strategi pengembangan usaha secara terukur.

Kesalahan dalam pengelolaan keuangan usaha umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan terakumulasi dari kebiasaan yang diabaikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemilik bisnis perlu menerapkan disiplin finansial sejak awal, termasuk memisahkan keuangan, menyiapkan dana darurat, mengelola arus kas secara ketat, serta mendiversifikasi sumber pendapatan.

Langkah-langkah tersebut dapat dijadikan sebagai referensi untuk menjaga kesehatan keuangan usaha dan meningkatkan daya tahan bisnis dalam menghadapi dinamika pasar.